DEMOCRAZY.ID – Menyikapi peristiwa Ijazah yang sangat fenomenal akhir-akhir ini yang disuguhkan oleh berbagai media kepada masyarakat, ARM (Aliansi Rakyat Menggugat) berencana akan menggelar aksi unjuk rasa di depan Istana Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka di Jalan Kebon Sirih Jakarta Pusat pada Rabu, 28 Januari 2026.
Saat dikonfirmasi, Koordinator Aksi dari ARM (Aliansi Rakyat Menggugat) Menuk Wulandari membenarkan adanya agenda tersebut.
“Iya benar kami akan melakukan unjuk rasa di depan Istana Wapres” kata Menuk, Selasa (27/01/2026).
Saat ditanya oleh awak media tentang apa saja tuntutan yang akan disampaikan, koordinator aksi tersebut tidak bersedia memaparkan secara rinci.
“Besok aja ya bisa dilihat di poster-poster dan spanduk yang akan kami bentangkan,” jawabnya.
Menuk menyampaikan bahwa aksi tersebut rencananya akan dihadiri oleh beberapa tokoh nasional, aktivis, akademisi, emak-emak dan mahasiswa serta beberapa ormas dan elemen masyarakat.
“Insya Allah aksi unjuk rasa besok akan dihadiri oleh Pak Said Didu, Marwan Batu Bara, RRT, Ormas PEJABAT, bang Jalih Pitoeng serta emak-emak dan mahasiswa” katanya.
Dihubungi melalui sambungan telepon, Ketua presidium ASELI (Aliansi Selamatkan Indonesia) yang juga merupakan penggugat prinsipal terhadap Jokowi pada 2021 di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat ini mengatakan bahwa dirinya akan hadir untuk mengawal sekaligus menyemangati kawan-kawan aktivis lainnya dalam memperjuangkan kebenaran dan keadilan.
“Insya Allah saya akan hadir dalam aksi besok di depan istana Wapres,” ungkap Jalih Pitoeng, Selasa (27/01/2026).
“Selain mengawal, kita juga ingin terus menyemangati kawan-kawan kita para aktivis lainnya yang saat ini sedang berjuang,” sambungnya menegaskan.
Menurut inisiator persaudaraan Tapol dan Napol di era rezim Jokowi ini, memberi semangat kepada para aktivis yang sedang berjuang, bahkan sedang ditersangkakan adalah bentuk kepedulian kita sebagai rakyat kepada orang-orang yang sedang membela kepentingan rakyat itu sangat penting.
“Sebagai mantan Tahanan di era Jokowi, saya sangat dapat merasakan apa yang kawan-kawan kita rasakan saat ini,” ungkap Jalih Pitoeng.
“Oleh karena itu kita sebagai masyarakat yang menggantungkan harapan agar terungkapnya tabir Ijazah tersebut kepada mereka, maka kita harus terus memberikan dukungan penuh dan semangat agar polemik yang berkembang dan bergulir sejak adanya isu ESEMKA hingga keraguan masyarakat tentang ijazah Gajah Mada ini bisa dituntaskan secara totalitas,” pungkas Jalih Pitoeng.
Sumber: RadarAktual