Desakan Trump Mundur Terus Menguat, Pejabat Inggris: Gayanya Seperti ‘Gangster’ Internasional!

DEMOCRAZY.ID – Desakan Donald Trump mundur dari kursi Presiden Amerika Serikat (AS) terus menguat atas aksinya yang menuai kecaman.

Kali ini suara lantang itu terucap dari Ketua Partai Liberal Demokrat, Edward Jonathan Davey.

Edward, mengecap Presiden Amerika Serikat (AS) sebagai gangster internasional. Sikap Trump yang dinilai arogan merupakan ancaman bagi banyak negara hingga perdamaian dunia.

โ€œPresiden Trump gayanya seperti gangster internasional. Mengancam, menginjak-injak kedaulatan dari sekutu dan juga mengancam bubarnya NATO dan kini mengancam akan menghantam negara kita dan tujuh sekutu eropa dengan tarif memalukan yang merusak kecuali bila dia mendapatkan Greenland,” kata Edward dalam Sidang Parlemen Inggris, dikutip Jumat (6/3/2026).

Edward geram dengan sikap arogan Trump yang dinilai mengancam kedaualatan berbagai negara, termasuk di Eropa.

Ia menilai Trump telah menempatkan bisnis dan lapangan kerja warga Inggris di garis depan dari agresi.

“Tanpa provokasi atau justifikasi, Presiden AS menyerang ekonomi kita, mata pencaharian kita, dan keamanan nasional kita,” ucapnya.

Edward mengungkap Perdana Menteri Inggris Keir Starmer berusaha menenangkan Trump selama setahun, namun hasilnya nihil.

Atas arogansi Trump tersebut, Edward mengajak seluruh pihak bersatu melawan Trump. Ia menyebut Trump adalah sosok pengganggu yang harus dihadapi dengan perlawanan.

“Kini waktuya pemerintah mengubah arah. Kita pada akhirnya harus melihat jelas tentang sosok manusia Trump dan perlakuannya, sebagaimana mestinya,” ujarnya.

Diketahui, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump secara terbuka mengungkapkan rasa kecewa sekaligus ‘kesedihan’ mendalam melihat sikap Inggris yang dianggap tak lagi seirama dengan kepentingan Washington, terutama dalam operasi militer menggempur Iran.

Dalam sebuah wawancara telepon eksklusif dengan tabloid The Sun, Selasa (3/3/2026), Trump blak-blakan menyentil Perdana Menteri (PM) Inggris Keir Starmer.

Menurut Trump, hubungan kedua negara adidaya ini telah bergeser ke arah yang memprihatinkan.

“Sangat menyedihkan melihat hubungan ini jelas-jelas tak seperti dulu. Ini dunia yang berbeda sekarang,” keluh Trump dengan nada getir.

Kemarahan Trump bukan tanpa alasan. Ia menyoroti lambannya Starmer dalam memberikan lampu hijau bagi militer AS untuk menggunakan pangkalan udara Inggris saat serangan awal ke Iran pecah Sabtu lalu (28/2/2026).

Trump bahkan membandingkan sikap ‘dingin’ London dengan dukungan cepat yang diberikan oleh Prancis serta Sekretaris Jenderal NATO, Mark Rutte.

“Saya tidak pernah menyangka akan mendapatkan perlakuan seperti itu dari Inggris. Padahal kami mencintai Inggris,” tambah Trump, menyindir keragu-raguan Starmer di saat genting.

Sumber: Inilah

Artikel terkait lainnya