Bantah Tudingan Roy Suryo Cs Soal Foto Dumatno di Ijazah Jokowi, Andi Azwan Beber Hasil RetinaFace

DEMOCRAZY.ID – Keaslian foto di ijazah sarjana Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) terus menjadi polemik.

Pihak Roy Suryo Cs terus menuding bahwa foto di jazah itu bukan Jokowi tapi Dumatno Budi Utomo.

Sementara dari pihak Jokowi melalui Ketua Umum Jokowi Mania (Joman) Andi Azwan membantah keras hal itu.

Terbaru, di acara Rakyat Bersuara iNews TV, Andi Azwan membeber fakta terbaru tentang foto tersebut.

Awalnya Andi Azwan mengungkap foto yang disebut-sebut pihak Roy Suryo sebagai anak Dumatno, adalah sebenarnya foto Dumatno.

“Saya sudah bertemu dan kemarin saya sudah jelaskan dan saya sudah kirim ke Aiman juga. Iya. Itu adalah Dumatno, bukan anaknya ya. Dan ini yang dibilang adalah Dumatno yang dianalisis oleh Roy Suryo itu kan bohong,” tegas Andi Azwan dikutip dari tayangan youtube Official iNews pada Rabu (26/11/2025).

Andi Azwan lalu mengungkap hasil retina face yang dilakukan pada foto Dumatno dengan foto Jokowi ketika bertunangan, dan hasilnya tidak cocok.

“Ketika kita cek dengan retinaface ya dan arc face. Retina face itu untuk detail wajah berdasarkan retina. Ada dari mata, sudut dari bibir, hidung ya. Kemudian itu di algoritma yang mutar, yang jalan. Hasilnya disamakan di sini, hasilnya tidak cocok. Tidak cocok,” terangnya.

Kemudian Andi Azwan juga menunjukkan foto dia bersama Dumatno yang dicocokkan dengan foto terbaru Dumatno, dan hasilnya cocok.

“Ini baru tahun ini ya, beberapa hari lalu ya,” katanya.

Intinya, lanjut Andi Azwan, foto yang ada di scan ijazah Jokowi, bukan lah Dumatno, seperti yang diklaim oleh Rustam Effendi.

Pernyataan Andi Azwan ini terus dipotong oleh Roy Suryo.

Roy terus meminta agar Dumatno dihadirkan di acara tersebut.

“Dumatnonya mana? Dumatnonya saya mau ketemu. Ini kalau yang nerangin ini misalnya pakar forensik, saya percaya. Saya enggak percaya yang nerangin cuma Andi Aswar. Mana kredibel? Siapa dia? Jelasin sama palsu aja bisa. Ini aja palsu,” sergah Roy Suryo.

Sebelumnya, tudingan bahwa foto di ijazah Jokowi adalah Dumatno diucapkan Roy Suryo dan Rustam Effendi.

Rustam bahkan mengklaim anak Dumatno yang membongkar foto tersebut.

“Jadi hasil dari analisis Mas Roy, dokter Tifa dan Bang Rismon, agak unik buat saya, justru dengan mentersangkakan saya nih, saya malah berterima kasih. Artinya Jokowi akan dihadirkan di pengadilan, rakyat akan melihat, Jokowi akan dipertanyakan dengan foto yang ada di situ (ijazah),” katanya seperti dikutip dari YouTube Rakyat Bersuara yang tayang pada Selasa (12/11/2025).

Rustam menceritakan bahwa keponakannya berteman dengan anak Dumatno.

Ia lalu diberikan foto Dumatno oleh keponakannya.

“‘Om-om, saya kirim foto ini om. Ini om, teman saya anaknya Dumatno. Kalau dia mengakui foto yang di ijazah Jokowi itu foto bapaknya’. Anaknya saya kurang tahu namanya. Dia mengatakan kalau foto yang di ijazah Jokowi itu adalah foto bapaknya. Anaknya itu cerita ke keponakan saya,” kata Rustam.

Rustam meminta agar anak Dumatno dan keponakannya dihadirkan di pengadilan agar publik bisa melihat langsung kebenaran dari pernyataannya itu.

“Nanti kita panggil aja anaknya Dumatno, panggil keponakan saya nanti di pengadilan supaya clear hari ini supaya tidak ada bohong di antara kita,” pungkasnya.

Tudingan Roy Suryo

Dalam tayangan Youtube Rakyat Bersuara, Rabu (12/11/2025), Roy Suryo yang kini berstatus tersangka meyakini bahwa pria dalam foto ijazah itu bukanlah Jokowi.

“Orang di foto itu namanya Dumatno Budi Utomo bukan Joko Widodo,” katanya.

Roy Suryo melanjutkan ciri-ciri fisik di foto ijazah itu berbeda dengan wajah Jokowi yang selama ini dikenal publik.

“Bibirnya bukan bibir Jokowi, lehernya bukan leher Jokowi. Itu Dumatno,” katanya.

Dumatno Budi Utomo juga disebut sebagai sepupu presiden Jokowi.

“Dumatno adalah sepupunya Joko Widodo, dia pemilik sarana bulu tangkis di Solo kemudian Komisaris di PT Toba. Ya, tahu lah Toba itu miliknya siapa,” katanya.

Lebih lanjut, Roy Suryo menilai profil Dumatno cocok dengan rentang usia saat ijazah itu dibuat.

“Dumatno lahir tahun bulan Juli tahun 1977, maka dia profilnya cocok banget sebagai mahasiswa seperti ini. Ijazah itu dibuat kira-kira pada tahun 2010-2012,” katanya.

Roy Suryo, Rismon, dan dokter Tifa akan hadiri pemeriksaan perdana sebagai tersangka di Polda Metro Jaya, Kamis (13/11/2025).

“Terkait pemanggilan kami akan memenuhi panggilan itu sebagai warga negara yang baik, kami mau tunjukkan pada publik tidak ada rasa takut sedikitpun terkait status hukum dan pemanggilan dari penyidik ini adalah proses prosedur hukum biasa,” ucap Kuasa Hukum Roy Suryo Cs, Ahmad Khozinudin.

Sumber: Tribun

Artikel terkait lainnya