DEMOCRAZY.ID – Advokat Ahmad Khozinudin, S.H., Koordinator Non Litigasi Tim Advokasi Anti Kriminalisasi Akademisi & Aktivis, kembali menegaskan bahwa kajian ilmiah terkait keaslian ijazah Presiden Joko Widodo yang dilakukan Dr. Rismon Hasiholan Sianipar tidak dapat dibantah oleh klaim relawan maupun pendukung politik.
Dalam pernyataannya, Ahmad Khozinudin menyampaikan apresiasi kepada Dr. Ing. H. Ridho Rahmadi, S.Kom., M.Sc. yang telah membuat video review singkat mengenai buku Jokowi White Papers—dokumen yang memuat hasil penelitian ilmiah Dr. Rismon terkait dugaan pemalsuan ijazah Jokowi.
Menurutnya, meski durasi video itu pendek, isinya mampu menggambarkan landasan metodologi, proses analisis, serta kesimpulan berbasis teknik matematika kuantitatif dan Digital Process Imaging yang digunakan Dr. Rismon.
Hasil kajian tersebut, kata dia, menyimpulkan bahwa ijazah Jokowi “11.000 triliun persen palsu”.
“Dalam tradisi ilmiah, ilmuwan bisa saja keliru, namun haram bagi seorang ilmuwan untuk berbohong,” ujar Ahmad Khozinudin kepada wartawan, Senin (24/11/2025).
Ia menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ada temuan ilmiah lain yang membatalkan hasil penelitian Dr. Rismon.
Bahkan, review ilmiah dari Ridho Rahmadi dianggap memperkuat kesimpulan awal.
Khozinudin juga menyoroti klaim yang disampaikan Ketua Joman, Andi Azwan, yang menyatakan bahwa ijazah Jokowi asli dengan menunjukkan hasil scan pada program Rakyat Bersuara Inews TV.
Ia menyebut klaim tersebut tidak memiliki nilai akademik maupun metodologis.
Menurut Khozinudin, terdapat dua alasan utama mengapa klaim Andi Azwan dianggap tidak valid:
“Andi Azwan bukan peneliti. Ia hanya pendukung Jokowi. Sehingga apa pun yang dikatakan Jokowi akan dibelanya,” katanya.
Khozinudin menyebut ada indikasi editing dan manipulasi pada dokumen yang ditampilkan Andi Azwan. Ia bahkan menilai tindakan itu berpotensi melanggar Pasal 32 dan 35 UU ITE.
Ia mengungkapkan bahwa Dr. Rismon dan Dr. Roy Suryo telah mengidentifikasi dugaan manipulasi tersebut dan akan membeberkannya dalam forum publik.
Ia menegaskan bahwa hasil kajian ilmiah berbasis matematika tidak dapat dipatahkkan oleh tekanan politik atau opini relawan sekalipun.
“Matematika tidak pernah bohong,” tegasnya.
“Sementara Jokowi sudah terlalu sering terbukti berbohong, dari Esemka hingga klaim uang Rp 11.000 triliun di kantong.”
Khozinudin pun menutup pernyataannya dengan mempertanyakan: “Lalu, apa lagi yang mau dibantah dari temuan ilmiah Dr. Rismon?”
Sumber: RadarAktual