Blak-Blakan! KH Miftachul Akhyar Akui Temui Oligarki

DEMOCRAZY.ID – KH Miftachul Akhyar, mengungkap pandangannya mengenai fenomena kelompok elite ekonomi yang kerap disebut sebagai “sembilan naga” dan menguasai sebagian besar aset di Indonesia.

Cerita itu ia sampaikan berdasarkan pengalamannya ketika masih menjabat sebagai Wakil Rais Aam PBNU.

Saat itu, ia mengaku pernah diajak menghadiri sebuah pertemuan setelah rapat organisasi.

“Saya waktu masih wakil rois am, kalau setelah rapat di PBNU, pulang malam, pesawat terakhir,” ujar Akhyar dikutip pada videonya yang beredar (17/12/2025).

Ia mengatakan, dalam kesempatan tersebut dirinya diajak bertemu sejumlah pihak dalam sebuah forum di kawasan Kemayoran, Jakarta.

“Saya pernah diajak ketemu oleh anak-anak, karena ada pertemuan di Kemayoran, di PRJ Jakarta, di gedung apa saya lupa,” ucapnya.

Dalam pertemuan itu, Akhyar menyebut hadir sebagian dari kelompok yang dikenal sebagai sembilan naga. Sembilan naga ini juga sering disebut sebagai bagian oligarki.

“Sedang kumpul sebagian daripada sembilan naga. Tahu sembilan naga? Mungkin di sini belum mengenal,” katanya.

Ia menjelaskan, istilah sembilan naga awalnya merujuk pada sembilan pengusaha besar yang meraih kesuksesan bisnis. Namun, jumlah tersebut kini disebut telah bertambah.

“Sembilan naga itu mungkin awalnya sembilan orang yang bisnisnya sukses. Sekarang jumlanya delapan belas orang,” ungkapnya.

Lanjut Akhyar, delapan belas orang tersebut menguasai porsi yang sangat besar dari aset nasional.

“Delapan belas orang ini menguasai ekonomi dan aset-aset Indonesia tidak kurang dari delapan puluh dua persen aset seluruh dunia miliknya delapan belas orang ini,” sebutnya.

Ia bahkan menuturkan, dari kelompok tersebut terdapat satu orang dengan penguasaan aset yang sangat dominan.

“Bayangkan. Bahkan dari delapan belas ada satu orang yang asetnya melebih daripada lima puluh satu persen seluruh Indonesia,” terangnya.

Sementara itu, ia mengatakan bahwa pengusaha muslim hanya mendapat porsi yang jauh lebih kecil dari keseluruhan aset tersebut.

“Yang delapan belas persen dibagi pengusaha muslim. Pak JK, Pak Chairul Tanjung. Ini masuk delapan belas persen,” terangnya.

Ia mengaku tidak mengetahui secara pasti posisi pengusaha lain dari kalangan Nahdlatul Ulama.

“Tidak tahu saya pengusaha orang NU yang kaya di Sumatera Utara ini masuk berapa persen, saya tidak tahu,” imbuhnya.

Ia kemudian menyinggung beberapa nama pengusaha nasional yang dikenal luas.

“Pak JK yang perusahaannya banyak. Pak Aksa, Pak Chairul Tanjung yang punya apa itu, Alfa di mana-mana. Itu kebagian ngelompok ke delapan belas persen,” tandasnya.

Awalnya, Akhyar mengaku sempat meragukan informasi tersebut. Namun, keraguannya berkurang setelah ia menanyakan langsung kepada Jusuf Kalla.

“Saya semula kurang percaya. Saya tanya ke Pak JK. Apa betul? Ada satu orang yang asetnya melebih daripada lima puluh satu persen. Betul,” kuncinya.

Sumber: Fajar

Artikel terkait lainnya