Delegasi Asyik Scroll HP saat RI Protes, Israel ‘Beban Dunia’ Mesti Diseret ke ICC!

DEMOCRAZY.ID – Tak ada empati, mungkin itu kata yang pas menggambarkan gestur delegasi Israel di markas PBB.

Saat Duta Besar RI untuk PBB, Umar Hadi, berapi-api melayangkan protes keras atas gugurnya tiga prajurit TNI di Lebanon, Wakil Tetap Israel Danny Danon justru tertangkap kamera asyik main ponsel.

Umar Hadi menegaskan bahwa serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian UNIFIL adalah pelanggaran serius terhadap kedaulatan Lebanon.

“Indonesia mengecam keras serangan berulang Israel ke Lebanon yang merupakan pelanggaran serius terhadap kedaulatan dan integritas teritorial Lebanon. Indonesia terus berdiri dalam solidaritas bersama pemerintah dan rakyat Lebanon,” ujar Umar Hadi dikutip dari video United Nations, Jumat (3/4/2026).

Umar menyebut serangan tersebut bukan insiden biasa, melainkan tindakan sengaja untuk menghambat mandat Resolusi 1701.

“Ini bukan serangan biasa, tetapi serangan bersenjata yang disengaja untuk melemahkan UNIFIL dan menghalangi kemampuannya dalam menjalankan mandat,” tegasnya.

Pemerintah Indonesia mendesak adanya penyelidikan menyeluruh dan meminta PBB tidak menerima alasan apa pun dari pihak Israel.

“Kami menuntut segera dilakukan penyelidikan yang menyeluruh dan transparan. Kami juga menegaskan kepada PBB bahwa tidak ada pembenaran atas tindakan Israel tersebut,” ucap Umar.

Tiga prajurit TNI dilaporkan gugur dalam dua insiden terpisah di Lebanon Selatan pada 29-30 Maret 2026.

Menanggapi hal ini, pihak IDF berdalih masih melakukan penyelidikan internal.

“Insiden-insiden tersebut sedang ditinjau secara menyeluruh untuk mengklarifikasi keadaan dan menentukan apakah akibat aktivitas Hizbullah atau IDF,” tulis militer Israel melalui The Times of Israel.

Di Jakarta, Ketua DPP PDIP Said Abdullah mendesak PBB bertindak nyata. Ia meminta Israel segera diajukan ke Mahkamah Pidana Internasional (ICC).

“Saya menyerukan kepada Dewan HAM PBB, dan atau negara-negara berdaulat untuk mengajukan Israel ke Mahkamah Pidana Internasional (ICC) atas kejahatan Israel yang memenuhi empat unsur sekaligus,” tutur Said.

Ketua Banggar DPR ini menuntut pertanggungjawaban Israel dalam bentuk permintaan maaf resmi di forum PBB dan proses hukum di ICC.

“Keberadaan Israel telah menjadi beban dunia, (kami) menyerukan berbagai negara untuk memutuskan hubungan diplomatik dan kerja sama berbagai bidang dengan Israel. Mengisolasi Israel dalam hubungan dengan berbagai bangsa-bangsa di dunia,” pungkasnya.

Sumber: Inilah

Artikel terkait lainnya