Ahli Digital Forensik Heran Rismon Sianipar Tulis ‘Surat Kematian’ Diri Sendiri: Bikin Geleng-Geleng!

DEMOCRAZY.ID – Ahli Digital Forensik, Josua Sinambela, merasa heran dengan kelakuan Rismon Sianipar yang menulis surat kematian dirinya sendiri karena tidak bisa mengembalikan beasiswa.

Rismon sebelumnya diketahui mendapat Monbukagakusho, yakni beasiswa dari pemerintah Jepang melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Olahraga, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Jepang,

Namun, Ketum Relawan Jokowi Mania, Andi Azwan menyebut Rismon tidak selesai kuliah, sehingga dia membuat surat kematian karena tidak bisa membayar denda pengembalian beasiswa dari pemerintah Jepang.

Kendati demikian, kala itu Andi belum bisa menyebutkan dia mendapatkan informasi itu dari siapa.

Kemudian kini pemilik kanal YouTube Bang Bill Offside, Taufik Bilhaki, yang melaporkan ijazah S2 dan S3 Rismon palsu, mengatakan bahwa surat kematian itu benar adanya, setelah dia datang langsung ke Universitas Yamaguchi, Jepang.

Hanya saja, Taufik tidak bisa menunjukkan kepada publik karena dia merasa itu bukan ranahnya, melainkan ranah aparat penegak hukum.

“Intinya sudah pahami bahwa informasi yang beredar tentang surat kematian itu ternyata bukan cuma sekedar isu hoaks,” jelasnya, Selasa (17/3/2026), setelah mengunjungi Kampus Yamaguchi, dikutip dari YouTube Bang Bill Offside.

“Dengan adanya video ini saya ingin tegaskan kepada kawan-kawan bahwa jujur teman-teman Yamaguchi itu agak kaget bahwa nama yang kita sampaikan itu justru nama yang menurut mereka, orang yang dimaksud ini sudah dipastikan juga tidak menyelesaikan studi oleh karena terkonfirmasi meninggal dunia.”

“Nah, tentu yang akan membuktikan itu ya sekali lagi adalah pihak kepolisian dan kami sendiri juga sudah mendapatkan data dari pihak Yamaguchi yang tentu ini ranahnya ranah hukum,” imbuh Taufik.

Josua yang turut mengunjungi kampus Yamaguchi bersama Taufik, juga terheran-heran dengan kelakuan Rismon yang berani menulis surat kematian dirinya sendiri.

“Itu juga yang membuat kita geleng-geleng, kok bisa ada orang yang berani mengaku meninggal dunia gitu,” katanya.

“Jadi kalau kita lihat dari sejarah akademiknya, histori yang kita konfirmasi kemarin ya, bahwa dia sebenarnya tidak lulus dan kemudian terdapat informasi atau statusnya di akademik tersebut itu sudah meninggal dunia,” tambah Josua.

Josua pun mengatakan, berdasarkan analisisnya, Rismon melakukan hal demikian karena memang dia tidak mampu mempertanggungjawabkan sesuatu.

“Sehingga itulah alat satu-satunya yang memungkinkan dia supaya tidak di kejar lagi, bisa itu karena dia diminta harus menyelesaikan perkuliahannya atau ujiannya, atau menyelesaikan studinya atau mengembalikan (uang),” jelasnya.

Yakin Pasti Terbongkar

Terkait ijazah S2-S3 dan surat kematian yang ditulis Rismon, Taufik meyakini bahwa keduanya pasti akan terungkap.

“Aku yakin pengembangan penyelidikan sampai ke penyidikan yang kemudian nanti terkuak di persidangan, pasti isu berkaitan dengan ijazah dan juga akta kematian ini bakal terkuak dan terungkap,” katanya.

Taufik pun menjelaskan alasannya mendalami ijazah dan surat kematian Rismon ini.

“Kenapa kami begitu kekeh untuk melakukan wawancara dan juga bahkan jauh-jauh dari Indonesia datang ke Jepang? Ya, ini sekali lagi bukan cuma soal kekisruhan seorang Joko Widodo dan juga Rismon Hasiholan Sianipar.”

“Bukan cuma perbuatan buruk yang dilakukan Rismon terhadap Pak Jokowi dan keluarganya, tapi ini perbuatan buruk yang dilakukan Rismon terhadap Republik Indonesia, bahkan terhadap Jepang, spesial terhadap Yamaguchi,” paparnya.

Taufik juga menegaskan bahwa dirinya berani membuat video terkait hal ini karena dia mendapatkan informasinya langsung dari pusat, yakni Universitas Yamaguchi, Jepang.

“Saya berani membuat video ini karena memang kita mendapatkan dari pusatnya langsung informasi ini, kita mendapatkan datanya langsung.”

“Tinggal kemudian ada yang kita serahkan ke hukum, ada yang kita serahkan kepada pihak penyidikan, ada yang nanti dari pihak kami juga akan share kepada ruang publik, tidak semua tentunya, dan ini perlu kita menjaga kehormatan dan menjaga hukum itu sendiri,” ucap Taufik.

Riwayat Pendidikan Rismon Sianipar

Berdasarkan informasi yang tertulis di internet, Rismon diketahui menyelesaikan pendidikan menengah di SMA Negeri 3 Pematangsiantar.

Setelah itu, Rismon melanjutkan studi di UGM dan meraih gelar Sarjana Teknik (S.T.) pada tahun 1998 serta Magister Teknik (M.T.) pada tahun 2001 di bidang Teknik Elektro.

Kemudian pada tahun 2003, Rismon memperoleh beasiswa Monbukagakusho dari Pemerintah Jepang dan melanjutkan studi di Universitas Yamaguchi.

Di bawah bimbingan Prof. Dr. Hidetoshi Miike, Rismon meraih gelar Master of Engineering (M.Eng.) pada tahun 2005 dan Doctor of Engineering (Dr.Eng.) pada tahun 2008.

Disertasinya menggabungkan metode tapis non-linear FitzHugh–Nagumo dengan kriptografi kurva eliptik (ECC) untuk meningkatkan keamanan dan otentikasi data digital.

Setelah menyelesaikan studi doktoral, Rismon aktif dalam penelitian dan pengembangan di bidang kriptografi, kriptanalisis, dan forensik digital, bekerja sama dengan berbagai universitas dan lembaga riset di Jepang.

Rismon juga memiliki pengalaman dalam melakukan analisis kriptografi terhadap data intelijen dan telah mematenkan beberapa inovasi di Jepang, termasuk metode pemrosesan citra berbasis reaksi-difusi.

Namun, keabsahan ijazah dan karir Rismon selama di Jepang itu dipertanyakan setelah dia dilaporkan ke Polda Metro Jaya atas dugaan pemalsuan dokumen akademik.

Kasus ini pun sedang dalam tahap penyelidikan oleh kepolisian.

Sumber: Tribun

Artikel terkait lainnya