Berkas Kasus Epstein Ungkap ‘Tuduhan Serius’ Terhadap Donald Trump: Pelecehan Anak hingga Kematian Bayi!

DEMOCRAZY.ID – Dokumen Epstein, atau yang dikenal sebagai Epstein Files, kembali dirilis dan langsung menjadi sorotan dunia.

Berkas-berkas ini mencakup komunikasi internal FBI serta berbagai laporan pengaduan yang dikirim sebagai tips, di mana sebagian di antaranya menyebut Donald Trump dan sejumlah pihak lain yang memiliki hubungan sosial maupun profesional dengan Jeffrey Epstein.

Menariknya beberapa dokumen Epstein yang menyebut Trump dihapus dari situs Departemen Kehakiman AS (DOJ) usai beberapa jam dirilis pada akhir Desember lalu.

Meski demikian salinan dokumen tersebut telah banyak beredar di media sosial.

Bahkan pembawa acara CNN, Jake Tapper termasuk yang secara publik mencatat bahwa halaman tersebut telah dihapus.

Melansir laman Borna News¸Rabu 4 Februari 2026 ada salah satu pengaduan yang diajukan oleh salah satu korban terkait dengan Donald Trump.

Disebutkan dalam pengaduan itu, Trump memaksa seorang gadis berusia 13–14 tahun untuk melakukan oral seks.

Insiden ini terjadi sekitar 35 tahun lalu atau sekitar tahun 1991 di New Jersey.

Dokumen itu menyatakan bahwa seorang penyidik dikirim ke Washington untuk melakukan wawancara.

Pengaduan lain menyebutkan Trump secara rutin membayar seseorang untuk melakukan tindakan seksual dan bahwa ia hadir saat anak bayi korban dibunuh oleh seorang kerabat.

Dokumen itu juga mencatat bahwa tidak ada kontak yang dilakukan dengan pelapor.

Pengaduan terpisah, yang tidak mencantumkan informasi kontak, menyatakan bahwa pesta calendar girls di Mar-a-Lago milik Trump melibatkan anak-anak dan pelecehan seksual.

Dokumen itu juga menyebut beberapa tokoh publik hadir di acara tersebut.

Dalam laporan lain, seorang pengadu menyatakan menyaksikan jaringan perdagangan seks di Trump National Golf Club di Rancho Palos Verdes, California, pada pertengahan 1990-an.

Orang tersebut menyebut adanya ’ancaman’ dari kepala keamanan Trump jika ia menceritakan apa yang dilihatnya secara publik.

Tokoh lain yang disebut dalam berkas

Rilis terbaru juga memuat draf email yang ditulis Epstein untuk dirinya sendiri pada 2013, yang menyebut Bill Gates, salah satu pendiri Microsoft.

Dalam pesan itu, Epstein menulis bahwa Gates memintanya untuk menghapus beberapa email dan menyebut urusan pribadi.

Departemen Kehakiman AS belum memberikan penjelasan rinci mengenai alasan beberapa halaman dihapus setelah publikasi. Mereka menyatakan bahwa proses rilis dokumen masih berlangsung.

Bantahan Pihak Trump

Sementara itu, Trump secara konsisten membantah segala bentuk pelanggaran yang dikaitkan dengan Epstein dan hingga kini tidak pernah didakwa atas kejahatan apa pun oleh para korban Epstein.

Saat dimintai tanggapan mengenai tuduhan terbaru, pihak Gedung Putih dan Departemen Kehakiman merujuk pada pernyataan resmi yang disertakan dalam rilis dokumen tersebut.

“Sebagian dokumen memuat klaim yang tidak benar dan bersifat sensasional terhadap Presiden Trump, yang diserahkan ke FBI menjelang pemilu 2020. Untuk memperjelas, klaim tersebut tidak berdasar dan tidak benar. Jika memiliki sedikit saja kredibilitas, klaim itu pasti sudah lama digunakan sebagai alat untuk menyerang Presiden Trump,”demikian pernyataan Departemen Kehakiman AS dikutip dari laman BBC UK, Senin 2 Februari 2026.

Di sisi lain, dalam pernyataannya, Departemen Kehakiman menyebut bahwa sebagian dokumen memuat klaim yang tidak benar dan bersifat sensasional terhadap Presiden Trump, yang diserahkan ke FBI menjelang pemilu 2020 lalu.

Sumber: VIVA

Artikel terkait lainnya