DEMOCRAZY.ID – Sekretariat Wakil Presiden di kawasan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, mendadak riuh oleh kedatangan puluhan massa aksi pada Rabu (28/1/2026).
Massa yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Menggugat (ARM) tersebut berkumpul untuk menyuarakan keraguan mereka terhadap latar belakang pendidikan sang wakil pemimpin negeri.
Mereka secara lantang mempertanyakan keaslian ijazah milik Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang dianggap masih menyisakan noktah tanya.
Peserta aksi meyakini bahwa putra sulung Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), tersebut sebenarnya tidak pernah menuntaskan jenjang pendidikan menengah pertama maupun atas.
Orasi berapi-api terus dikumandangkan dari atas mobil komando yang telah dimodifikasi dengan deretan pengeras suara berukuran besar.
Salah satu pesan yang paling mencolok tertulis jelas pada sebuah spanduk yang ditempel di badan kendaraan. “Halo Mas Wapres, Ijazahmu Mana?,” bunyi poster tersebut.
Narasi lain yang terpampang di sisi mobil juga menyinggung tentang durasi kekuasaan sang ayah, Jokowi, yang dianggap sudah cukup dengan segala polemiknya.
“10 Tahun Cukup Dengan Kepalsuan,” tulis poster lain yang terpampang.
Massa menegaskan bahwa Indonesia dengan total 38 provinsi sudah selayaknya dipimpin oleh sosok yang memiliki rekam jejak akademik yang terang benderang.
Aksi mengejawantahkan keresahan ini juga menuntut agar surat keterangan lulus yang dianggap meragukan segera dicabut.
“Ijazahnya nggak jelas!,” seru salah seorang peserta aksi.
Sementar itu arus lalu lintas di sekitar Jalan Kebon Sirih sempat tersendat akibat kerumunan massa dan kendaraan taktis kepolisian yang berjaga di lokasi.
Aparat kepolisian tampak bersiaga penuh di depan gerbang Sekretariat Wakil Presiden guna memastikan situasi tetap kondusif selama aksi berlangsung.
Sumber: Suara