DEMOCRAZY.ID – Ketua Majelis Syura Partai Ummat Prof Amien Rais melontarkan pernyataan keras terkait legitimasi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Dalam video yang diunggah di kanal YouTube-nya Sabtu (11/10/2025) berjudul “Impian Dinasti dan Nepotisme Sudah Berakhir”, politisi senior itu mempertanyakan kelayakan Gibran menduduki jabatan wakil presiden.
Amien mengutip kesimpulan pakar telematika Roy Suryo yang menyatakan bahwa “99,99 persen Gibran tidak punya ijazah SMA.”
Menurutnya, Gibran hanya belajar bahasa Inggris di Australia selama enam bulan dan tidak lulus.
“Pak Katonde, Pak Ikhsan Katonde dari bukti itu 99,9 persen tidak memenuhi Undang-Undang Pemilu nomor 7 tahun 2017 pasal 169, yaitu seorang calon wakil presiden minimal berijazah SMA, SMK atau sederajat,” ujar Amien dalam video berdurasi delapan menit tersebut.
Amien tegas menuntut Gibran segera mundur dari jabatannya.
“Bila memang benar Gibran tidak punya ijazah setara SMA atau SMK, berarti Gibran harus segera mundur secepat mungkin dari kursi Wapres, kursi terpenting nomor dua di Indonesia,” tegasnya.
Mantan Ketua MPR RI ini bahkan menyebut bangsa Indonesia telah “ditipu” oleh Jokowi selama dua periode kepresidenannya (2014-2019 dan 2019-2024), dan kini dilanjutkan oleh anaknya sejak Oktober 2024.
“Ternyata keduanya bapak dan anak itu penipu ulung, big liars. Dan ini harus dijadikan catatan penting bagi KPU, jangan lagi gegabah meloloskan big liar, penipu besar, duduk di kursi presiden,” kata Amien dengan nada kritis.
Amien juga mengingatkan Presiden Prabowo Subianto untuk tidak melindungi Jokowi dari tuntutan hukum.
Ia menyebut ada dua jenis kejahatan dalam hukum pidana: crime of commission (kejahatan melakukan) dan crime of omission (kejahatan mendiamkan).
“Kalau Pak Prabowo diam saja dan membiarkan rangkaian kejahatan yang dipimpin Jokowi, maka saya khawatir Pak Prabowo secara tidak sadar telah melakukan crime of omission, karena mentoleransi kejahatan Jokowi yang sudah gawat kelewat-lewat itu,” ujarnya.
Amien menuduh Jokowi selama 10 tahun telah merobohkan sendi-sendi demokrasi dan membiarkan kekayaan alam Indonesia, terutama di sektor pertambangan, “dirampok” oleh korporasi asing 24 jam sehari.
Politisi berusia 80 tahun ini menyatakan bersyukur bahwa impian dinasti politik keluarga Jokowi telah berakhir.
“Dengan ijazah SMA-nya yang palsu, andalan terakhir Gibran, si Gibran ini tidak akan bisa lagi menjadi capres atau cawapres karena memang tidak punya ijazah SMA yang sah,” katanya.
Amien menyebut situasi ini sebagai “anugerah dari langit” dan mengajak mayoritas bangsa Indonesia yang menurutnya “masih sehat dan waras” untuk bersyukur.
“Percobaan gila-gilaan oleh keluarga Jokowi mau membangun dinasti dan nepotisme sudah berakhir, sudah selesai riwayatnya. Kita bersyukur pada Allah Subhanahu wa taala,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari Gibran Rakabuming Raka, Istana Wakil Presiden, maupun tim hukum keluarga Jokowi terkait tuduhan serius yang dilontarkan Amien Rais.
Sumber: JakartaSatu