DEMOCRAZY.ID – Hati-hati! Ternyata 10 hal ini bisa menyebabkan doa kalian tidak dikabulkan Allah swt.
Allah SWT memerintahkan seluruh umat Islam untuk selalu berdoa. Dalam Islam, siapa pun yang enggan berdoa digolongkan sebagai orang sombong dan masuk neraka Jahanam.
Hal itu tertuang dalam surah Gafir ayat 60 yang berbunyi sebagai berikut:
وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ ۚ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ
Wa qaala Rabbukumud ‘ooneee astajib lakum; innal lazeena yastakbiroona an ‘ibaadatee sa yadkhuloona jahannama daakhireen
Artinya: Dan Tuhanmu berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang sombong tidak mau menyembah-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina.”
Dalam prosesnya, tak semua doa yang dipanjatkan langsung terwujud. Ada kalanya permohonan seseorang tertunda, bahkan seolah lama sekali dikabulkan oleh Allah swt.
Faktanya, memang ada beberapa hal yang disadari atau tidak disadari manusia, bisa menyebabkan doa tidak terkabul.
1. Doa Tergesa-gesa
Salah satu penyebab doa tidak kunjung terkabul adalah berdoa secara terburu-buru.
Rasulullah saw menjelaskan bahwa tergesa-gesa tanda seorang hamba putus asa dan tak lagi berdoa usai keinginannya tidak dikabulkan.
Hal itu sebagaimana sabda Nabi Muhammad saw dalam hadis berikut ini, yang dikutip dari laman resmi Muhammadiyah:
“Do’a seorang hamba akan selalu dikabulkan selagi tidak memohon sesuatu yang berdosa atau pemutusan kerabat, atau tidak tergesa-gesa. Mereka bertanya: Apa yang dimaksud tergesa-gesa? Beliau menjawab: “Dia berkata; Saya berdoa berkali-kali tidak dikabulkan, lalu dia merasa menyesal kemudian meninggalkan doa.” (Shahih Muslim, kitab Dzikir wa Do’a 4/87)
Salah satu penghalang doa adalah karena makanan, minuman, dan pakaiannya berasal dari sumber yang haram.
Hal ini sesuai dengan hadis Rasulullah saw yang diriwayatkan dari Abu Hurairah sebagai berikut:
“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menceritakan tentang seorang laki-laki yang telah menempuh perjalanan jauh, sehingga rambutnya kusut dan berdebu. Orang itu mengangkat tangannya ke langit seraya berdoa: ‘Wahai Tuhanku, wahai Tuhanku.’ Padahal, makanannya dari barang yang haram, minumannya dari yang haram, pakaiannya dari yang haram dan diberi makan dari yang haram, maka bagaimanakah Allah akan mengabulkan doanya?” (HR Muslim).
Allah swt sangat menentang perbuatan zalim. Nabi Muhammad saw bersabda dalam hadis yang diriwayatkan dari Anas bin Malik radliyallahu’anhu”
“Adapun kezaliman yang tidak akan dibiarkan oleh Allah adalah kezaliman manusia atas manusia lainnya hingga mereka menyelesaikan urusannya.”
Kelalaian terhadap perintah Allah swt dan terus melakukan larangan-Nya merupakan salah satu penyebab sulit terkabulnya doa.
Hal itu sebagaimana hadis Nabi Muhammad saw yang artinya:
“Ketahuilah oleh kalian semua, sesungguhnya Allah tidak akan mengabulkan doa dari orang yang hatinya lalai.” (HR at-Tirmidzi)
Menjaga tali silaturahmi adalah perintah mutlak dari Allah swt yang tercantum dalam surah An-Nisa ayat 1 sebagai berikut:
“يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُم مِّن نَّفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَ رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ ۚ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا
Yaaa aiyuhan naasut taqoo Rabbakumul lazee khalaqakum min nafsinw waahidatinw wa khalaqa minhaa zawjahaa wa bas sa minhumaa rijaalan kaseeranw wa nisaaa’aa; wattaqul laahallazee tasaaa ‘aloona bihee wal arhaam; innal laaha kaana ‘alaikum Raqeeba
Artinya: Wahai manusia! Bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu (Adam), dan (Allah) menciptakan pasangannya (Hawa) dari (diri)-nya; dan dari keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Bertakwalah kepada Allah yang dengan nama-Nya kamu saling meminta, dan (peliharalah) hubungan kekeluargaan. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasimu.
Menyimpan rasa benci terhadap sesama muslim juga bisa menghalangi doa dikabulkan oleh Allah swt, sebagaimana ditegaskan dalam sabda Nabi Muhammad saw:
“Janganlah kalian saling membenci, saling mendengki, saling membelakangi, dan saling memutuskan hubungan. Wahai hamba-hamba Allah, hendaklah kalian bersaudara. Seorang muslim tidaklah dihalalkan untuk mendiamkan sesama muslim lebih dari tiga hari.” (HR Al-Bukhari dan Muslim).
Penyebab lainnya doa tidak dikabulkan karena doanya mengandung dosa seperti yang telah diingatkan oleh Nabi Muhammad saw:
“Tidaklah seorang muslim berdoa kepada Allah dengan suatu doa yang tidak mengandung dosa dan pemutusan silaturahmi kecuali Dia akan mengabulkannya. Namun, posisi dia terhadap doanya tak terlepas dari tiga keadaan, baik doanya disegerakan pengabulannya di dunia, disimpan atau diakhirkan di akhirat, atau dipakai untuk menolak petaka yang akan menimpanya. (HR Ath-Thabrani).
Matinya hati manusia juga membuat doa terhalang. Salah satu bentuknya mengaku mencintai Nabi Muhammad saw, tetapi meninggalkan sunahnya.
Sebagai contoh, mereka sering bersalawat kepada Nabi, tetapi pada saat yang sama kelakuannya tidak mencerminkan akhlak Rasulullah saw.
Melansir Muhammadiyah Jakarta Selatan, puncak sunah Nabi Muhammad saw adalah mereka yang menyambungkan silaturahmi kepada orang yang memutuskannya.
Lalu, mereka yang memberikan makan kepada orang yang mengharamkan makanannya. Terakhir adalah memaafkan kesalahan orang lain ketika orang itu tidak mau memberi maaf.
Orang yang doanya tidak dikabulkan Allah swt kemungkinan tidak bersyukur. Mengutip NU Lampung, bersyukur dalam hal ini adalah menggunakan nikmat yang diberikan Allah swt sesuai dengan tujuannya.
Penyebab doa tertolak yang terakhir adalah umat Islam yang mengakui bahwa iblis dan setan adalah musuh. Namun, masih terus terjebak dalam rayuan setan dan melakukan hal-hal yang dilarang Allah swt.
Sumber: Inilah