DEMOCRAZY.ID – Sebuah kilang minyak utama Arab Saudi di pesisir Teluk menjadi sasaran serangan, Senin (2/3/2026).
Iran langsung dituding sebagai pelaku. Namun tudingan tersebut belum tentu benar.
Iran sendiri sudah membantah telah menyerang fasilitas penyulingan minyak di negara-negara Timur Tengah, termasuk Arab Saudi.
Bantahan itu disampaikan melalui sumber militer yang dikutip kantor berita Tasnim News.
Sumber militer Iran menyebut fasilitas minyak di kawasan tidak masuk dalam daftar target serangan Teheran.
“Itu bukanlah target serangan Iran,” tulis sumber militer via Tasnim News, dikutip Selasa (3/3/2026).
Menurut sumber tersebut, sasaran operasi Iran hanya difokuskan pada titik-titik kepentingan Amerika Serikat dan Israel di kawasan.
“Seluruh kepentingan Amerika dan Israel di mana pun di kawasan adalah target sah dan akan berada di bawah serangan,” masih dalam sumber yang sama.
Sumber dari Garda revolusi Iran: serangan yang menyasar Aramco Saudi subuh tadi dilakukan oleh Israel tapi mengatasnamakan Iran (False Flag).
Israel sangat ingin negara Arab khususnya Saudi turun langsung menyerag Iran agar keduanya hancur bersamaan. pic.twitter.com/OwNcGfYwHX— Hasmi Bakhtiar (@hasmibakhtiar) March 2, 2026
Pernyataan itu muncul setelah beredar laporan serangan drone yang menargetkan fasilitas pengolahan minyak milik Saudi Aramco di Ras Tanura.
Kompleks Ras Tanura yang terletak di pesisir Teluk Arab bukanlah kilang sembarangan.
Fasilitas ini merupakan salah satu penyulingan terbesar di Timur Tengah dengan kapasitas produksi 550.000 barel per hari (bpd) sekaligus terminal ekspor minyak mentah paling krusial bagi Arab Saudi.
Tasnim News juga melaporkan serangan ke kilang minyak utama Arab Saudi merupakan bagian dari skenario jahat AS-Israel.
Mengutip sumber militer, media tersebut menuding Israel sengaja menyerang kilang menggunakan drone lalu mengarahkan tudingan kepada Iran untuk mendiskreditkan Teheran.
“Tujuan Israel adalah untuk mengalihkan perhatian negara-negara regional dari kejahatannya dalam menyerang situs-situs sipil di Iran,” tulis sumber tersebut.
Sumber yang sama juga mengungkap dugaan target berikutnya.
“Menurut data yang diberikan kepada kami oleh sumber intelijen, pelabuhan Fujairah di UEA juga merupakan salah satu target berikutnya dari Israel dan rezim ini bermaksud untuk ,menyerangnya” masih dalam sumber yang sama.
Sumber: Inilah