DEMOCRAZY.ID – WAKTU setelah shalat Shubuh adalah waktu yang sangat istimewa.
Ia adalah detik-detik awal terbitnya cahaya, pintu rezeki mulai dibuka, dan keberkahan hari mulai mengalir.
Tapi sayang, justru banyak dari kita memilih untuk kembali menarik selimut, melewatkan waktu emas ini dengan tidur…
Padahal, para ulama salaf sangat membenci tidur setelah Shubuh, karena mereka memahami betul nilai besar yang terkandung dalam waktu ini.
Nabi Muhammad ﷺ bersabda:
“Ya Allah, berkahilah umatku di waktu pagi mereka.” (HR. Abu Dawud, no. 2606)
Hadis ini menunjukkan bahwa pagi hari adalah waktu utama Allah menurunkan keberkahan.
Tidur setelah Shubuh justru menjadi penyebab hilangnya keberkahan dalam hidup, rezeki menjadi sempit, dan hati terasa gelisah tanpa sebab.
Ibnu Qayyim rahimahullah berkata:
“Di antara hal yang sangat dibenci oleh para ulama adalah tidur setelah shalat Shubuh, karena waktu tersebut adalah waktu untuk memperoleh ganjaran, keberkahan, dan rezeki.”
Mereka tidak sekadar bangun untuk shalat, lalu tidur lagi. Tapi mereka gunakan waktu itu untuk berzikir, membaca Al-Qur’an, berdoa, atau memulai aktivitas yang bermanfaat.
Beberapa bahaya yang disebutkan oleh para ulama jika seseorang membiasakan tidur setelah Shubuh antara lain:
Banyak kisah inspiratif dari ulama yang membuktikan pentingnya waktu pagi:
Imam Asy-Syafi’i menghafal pelajaran di pagi hari.
Hasan Al-Bashri berkata:
“Pagi hari adalah waktu tercerah untuk akal dan hati.”
Jika kamu terbiasa tidur setelah Shubuh, bukan berarti tak bisa berubah. Mulailah dari hal kecil:
Tidur setelah Shubuh bukan sekadar kehilangan waktu, tapi kehilangan keberkahan.
Maka jangan heran jika rezeki seret, hati terasa mati, dan hidup tanpa arah—semua bisa jadi karena kita menutup mata saat Allah membuka pintu langit-Nya.
“Kita bukan kekurangan waktu, tapi kita menyia-nyiakan waktu paling berkah dalam hidup.” — (Renungan Ulama Salaf)
Bangkitlah bersama cahaya Shubuh. Karena hidup yang diberkahi dimulai bukan saat bangun siang, tapi saat tidak kembali tidur setelah Shubuh.