Aktivis NU Bingung Melihat Sikap Prabowo: Menangis Untuk Palestina, Tapi Gabung Board of Peace Bersama AS–Israel

DEMOCRAZY.ID – Aktivis Nahdlatul Ulama, Umar Hasibuan (Gus Umar), melontarkan kritik terhadap sikap Presiden Prabowo Subianto terkait isu Palestina.

Ia mengaku bingung melihat sikap Prabowo yang dinilai menunjukkan empati terhadap rakyat Palestina, namun di sisi lain Indonesia dikabarkan terlibat dalam forum internasional yang disebut Board of Peace (BoP).

Melalui unggahan di media sosial, Gus Umar menyoroti momen ketika Prabowo terlihat emosional saat menyaksikan penyaluran bantuan kemanusiaan dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) untuk rakyat Palestina.

“Saya bingung lihat Presiden Prabowo ini. Tiba-tiba dia menangis melihat bantuan Baznas untuk Palestina. Tapi dia gabung Board of Peace dengan Israel yang didukung Amerika yang telah membunuh puluhan ribu warga Gaza. Bapak ini kenapa ya?” tulis Gus Umar, Ahad (8/3/2026).

Pernyataan tersebut memicu perdebatan di ruang publik, terutama di media sosial.

Sejumlah pihak menilai kritik Gus Umar sebagai bentuk kegelisahan masyarakat terhadap konsistensi sikap Indonesia dalam membela perjuangan rakyat Palestina.

Sebagaimana diketahui, konflik di Gaza antara Israel Defense Forces dan kelompok perlawanan Palestina yang dipimpin Hamas telah menimbulkan korban jiwa dalam jumlah besar serta krisis kemanusiaan yang serius.

Di sisi lain, pemerintah Indonesia menyatakan bahwa keterlibatan dalam forum perdamaian internasional justru dimaksudkan untuk memperkuat peran Indonesia dalam mendorong solusi damai dan membantu proses rekonstruksi Gaza.

Presiden Prabowo sebelumnya juga menegaskan bahwa Indonesia tidak akan mendukung langkah apa pun yang merugikan rakyat Palestina.

Pemerintah disebut akan mengevaluasi keterlibatan dalam forum internasional tersebut jika tidak memberikan manfaat nyata bagi perjuangan dan kesejahteraan rakyat Palestina.

Isu ini pun menambah dinamika perdebatan mengenai arah kebijakan luar negeri Indonesia di tengah memanasnya situasi geopolitik di Timur Tengah.

Bagi sebagian kalangan, keterlibatan Indonesia dalam forum perdamaian internasional merupakan peluang diplomasi.

Namun bagi yang lain, langkah tersebut dinilai berisiko menimbulkan persepsi bahwa Indonesia berada dalam satu forum dengan negara yang selama ini dikritik atas operasi militer di Gaza.

Perdebatan ini diperkirakan masih akan terus bergulir seiring meningkatnya perhatian publik Indonesia terhadap konflik Palestina yang telah lama menjadi isu sensitif dan mendapat simpati luas dari masyarakat.

Sumber: JakartaSatu

Artikel terkait lainnya