DEMOCRAZY.ID – Bencana banjir bandang dan longsor di tiga provinsi di Sumatera menimbulkan luka mendalam bagi keluarga korban.
Hingga Jumat (5/12) 836 orang meninggal dan 518 jiwa belum ditemukan.
Namun di tengah bencana besar yang melanda Pulau Sumatera ini, enam pejabat pemerintah malah mengeluarkan pernyataan dan sikap yang dinilai aneh dan juga kontroversial.
Berikut daftar pernyataan dan sikap pejabat pemerintah Indonesia yang kontroversial selama 10 hari bencana atau sejak Selasa (25/11/2025).
Di tengah penanganan darurat yang masih berlangsung, Menpora Erick Thohir menyebut pemerintah akan mendistribusikan bantuan berupa alat olahraga.
Namun Erick Thohir memberikan klarifikasi bahwa pemerintah tetap menjadikan kebutuhan dasar seperti makanan, pakaian, dan layanan kesehatansebagai fokus penanganan awal.
“Nanti pascabencana, mungkin beberapa bulan ke depan kami mulai kembali membahagiakan para korban bencana,” katanya, Rabu (3/12).
Kepala BNPB Suharyanto pada awal bencana pertama kali diketahui publik menyebut bahwa bencana di Sumatera ini hanya mencekam di media sosial. Sementara di lapangan tidak seperti itu.
Buntut pernyataan ini, publik meminta Kepala BNPB ini dicopot atau diganti.
Namun saat melakukan kunjungan ke desa terdampak banjir di Desa Garoga, Batangtoru, Tapsel, Suharyanto meminta maaf kepada Bupati Tapsel Gus Irawan Pasaribu, Minggu (30/11).
Menteri BUMN Bahlil Lahadalia saat berkunjung ke Garoga Tapsel, Selasa (2/12) menyebut stok BBM dan elpiji untuk tiga provinsi terdampak bencana cukup atau tidak kurang, namun distribusinya terganggu karena banyak akses jalan putus.
“Tetapi untuk ke tempat ini tidak bisa masuk, karena jalannya itu terputus. Kita sekarang lagi memikirkan untuk memobilisasi sampai ke daerah,” katanya didampingi Dirut Pertamina Simon Aloysius, Dirut Pertamina Patra Niaga (PPN) Mars Ega Legowo Putra, dan Dirut PLN Darmawan Prasodjo.
Namun faktanya beberapa daerah di Sumut mengalami kelangkaan BBM, bahkan antrian mengular hingga lebih 1 km di beberapa SPBU di Kota Panyabungan Mandailing Natal.
Untuk ketengan atau eceran, bensin Pertalite dijual hingga Rp 45 per liter.
Dwi Januanto Nugroho, Dirjen Gakkum Kemenhut menyebutkan kayu gelondongan yang menjadi barang bukti bencana banjir bandang di Sumut, Sumbar dan Aceh, bukan berasal dari pembalakan liar.
“Hasil analisis sumber-sumber kayu itu. Satu adalah kayu lapuk, kedua kayu yang akibat tadi pohon tumbang dan ketiga di area-area penebangan. Kayu-kayu dari area penebangan,” ucapnya dikutip dari kanal YouTube tvOneNews.
Menko Pangan Zulkifli Hasan memanggul beras bantuan saat berkunjung ke daerah bencana di Sumatera Barat pada Minggu (30/11) lalu. Sikap ini dianggap pencitraan.
“Bang Zulkifli Hasan, Menko Pangan RI, sebagai pejabat publik, tentu tidak lepas dari kritik, baik soal kebijakan maupun soal sikap dan perilaku. Itu hal yang wajar saja. Dan Bang Zul menanggapi dengan santai saja,” kata Waketum PAN, Viva Yoga Mauladi kepada wartawan, Jumat (5/12/2025).
Anggota DPR RI dari PAN, Verrel Bramasta dianggap aneh saat mengunjungi korban bencana di Padang Sumatera Barat dengan memakai baju mirip antipeluru.
Sumber: PojokSatu