Di awal tahun 2026, Jawa Barat kembali menunjukkan sisi dinamis sekaligus penuh tantangannya. Dari peringatan cuaca ekstrem yang mengguncang Kota Cimahi hingga geliat UMKM yang mulai bangkit pasca-pandemi dan krisis ekonomi global, wilayah ini terus bergerak.
Namun, di balik kemajuan itu, ada cerita pilu: seorang pelajar asal Cimahi ditemukan meninggal di bawah Jembatan Layang Pasupati, Bandung.
Berita-berita ini bukan sekadar headline, melainkan cerminan kehidupan sehari-hari masyarakat Bandung Raya dan Jawa Barat secara keseluruhan.
Sebagai media yang selalu hadir di tengah masyarakat, Harian Cimahi terus mengupdate peristiwa terkini di Kota Cimahi, Bandung Raya, hingga penjuru Jawa Barat.
Begitu pula Suara Berita Jabar yang menyajikan informasi daerah, politik, ekonomi, wisata, dan kehidupan masyarakat dengan bahasa ringan namun akurat.
Mari kita ulas lebih dalam potret Jawa Barat saat ini—dari ancaman alam, peluang ekonomi, hingga isu sosial yang mengguncang hati.

Februari 2026 dimulai dengan nada yang cukup mengkhawatirkan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cimahi mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem untuk awal bulan ini.
Hujan lebat disertai angin kencang dan petir diprediksi melanda sejumlah titik rawan di Cimahi dan sekitarnya, termasuk kawasan lereng bukit di Cimahi Selatan dan perbatasan dengan Kabupaten Bandung Barat.
Menurut data BMKG, pola cuaca La Niña yang masih bertahan hingga pertengahan 2026 menyebabkan curah hujan di atas normal di wilayah Priangan dan Bandung Raya.
Di Cimahi sendiri, intensitas hujan rata-rata mencapai 150-200 mm per dekade di awal Februari—angka yang jauh lebih tinggi dibandingkan periode normal. Akibatnya, potensi banjir bandang, longsor, dan pohon tumbang menjadi ancaman nyata.
BPBD Cimahi telah menyiapkan langkah antisipasi:
Warga diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi yang tinggal di bantaran Sungai Citarum cabang Cimahi dan lereng Gunung Burangrang.
“Jangan anggap remeh peringatan dini. Lebih baik waspada daripada menyesal,” ujar Kepala BPBD Cimahi dalam konferensi pers 4 Februari 2026.
Fenomena ini bukan hanya urusan Cimahi. Di wilayah Jawa Barat lainnya, seperti Garut, Tasikmalaya, dan Cianjur, curah hujan ekstrem juga memicu banjir dan longsor kecil. Ini menjadi pengingat bahwa perubahan iklim bukan lagi isu global—tapi sudah menyentuh kehidupan harian kita di Jabar.

Salah satu berita yang paling menghebohkan di awal Februari 2026 adalah penemuan jenazah seorang pelajar SMA asal Kota Cimahi di bawah Jembatan Layang Pasupati, Bandung.
Korban, yang berinisial AR (17), ditemukan tanpa tanda kekerasan fisik signifikan, namun polisi masih menyelidiki apakah ini bunuh diri atau ada unsur lain.
Kronologi singkat: AR terakhir terlihat meninggalkan rumah di Cimahi Tengah sekitar pukul 22.00 WIB malam sebelumnya. Keluarga melaporkan kehilangan setelah anak tersebut tak pulang dan tak bisa dihubungi.
Pagi harinya, petugas patroli Polrestabes Bandung menemukan tubuh korban di area bawah jembatan yang kerap menjadi tempat berkumpul anak muda malam hari.
Kasus ini membuka luka lama: tingginya angka bunuh diri dan gangguan kesehatan mental di kalangan remaja Jawa Barat. Data Dinas Kesehatan Jabar mencatat, sepanjang 2025 saja, terdapat lebih dari 180 kasus percobaan bunuh diri di usia 15-19 tahun di wilayah Bandung Raya.
Faktor pemicu utama meliputi tekanan akademik, bullying siber, broken home, hingga dampak ekonomi keluarga pasca-pandemi.
Psikolog anak dari Universitas Padjadjaran, Dr. Rina Puspita, menekankan perlunya intervensi dini.
“Orang tua dan sekolah harus peka terhadap perubahan perilaku anak. Menarik diri, sering marah tanpa sebab, atau kehilangan minat belajar adalah sinyal bahaya,” katanya.
Pemkot Cimahi telah merespons dengan memperkuat program konseling sekolah dan hotline kesehatan jiwa 119 ext. 8.
Komunitas masyarakat sipil seperti “Sahabat Remaja Cimahi” juga menggelar dialog terbuka di Taman Kartini untuk mengedukasi orang tua. Tragedi ini seharusnya menjadi wake-up call: kesehatan mental bukan lagi isu sampingan, melainkan prioritas.

Di tengah tantangan cuaca dan isu sosial, ada kabar gembira dari sektor ekonomi kreatif. Aktivitas UMKM di Kota Cimahi dan Jawa Barat secara umum mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan signifikan. Pasar Tematik mingguan di Alun-alun Cimahi, misalnya, kembali ramai dikunjungi.
Puluhan pedagang menjajakan produk lokal mulai dari batik modern, makanan olahan berbasis singkong, hingga aksesoris daur ulang.
Tak hanya Cimahi, provinsi Jawa Barat juga menoreh prestasi. Produk kerajinan daerah Jabar baru-baru ini tampil di pameran berskala nasional di Jakarta. Mulai dari anyaman bambu dari Cirebon, tenun ikat dari Tasikmalaya, hingga keramik Priangan Timur—semuanya mendapat apresiasi tinggi dari buyer mancanegara.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Koperasi dan UKM meluncurkan program “Jabar Naik Kelas UMKM 2026” dengan target 50.000 pelaku usaha tersertifikasi digital hingga akhir tahun. Bantuan berupa pelatihan e-commerce, akses pasar online, dan subsidi kemasan ramah lingkungan menjadi angin segar.
Di Bandung Raya sendiri, BRT (Bus Rapid Transit) Trans Metro Bandung kini lebih nyaman dengan penataan PKL dan area parkir yang lebih tertib. Hal ini secara tidak langsung mendongkrak kunjungan ke pasar tradisional dan UMKM pinggir jalan.
“Dulu susah parkir, sekarang lebih mudah. Omzet naik hampir 40% sejak akhir 2025,” cerita seorang pedagang batagor di kawasan Pasteur.

Jawa Barat tak pernah kehabisan daya tarik wisata. Di Jabar Utara, destinasi baru seperti pantai-pantai hidden di Indramayu dan Subang mulai ramai dikunjungi.
Sementara di Jabar Selatan, festival kesenian tradisional di Tasikmalaya dan Garut berhasil menghidupkan kembali wayang golek, jaipong, dan angklung dalam format modern.
Taman Kartini di Cimahi pun menjadi ruang favorit warga untuk bersantai akhir pekan. Dengan fasilitas jogging track, area bermain anak, dan spot foto Instagramable, taman ini berhasil mengurangi kepadatan pengunjung di Dago dan Lembang.
Pariwisata alam Priangan Timur juga terus berkembang. Kawasan Geopark Ciletuh-Palabuhanratu kini dilengkapi homestay berbasis komunitas, sementara wisata agro di Pangalengan dan Ciwidey makin diminati keluarga urban yang ingin healing dari hiruk-pikuk kota.

Tak lengkap rasanya membahas Jawa Barat tanpa menyentuh isu keamanan. Di Cimahi, kasus pencurian motor kembali marak.
Salah satunya terekam CCTV di kawasan Setiamanah: pelaku beraksi cepat di dini hari dan kabur dengan motor korban. Polres Cimahi mengimbau warga memasang alarm dan GPS tracker pada kendaraan.
Di skala provinsi, penangkapan sindikat narkoba di Bandung menjadi sorotan. Barang bukti sabu dan ekstasi senilai miliaran rupiah berhasil diamankan. Ini menunjukkan bahwa peredaran narkoba masih menjadi ancaman serius di wilayah urban Jabar.

Awal 2026 menggambarkan Jawa Barat sebagai wilayah yang penuh kontradiksi: alam yang indah tapi ganas, masyarakat yang tangguh tapi rentan, ekonomi yang bangkit tapi masih rapuh.
Di tengah cuaca ekstrem, tragedi sosial, dan peluang UMKM, satu hal yang pasti: kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan media menjadi kunci.
Terus ikuti perkembangan terkini melalui Harian Cimahi untuk berita lokal Cimahi dan Bandung Raya yang akurat dan cepat.
Juga kunjungi Suara Berita Jabar untuk cakupan lebih luas seputar Jawa Barat—dari politik, wisata, hingga isu viral yang dekat dengan kehidupan masyarakat.