Beijing Meradang! China Semprot Trump Soal Ambisi ‘Caplok’ Greenland: Jangan Bawa-Bawa Kami!

DEMOCRAZY.ID – Langkah kontroversial Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, yang kembali menggaungkan ambisi mencaplok Greenland, memicu reaksi keras dari Beijing.

China merasa dongkol dan menuding Washington sengaja menyeret nama mereka hanya demi memuluskan kepentingan pribadi.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Mao Ning menegaskan bahwa AS tidak sepatutnya menggunakan China dan Rusia sebagai ‘kambing hitam’ untuk membenarkan tindakan ekspansif mereka.

“AS tidak boleh menggunakan negara lain sebagai dalih untuk mencari keuntungan pribadi,” ujar Mao Ning dalam konferensi pers di Beijing, Senin (12/1/2026).

Tepis Tudingan Trump

Pernyataan keras ini muncul setelah Trump pada Minggu (11/1/2026) mengeklaim bahwa AS perlu mengambil alih Greenland guna membentengi wilayah tersebut dari pengaruh China dan Rusia.

Namun, Mao Ning dengan tegas membantah tudingan itu.

Ia menekankan bahwa aktivitas Beijing di Arktik murni demi perdamaian dan pembangunan berkelanjutan.

Menurutnya, kawasan Arktik adalah kepentingan bersama komunitas internasional, bukan ladang perebutan kekuasaan.

“Hak dan kebebasan negara untuk beraktivitas sesuai hukum di Arktik harus sepenuhnya dihormati,” tambahnya.

Ambisi Liar Trump dan Ancaman NATO

Pasca-insiden di Venezuela yang berujung pada penculikan Presiden Nicolas Maduro, Trump tampaknya makin percaya diri.

Baginya, Greenland adalah aset krusial bagi keamanan nasional AS. Namun, ambisi ini menjadi ‘api dalam sekam’ bagi aliansi Barat.

Para pemimpin Eropa telah melayangkan peringatan keras.

Jika Washington nekat menyentuh kedaulatan Greenland, kerja sama di bawah payung NATO terancam bubar. Namun, bukan Trump namanya jika gentar.

Ia dikabarkan bersikap masa bodoh dan merasa NATO-lah yang justru sangat bergantung pada Negeri Paman Sam.

Jenderal AS Mulai Menentang

Laporan terbaru dari media Inggris, Daily Mail, mengungkapkan bahwa Trump tidak sekadar menggertak.

Ia dilaporkan telah memerintahkan Komando Operasi Khusus Gabungan (JSOC) untuk menyusun rencana invasi ke pulau terbesar di dunia tersebut.

Meski perintah sudah turun, jalan Trump tidak akan mulus.

Kabarnya, barisan jenderal di Pentagon mulai menunjukkan sikap menentang rencana yang dianggap gila tersebut.

Kini, dunia menunggu: apakah obsesi Trump terhadap Greenland akan menjadi kenyataan, atau justru menjadi pemicu keretakan permanen hubungan internasional.

Sumber: Inilah

Artikel terkait lainnya