Benang Merah Bandara IMIP Morowali, Prabowo Pegang Data Selisih Ekspor Nikel Yang Besar!

Benang Merah Bandara IMIP Morowali, Prabowo Pegang Data Selisih Ekspor Nikel Yang Besar!

✍🏻Gede Pasek Suardika

Polemik keberadaan Bandara IMIP Morowali terus saya cermati hingga kemudian saya buat status ini untuk bahan diskusi kebangsaan kita.

Diawali pernyataan menghentak Menhan Syafrie Syamsuddin tentang adanya negara dalam negara terkait keberadaan Bandara IMIP Morowali membuat keriuhan politik meninggi. Ada isu kedaulatan negara yang sensitif didalamnya.

Ada beberapa catatan yang bisa saya dapatkan atas polemik ini:

1. Menhan Sjafrie pertama kali melemparkan pernyataan yang begitu tegas “Negara didalam negara”, dibarengi adanya latihan pertempuran disana. Ini kode keras kalau sebenarnya tengah terjadi perang serius terkait kedaulatan kita.

https://nasional.kompas.com/read/2025/11/26/11050671/kala-menhan-tolak-republik-dalam-republik-saat-tinjau-bandara-di-morowali

2. Yang punya kewenangan yaitu Kemenhub blingsatan karena isunya langsung berdegup kencang…

Dan selain membantah ilegal ada kebijakan dadakan juga dilakukan ketika kasak kusuk soal ini sudah masuk tataran elit.

Menteri Perhubungan Cabut Status Internasional Bandara IMIP

https://www.tempo.co/ekonomi/menteri-perhubungan-cabut-status-internasional-bandara-imip-2094308

3. Namanya Indonesia, tidak cukup fokus soal apa yang terjadi disana tetai lanjut dengan bertemunya kembali lawan dan kubu Jokowi.

Senjata diarahkan ke Jokowi selaku penanggungjawab bahkan dituduh meresmikan. Namun kubu Jokowi mengelak kalau bukan Jokowi yang meresmikan. Perang bantah membantah makin menjadi.

Tapi saya tidak ingin fokus pada saling tudingnya. Saya malah tertarik pada sisi lain dari power game ini.

Sebab banyak juga Bandara siapapun yang resmikan teryata praktik ilegal banyak terjadi. Dari urusan Narkoba, TPPO, hingga pencucian uang dan itu tidak semua terkait siapa yang meresmikan. Tetapi siapa penanggungjawab pengelola dan pengawasnya.

4. Sebelumnya muncul pernyataan Presiden Prabowo yang mengaku sudah membeli data di luar negeri tentang ekspor tambang Indonesia ke berbagai negara di luar negeri.

Mahfud MD Sebut Prabowo Beli Data dari Asing, Ternyata Ada Selisih Ekspor

https://kabar24.bisnis.com/read/20251122/15/1930886/mahfud-md-sebut-prabowo-beli-data-dari-asing-ternyata-ada-selisih-ekspor

Apa hubungannya dengan isu Bandara ini?

Dari sini akan diketahui roadmap penyelundupan yang lebih otentik dan identik.

5. Saya melihat ada benang merahnya ketika Prabowo beri sinyal pengambilalihan tambang ilegal di Babel (Bangka Belitung) yang merugikan negara Rp 300 triliun.

Gebrakan ini langsung dengan cara perang.. karena TNI bersenjata lengkap turun ambil alih dan Kejagung melakukan proses hukumnya. Tegaskan di Babel lanjut sikat di Sulteng.

6. Apa kaitannya dengan Bandara IMIP Morowali di Sulteng?

Justru inilah tembakan berikutnya. Data ekspor Nikel ke China di Indonesia tercatat 1 juta ton sementara data yang dipegang Prabowo konon data impor Nikel China dari Indonesia ada 5 juta ton.

Jadi ada selisih yang lebih besar dari data aslinya.

Bocor? Tentu bukan. Ini adalah pekerjaan dimana penjajah dengan penjahat di kekuasaan Indonesia bekerjasama.

Bandara IMIP Morowali ternyata selain khusus melayani juga penerbangan penumpang dan cargo ke internasional.

Disinilah diduga nikel Indonesia dibawa keluar tanpa ada bayar pajak dan pengawasan.

Pertanyaannya, berapa lama itu dilakukan? Dan siapa yang teribat?
Tidak mungkin orang biasa melakukan itu.

7. Jika Babel diperkirakan Rp 300 T maka di IMIP Morowali diduga jauh lebih besar lagi.

Begitu jahatnya para penguasa yang bermain nikel dengan menghancurkan alam Indonesia sekaligus harapan kemakmuran bangsa ini. Inilah masalah seriusnya. Indonesia menghadapi VOC era baru penjajahan lewat perdagangan.

8. Sudah saatnya proses hukum dijalankan dan ambil alih semua pengelolaan tambang tersebut.

Tangkap dan penjarakan serta miskinkan para penjahatnya. Penjahatnya pasti punya pangkat dan kuasa. Bila perlu ikuti pemimpin Burkina Faso di Afrika yaitu Ibrahim Traore yang mengusir dan mengambil alih tambang emas untuk dikelola demi kepentingan rakyat.

Disini saatnya Nikel Indonesia dikembalikan untuk kesejahteraan rakyat Indonesia. Tangkap miskinkan para penjahat penguasa sebelumnya. Siapapun yang terlibat. Sudah sangat jahat sejahat jahatnya praktik ini.

9. Tentu harapan kita semua jangan sampai pembongkaran saat ini hanya sesaat dan ujungnya hanya berganti tuan saja.

Berantas tuntas dan kembalikan kepada kepentingan negara. Kalau hanya berganti tuan ya sama saja.

Kita berharap cara cerdas cerdik ala Presiden Prabowo ini bisa membongkar segala penyelundupan hasil bumi pertiwi kita dan selanjutnya dibuatkan skema pengelolaan untuk kemakmuran rakyat.

Kita lihat apakah setelah ini terjadi lonjakan hasil penjualan tambang Indonesia atau masih sama saja dengan dahulu. Jika sama dan datar..ahhh ini hanya gebrakan ganti tuan akibat ganti kekuasaan.

Semoga saja tidak. Ini gebrakan untuk momentum rakyat bisa lebih sejahtera.

Artikel terkait lainnya