Apakah Pemuda WFT yang Ditangkap Polisi Hacker Bjorka Asli? Ini Kata Pemerhati Keamanan Siber!

DEMOCRAZY.ID – Direktorat Reserse Siber Polda Metro Jaya menangkap WFT yang diduga sebagai Bjorka pada Selasa (23/9/2025) di Minahasa, Sulawesi Utara.

Adapun penangkapan itu bermula saat adanya laporan sebuah bank swasta atas unggahan data nasabah yang dituliskan WFT di platform X.

Saat itu WFT tengah menggunakan akun X bernama @Bjorkanesiaa.

Dalam pesan tersebut, WFT mengklaim memiliki akses ke 4,9 juta data nasabah dan bahkan mengirim pesan langsung ke akun resmi bank tersebut.

“Pelaku mengaku telah meretas sistem bank dan mempublikasikan informasi nasabah di situs gelap, serta mencoba menjualnya,” kata Wakil Direktur Reserse Siber Polda Metro Jaya, AKBP Fian Yunus, Kamis (2/10/2025).

Fian menjelaskan, data yang diunggah WFT ternyata berasal dari Breach Forums dan disebarkan ulang di Dark Forums untuk menimbulkan keresahan.

WFT disebut menerima pembayaran dalam bentuk kripto dan rutin mengganti akun untuk menyamarkan identitas.

Selain memakai nama Bjorka, pelaku juga sempat menggunakan alias lain seperti SkyWave, ShinyHunters, dan Opposite6890.

Sementara itu, akun Instagram, @Bjorkanism pun merespons penangkapan WFT.

Ia menuliskan dalam fitur Instagram Story, dirinya masih bebas dan mengimbau agar Badan Gizi Nasional tetap waspada akan penyebaran data dari instansi tersebut.

“Yes im still ALIVE and FREE just take care of your stupid nutrition agency, focus on the issues in your country, dont talk about me, before i reveal that damn data (Ya, aku masih HIDUP dan BEBAS. Urus saja badan gizi bodohmu itu, fokus pada masalah di negaramu, jangan bicara tentang aku, sebelum aku ungkap data terkutuk itu),” tulis akun Instagram @Bjorkanism pada Sabtu (4/10/2025).

Tulisan @Bjorkanism ini kemudian ditangkap layar dan tersebar luas di media sosial.

Lalu, apa benar WFT merupakan sosok Bjorka yang sempat viral pada tahun 2022? Dan siapa sosok pengguna akun Instagram @Bjorkanism?

Benarkah WFT merupakan Bjorka asli?

Pemerhati keamanan digital di Yogyakarta, Yerry Niko Borang, mengatakan dirinya tidak bisa menyimpulkan bahwa WFT adalah Bjorka asli atau bukan.

Namun, keaslian sosok Bjorka hanya bisa diungkap lewat data-data yang dimiliki oleh Kepolisian.

“Saat ini hanya polisi yang bisa verifikasi ini, kecuali kasus dan datanya dibuka untuk mata publik, para ahli forensik siber, dan sebagainya,” kata Yerry saat dihubungi Kompas.com, Minggu (5/10/2025).

Menurut dia, untuk saat ini hanya klaim polisi yang menjadi santapan masyarakat, tidak ada data atau sumber lain.

“Jadi, ini menjadi persoalan terkait keyakinan antara percaya atau tidak percaya,” lanjut dia.

Yerry menjelaskan, cara untuk mengetahui apakah WFT adalah Bjorka asli atau tidak yakni dengan dibukakannya data bukti-bukti yang ditemukan kepolisian kepada publik.

Termasuk membandingkan bukti yang ditemukan polisi dan membandingkan dengan data-data lain yang berkaitan.

“Tanpa adanya perbandingan data dan pembukaan kasus untuk umum, akan sulit mengungkap identitas WFT,” kata dia.

Ia menambahkan, apabila polisi menutup transparansi data yang berkaitan dengan Bjorka dengan WFT, maka semua berita hanya menjadi opini dan rumor belaka.

“Intinya dalam kasus ini tidak ada yang bisa membuktikan apa-apa soal Bjorka kecuali polisi,” kata Yerry.

Soal akun @Bjorkanism di Instagram

Menanggapi fenomena akun @Bjorkanism di Instagram, Yerry menyampaikan, sebaiknya warganet fokus pada pesan yang dituliskan pengunggah.

Menurut dia, hal itu lebih penting ketimbang meributkan siapa sosok asli Bjorkanism.

“Kalau saya melihat sosok Bjorka ini tidak perlu diributkan asli atau tidak, yang penting pesan apa sih yang ingin disampaikan Bjorka,” ujar Yerry.

Adapun pesan Bjorkanism yang dimaksud adalah warganet diminta untuk fokus terhadap operasional Badan Gizi Nasional (BGN).

Seperti kita tahu, saat ini BGN adalah wadah yang bertanggung jawab atas penggerakan program Makanan Bergizi Gratis (MBG).

Selain itu, Yery mengimbau kepada masyarakat atau warganet untuk tidak panik jika ada akun yang mengatasnamakan Bjorka menyebarkan suatu informasi.

“Seharusnya tidak perlu panik, perkuat analisis dengan membandingkan, dan tidak asal sebar. Dan sebenarnya selalu teliti dalam bertindak,” kata Yerry.

Menurut dia, tindakan tidak asal sebar ini mencegah situasi semakin keruh, terlebih model media sosial saat ini hanya akan menambah dan memperkuat algoritma pertikaian.

“Kalau secara umum, pesan Bjorka itu simple. Tetap kritis dan awasi kinerja pemerintah yang merupakan hak warga negara. Saya kira pesannya sudah jelas ya,” imbuhnya.

Bagaimana cara warganet untuk verifikasi kebenaran?

Menilik informasi akun Instagram @Bjorkanism yang menyebarkan informasi dan ancaman penyebaran data BGN, Yerry mengimbau kepada masyarakat untuk tidak mudah percaya.

Ia menyarankan agar masyarakat melakukan verifikasi kebenaran informasi sebelum disebarluaskan.

Namun, menurut dia, hampir mustahil bagi orang biasa melakukan verifikasi data mandiri.

“Hampir mustahil dilakukan warga biasa yang tanpa latihan, butuh pengetahuan dan skill, seperti belajar coding dan hal-hal teknis,” kata Yerry.

Meski begitu, cara sederhana yang bisa diterapkan masyarakat adalah dengan mengecek informasi yang beredar di Google dan lihat apakah informasi itu sudah diberitakan atau belum.

Tindakan ini termasuk membandingkan informasi dengan berita yang sudah jelas konfirmasinya.

“Perlu lakukan perbandingan berita dulu sebelum menyebarkan informasi. Kemudian, cek situs-situs berita dan website antihoaks,” ucap Yerry.

Sumber: Kompas

Artikel terkait lainnya