DEMOCRAZY.ID – Untuk mengetahui apakah suatu negara makmur atau tidak, bukan dilihat dari jumlah orang kaya atau kekayaan sumber daya alam yang dimiliki.
Kita bisa mengetahuinya dengan indikator ekonomi seperti Produk Domestik Bruto (PDB) current prices.
PDB adalah nilai total dari seluruh barang dan jasa yang diproduksi oleh suatu negara dalam periode tertentu, biasanya satu tahun.
Sementara current prices mengacu pada perhitungan nilai ekonomi berdasarkan harga pasar yang berlaku saat ini dalam satuan dolar Amerika Serikat.
Suatu negara yang memiliki nilai PDB yang besar, menandakan bahwa mereka memiliki kemampuan yang lebih besar untuk memproduksi banyak barang, memiliki banyak industri, dan melakukan banyak transaksi jasa.
Selain itu, ekonomi yang kuat juga memberikan dampak langsung pada kesejahteraan masyarakat melalui penyerapan tenaga kerja di berbagai sektor strategis.
Mengutip dari laman IMF, berikut adalah daftar negara terkaya di dunia berdasarkan PDB current prices:
Berdasarkan data yang dikutip dari IMF, nilai PDB Amerika Serikat mencapai US$31,82 triliun.
Besarnya angka tersebut didukung oleh struktur ekonomi yang sangat kuat, mengingat Amerika Serikat merupakan negara manufaktur terbesar kedua di dunia dengan nilai output mencapai sekitar US$2,9 triliun pada periode 2024-2025.
Industri tersebut menyumbang lebih dari 10 persen terhadap total PDB dan menyerap lebih dari 15 juta tenaga kerja.
Industri manufaktur utama AS meliputi machinery, chemicals, dan aerospace, dengan produksi global mencapai sekitar 15-17 persen.
Nilai PDB China pada tahun 2025 mencapai US$20,65 triliun, angka yang cukup besar untuk negara manufaktur terbesar di dunia yang menyumbang sekitar 29 persen dari total produksi global.
Berbeda dengan negara lainnya, sektor manufaktur China jauh lebih beragam, mulai dari industri tekstil berbiaya rendah, perangkat elektronik berteknologi tinggi, hingga kendaraan listrik.
Berkat itu, China menguasai sekitar 20 persen pangsa ekspor manufaktur dunia.
Jerman juga merupakan salah satu negara manufaktur, di mana sektor ini menyumbang sekitar 20 persen dari total output ekonomi dan menghasilkan pendapatan tahunan hingga €2,9 triliun.
Sektor ini juga menjadi penyumbang tenaga kerja terbesar, dengan lebih dari 8 juta orang.
Selain itu, sektor manufaktur Jerman juga mencatatkan nilai ekspor yang fantastis sebesar US$991 miliar pada tahun 2024.
Kekuatan industri manufakturnya memperkuat posisi Jerman sebagai salah satu negara dengan PDB terbesar di dunia, yang diproyeksikan mencapai US$5,22 triliun pada tahun 2025.
Nilai PDB India di tahun 2025 mencapai angka US$4,51 triliun, di mana sektor manufaktur menjadi kontributor utama pertumbuhan ekonomi negaranya.
Sebagai informasi, India merupakan negara kelima negara manufaktur terbesar di dunia dengan nilai output mencapai US$781 juta di tahun 2025.
Sektor ini menyumbang sekitar 78 persen dari total output industri India, yang didorong oleh pertumbuhan di bidang elektronik, farmasi, otomotif, dan tekstil.
Nilai PDB Jepang pada tahun 2025 tercatat sebesar USD 4,46 triliun, dengan manufaktur sebagai sektor kontributor terbesar yang mencatatkan nilai output sebesar USD 1.025 miliar (per 2024).
Manufaktur menjadi sektor yang paling krusial bagi pertumbuhan ekonomi Jepang, terutama di industri teknologi, otomotif, dan permesinan.
Berdasarkan data dari Make UK, sektor manufaktur Inggris memberikan kontribusi nilai tambah sebesar £220 billion terhadap pertumbuhan perekonomian nasional.
Meski sempat mengalami pertumbuhan, sektor ini masih memegang peranan besar dengan menyumbang 41 persen hingga 44 persen dari total ekspor, serta menyerap sekitar 2,6 juta tenaga kerja.
Sektor terkuatnya didominasi oleh industri makanan dan minuman, otomotif, serta sektor dirgantara dan pertahanan.
Berkat itu, nilai PDB Inggris di tahun 2025 mencapai angka US$4,23 triliun.
Prancis termasuk salah satu negara terkuat dengan nilai PDB mencapai US$3,56 triliun di tahun 2025.
Pertumbuhan ekonomi nasional ini didorong oleh sektor manufaktur yang berkontribusi sekitar 10 hingga 15 persen terhadap PDB.
Sektor-sektor unggulannya sangat luas, mulai dari industri dirgantara, farmasi, otomotif, hingga barang mewah.
Di luar sektor tersebut, industri elektronik, permesinan, dan agribisnis juga memberikan kontribusi yang stabil bagi perekonomian Prancis.
Di Eropa, Italia merupakan negara manufaktur terkuat dengan nilai output mencapai sekitar US$353 miliar.
Sektor yang memegang peran utama di Italia ialah sektor permesinan, barang mewah, otomotif, hingga produk pangan.
Dari sektor-sektor tersebut, Italia menempati peringkat ke-8 sebagai eksportir terbesar di dunia dengan total nilai ekspor mencapai sekitar €516 miliar.
Angka PDBnya juga cukup besar, yakni mencapai US$2,7 triliun di tahun 2025.
Rusia mencatatkan nilai PDB sebesar US$2,51 triliun, dengan sektor manufaktur di bidang pertahanan memberi kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
Sebelumnya, industri manufaktur Rusia sempat mengalami penurunan, sampai akhirnya kembali membaik di “ekonomi perang”.
Pada tahun 2025, industri militer Rusia mampu memproduksi sekitar tujuh juta selongsong peluru serta memproduksi tank sebanyak 125 unit per bulan.
Selain sektor pertahanan, industri permesinan seperti pembuatan turbin uap, generator listrik, hingga alat pertanian, juga tutur berkontribusi besar terhadap ketahanan ekonomi nasional.
Kanada mencatatkan nilai PDB sebesar US$2,42 triliun pada tahun 2025, yang didukung oleh sektor manufaktur.
Sektor ini menghasilkan pendapatan lebih dari CAD 874 miliar dari barang-barang hasil produksi dan menyumbang lebih dari 10 persen terhadap total PDB nasional.
Industri manufaktur juga menjadi sektor yang menyerap tenaga kerja terbesar yang mempekerjakan sekitar 1,7 juta orang.
Sumber: Inilah