Betavo Audio Gelar Workshop Edukasi Audio Bersama Emir Widya di Probolinggo

Betavo Audio Gelar Workshop Edukasi Audio Bersama Emir Widya di Probolinggo

Rangkaian tur edukasi dan demonstrasi produk audio profesional, Betavo East Java Tour, telah mencapai puncaknya di kota Probolinggo. Bekerja sama dengan pakar audio ternama, Emir Widya, acara ini berhasil mengumpulkan lebih dari seratus pegiat audio, pemilik rental sound system, dan teknisi lapangan yang antusias untuk mendalami teknis pengukuran suara yang presisi.

Dalam workshop ini, Betavo Audio tidak hanya memperkenalkan lini produk terbarunya, tetapi juga memberikan edukasi mendalam mengenai penggunaan perangkat lunak pengukuran akustik dan strategi membangun sistem audio yang efisien, sebuah ilmu krusial di tengah maraknya fenomena sound horeg di Jawa Timur.

Acara yang berlangsung meriah ini menjadi penutup yang manis dari serangkaian perjalanan Betavo Audio di Jawa Timur, setelah sebelumnya sukses menyambangi Lumajang, Banyuwangi, dan Bali. Tingginya antusiasme peserta di Probolinggo membuktikan bahwa para pelaku industri hiburan dan penyewaan alat pesta di daerah ini memiliki semangat belajar yang tinggi untuk meningkatkan kualitas layanan mereka.

Hal ini sejalan dengan visi Betavo Audio untuk menjadi mitra terpercaya yang menyediakan perangkat audio profesional dengan kualitas suara bertenaga, jernih, dan harga yang tetap terjangkau bagi pasar Indonesia.

Steven, selaku perwakilan dari Betavo Audio dan penyelenggara acara, mengungkapkan apresiasinya terhadap respon positif komunitas audio di Probolinggo. Menurutnya, tujuan utama dari tur ini bukan sekadar promosi, melainkan membangun ekosistem audio yang lebih cerdas dan berkualitas.

“Antusiasme di Probolinggo luar biasa. Ini membuktikan bahwa teman-teman di sini haus akan ilmu. Kami ingin memastikan bahwa produk Betavo tidak hanya dibeli, tetapi digunakan dengan maksimal melalui pemahaman teknis yang benar,” ujarnya.

blog.betavoaudio.com

Dukungan Pemerintah untuk Komunitas Sound Horeg

Acara ini juga mendapat perhatian khusus dari Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja setempat. Bapak Nurahman, yang mewakili dinas tersebut, turut hadir dan memberikan sambutan yang menggugah semangat para peserta.

Dalam pidatonya, ia menekankan pentingnya peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM) di industri kreatif, khususnya bidang tata suara.

“Saya berharap bapak-bapak yang hadir di sini bisa mengambil ilmunya, menangkap poin pentingnya, dan menerapkannya di lapangan. Persaingan di dunia sound system lapangan yang bagus saat ini sangat ketat, apalagi dengan maraknya sound horeg di era sekarang. Banyak sistem yang bersaing menyajikan suara yang enak. Maka dari itu, manfaatkan hari ini untuk berkonsentrasi penuh,” ujar Bapak Nurahman.

Ia juga menambahkan bahwa sebagai sesama pelaku usaha penyewaan dekorasi, ia memahami betul tantangan teknis yang dihadapi di lapangan.

blog.betavoaudio.com

Bedah Tuntas Teknis Pengukuran Audio: SmaartLive dan Manajemen Delay

Sesi utama workshop diisi oleh Emir Widya, seorang praktisi dan konsultan audio yang disegani. Materi yang dibawakan sangat teknis namun disampaikan dengan bahasa yang lugas agar mudah dipahami oleh berbagai kalangan, mulai dari pemula hingga profesional.

Salah satu fokus utama pembelajaran adalah penggunaan aplikasi SmaartLive untuk pengukuran respons frekuensi dan fase speaker.

Emir mendemonstrasikan perbedaan penggunaan perangkat lunak versi lama dengan versi terbaru, Smaart v9, yang dinilai lebih responsif dan akurat dalam membaca data akustik, terutama di lingkungan yang bising atau berangin.

“Angka-angka dalam pengaturan averaging bertujuan untuk memperlambat atau mempercepat software dalam mengambil data. Jika kita melakukan pengukuran di luar ruangan (outdoor) seperti pada acara sound horeg, kita perlu pembacaan yang lebih stabil agar data tidak terganggu oleh noise angin atau suara lingkungan,” jelas Emir.

Ia juga mempraktikkan cara mencari delay time atau selisih waktu kedatangan suara antara speaker utama (Main PA) dengan subwoofer.

Dalam demonstrasinya, Emir menunjukkan bahwa meskipun telinga manusia bisa mengira-ngira, penggunaan alat ukur memberikan kepastian data yang presisi hingga satuan milidetik.

Hal ini sangat krusial untuk memastikan bahwa suara bass dan mid-high sampai ke telinga audiens secara bersamaan, menciptakan koherensi fasa yang solid dan hentakan suara yang maksimal.

blog.betavoaudio.com

Menjawab Pertanyaan Klasik: Beli Box Dulu atau Speaker Dulu?

Salah satu momen pencerahan bagi banyak peserta adalah ketika Emir Widya menjawab pertanyaan fundamental yang sering membingungkan para perakit sound system: “Mana yang harus didahulukan, membeli box speaker atau membeli komponen speakernya dulu?”

Dengan tegas, Emir menyarankan untuk membeli komponen speaker terlebih dahulu. Alasannya sangat ilmiah dan mendasar. Setiap komponen speaker memiliki parameter Thiele/Small (T/S Parameters) yang unik.

Parameter ini mencakup data teknis seperti frekuensi resonansi (Fs), ekuivalen volume (Vas), dan faktor kualitas total (Qts).

“Kita harus beli speakernya dulu, lalu kita ukur respons frekuensi dan impedansinya. Dari data tersebut, barulah kita bisa mendesain box yang sesuai dengan karakteristik speaker itu. Jika kita membeli box jadi terlebih dahulu tanpa mengetahui spesifikasi speakernya, hasilnya seringkali tidak optimal. Suara bisa jadi tidak ‘keluar’ atau bahkan frekuensi bass-nya hilang,” papar Emir.

Edukasi ini sangat relevan bagi komunitas sound horeg yang seringkali merakit sistem audio mereka secara kustom (DIY) untuk mengejar SPL (Sound Pressure Level) yang tinggi.

blog.betavoaudio.com

Pentingnya Kualitas Kabel dalam Rantai Sinyal

Selain membahas pengukuran digital dan akustik, workshop ini juga menyoroti aspek fisik infrastruktur audio, yaitu perkabelan. Emir menjelaskan bahwa kabel bukan sekadar penghantar arus, melainkan komponen vital yang memengaruhi kualitas suara akhir.

Penggunaan kabel dengan bahan tembaga murni sangat disarankan dibandingkan kabel campuran aluminium atau bahan lain yang lebih murah. Ketebalan tembaga juga berpengaruh signifikan terhadap resistansi dan kemampuan kabel menghantarkan daya, terutama untuk speaker subwoofer yang membutuhkan arus besar.

Dalam konteks sound horeg yang menggunakan daya ribuan watt, penggunaan kabel berkualitas rendah dapat menyebabkan power loss (kehilangan daya) yang signifikan di tengah jalan, membuat amplifier bekerja lebih berat namun suara yang dihasilkan speaker justru loyo.

Produk Betavo: Solusi Audio Profesional yang Terjangkau

Di sela-sela materi edukasi, peserta juga diajak untuk melihat dan mendengar langsung performa produk-produk andalan Betavo Audio. Beberapa produk yang menjadi primadona dalam acara tersebut antara lain Power Amplifier Class H seri BHM-41000 dan Line Array VRX-115.

Peserta diajak untuk menilai kejernihan dan kekuatan suara yang dihasilkan. Banyak peserta, seperti Bapak Nurhadi dari 3D Audio Production, merasa terkesan dengan efisiensi dan tenaga yang dihasilkan oleh produk Betavo.

“Saya tertarik dengan power yang besar tadi, tenaganya cocok untuk mengangkat beban berat di lapangan. Untuk speaker neodymium 21 inchi-nya juga sangat menarik untuk kebutuhan sub,” ungkap Nurhadi saat diwawancarai di lokasi.

Betavo Audio memposisikan dirinya sebagai solusi bagi mereka yang membutuhkan professional audio gear yang mudah diakses. Produk-produk yang didemonstrasikan menunjukkan ketahanan (durability) yang tinggi, sebuah fitur wajib bagi peralatan yang sering dipindah-pindah dari satu panggung ke panggung lain.

Garansi dan dukungan teknis yang ditawarkan Betavo juga menjadi nilai tambah yang meyakinkan para pemilik rental untuk berinvestasi.

blog.betavoaudio.com

Antusiasme Komunitas dan Harapan ke Depan

Kesuksesan acara di Probolinggo ini tercermin dari penuhnya kuota peserta. Panitia mencatat lebih dari 100 peserta hadir, dan banyak lagi yang terpaksa tidak bisa masuk karena keterbatasan tempat. Mas Anggi, salah satu panitia lokal, menyebutkan bahwa jika tidak dibatasi, jumlah peserta bisa membludak hingga ratusan orang.

“Ini menunjukkan betapa besarnya minat komunitas sound horeg di Probolinggo terhadap ilmu audio yang benar,” ujarnya.

Para peserta berharap agar Betavo Audio dapat mengadakan acara serupa secara rutin, bahkan dengan durasi yang lebih panjang agar materi bisa dibedah lebih dalam.

“Ilmu tentang software Smaart v9 dan manajemen sistem tadi sangat berguna. Rugi banget bagi teman-teman yang tidak datang hari ini,” tambah salah satu peserta dari komunitas rental lokal.

Menutup acara, Steven menjanjikan bahwa Betavo Audio akan terus berkomitmen untuk mendukung kemajuan industri audio di Indonesia. Rencana tur ke depannya mencakup wilayah Jabodetabek, Sulawesi, hingga Sumatera.

“Kami ingin Betavo hadir tidak hanya sebagai penjual produk, tetapi sebagai partner edukasi. Sampai jumpa di kota-kota berikutnya dengan materi dan produk baru yang lebih inovatif di tahun 2025,” tutup Steven.

Dengan berakhirnya workshop di Probolinggo, Betavo Audio berharap para peserta dapat mengaplikasikan ilmu yang didapat untuk meningkatkan kualitas tata suara di acara-acara mereka.

Edukasi yang tepat, dipadukan dengan perangkat yang andal, adalah kunci untuk menghadirkan pengalaman audio yang memukau, baik di panggung hiburan maupun dalam tradisi sound horeg yang menjadi kebanggaan masyarakat Jawa Timur.

Artikel terkait lainnya