DEMOCRAZY.ID – Pertanyaan benarkah Nabi Sulaiman memiliki 1.000 istri kerap muncul di kalangan umat Islam yang ingin memahami kisah para nabi.
Jumlah istri yang sangat banyak ini tentu menimbulkan rasa ingin tahu tentang hikmah dan alasan di balik ketentuan Allah SWT tersebut.
Nabi Sulaiman AS merupakan salah satu nabi yang dikenal memiliki kehidupan istimewa dengan berbagai mukjizat dan kelebihan yang dianugerahkan Allah SWT.
Salah satu fakta menarik yang sering menjadi pertanyaan umat Muslim adalah mengenai jumlah istri yang dimiliki oleh nabi yang mewarisi kerajaan Nabi Daud AS ini.
Melansir dari buku Qashash Al-Anbiyaa (Kisah Para Nabi) karya Ibnu Katsir, Nabi Sulaiman memang memiliki seribu istri yang terdiri dari wanita merdeka dan hamba sahaya.
Fakta ini juga diperkuat dengan hadits shahih yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dari Abu Hurairah mengenai kisah Nabi Sulaiman AS dan para istrinya.
Berikut ulas lengkapnya melansir dari berbagai sumber, Rabu (5/11/2025).
Pertanyaan benarkah Nabi Sulaiman memiliki 1.000 istri dapat dijawab melalui berbagai sumber autentik dalam literatur Islam.
Berdasarkan catatan sejarah dan hadits shahih, Nabi Sulaiman memang tercatat memiliki istri dalam jumlah yang sangat banyak, yaitu seribu orang.
Dalam kitab Qashash Al-Anbiyaa, disebutkan bahwa Nabi Sulaiman memiliki seribu istri dengan rincian sebagai berikut.
Ada yang menyebutkan 700 istri dari kalangan wanita merdeka yang dinikahi dengan mahar, sementara 300 lainnya adalah hamba sahaya.
Namun, ada pula riwayat yang menyebutkan sebaliknya, yaitu 300 istri dari wanita merdeka dan 700 istri dari kalangan hamba sahaya.
Jumlah istri yang sangat banyak ini bukanlah berdasarkan hawa nafsu semata, melainkan merupakan ketentuan dan izin dari Allah SWT.
Pada masa Nabi Sulaiman, poligami dengan jumlah istri yang tidak terbatas masih diperbolehkan oleh syariat yang berlaku saat itu.
Hal ini berbeda dengan syariat Islam yang dibawa Nabi Muhammad SAW, di mana membatasi jumlah istri maksimal empat orang dengan syarat mampu berlaku adil.
Alasan utama Nabi Sulaiman memiliki istri dalam jumlah banyak adalah karena hal tersebut merupakan ketentuan dan izin dari Allah.
Seperti disebutkan di atas, bahwa pada masa syariat Nabi Sulaiman AS, tidak ada batasan jumlah istri sebagaimana yang kemudian ditetapkan dalam syariat Islam melalui Nabi Muhammad SAW.
Tujuan Nabi Sulaiman menikahi banyak wanita juga memiliki dimensi ibadah dan dakwah.
Sebagaimana disebutkan dalam hadits, Nabi Sulaiman berharap dari pernikahannya tersebut akan lahir keturunan yang menjadi mujahid di jalan Allah.
Ini menunjukkan bahwa niatnya adalah untuk memperbanyak umat yang taat kepada Allah dan berjuang menegakkan agama-Nya.
Selain itu, pernikahan dalam jumlah banyak pada masa itu juga merupakan bagian dari tradisi kerajaan dan cara untuk membangun aliansi politik serta memperkuat kedudukan.
Nabi Sulaiman yang merupakan seorang raja besar dengan kerajaan luas memiliki tanggung jawab politik dan sosial berbeda.
Namun yang terpenting, semua yang dilakukan Nabi Sulaiman adalam koridor ketaatan kepada Allah dan bukan berdasarkan hawa nafsu belaka.
Melansir dari buku Umur dan Silsilah Para Nabi karya Jihad Muhammad Hajjaj, Nabi Sulaiman merupakan nabi yang dianugerahi berbagai kelebihan luar biasa termasuk kerajaan, harta, ilmu, dan kemampuan memahami bahasa binatang.
Semua karunia ini termasuk izin memiliki banyak istri merupakan ujian sekaligus amanah yang harus dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT.
Nabi Sulaiman adalah putra dari Nabi Daud AS dan merupakan salah satu dari 25 nabi yang wajib diimani oleh umat Islam.
Beliau masih dalam garis keturunan Nabi Ibrahim AS melalui putranya, Nabi Ishaq AS.
Silsilah lengkap Nabi Sulaiman AS hingga Nabi Ibrahim AS tercatat dalam buku Umur dan Silsilah Para Nabi.
Silsilahnya adalah Sulaiman bin Daud bin Isya bin Uwaed bin Abir bin Salmun bin Nakhsyun bin Awinadzab bin Aram bin Hashrun bin Faridh bin Yahudza bin Ya’qub bin Ishaq bin Ibrahim.
Garis keturunan yang mulia ini menunjukkan bahwa Nabi Sulaiman berasal dari keluarga para nabi terpilih.
Allah SWT menganugerahkan kepada Nabi Sulaiman warisan dari ayahnya berupa kenabian, ilmu pengetahuan, kerajaan besar, dan harta melimpah. Sebagaimana firman Allah dalam Surah An-Naml ayat 16: “Sulaiman telah mewarisi Daud dan dia (Sulaiman) berkata, ‘Wahai manusia, kami telah diajari (untuk memahami) bahasa burung dan kami dianugerahi segala sesuatu. Sesungguhnya (semua) ini benar-benar karunia yang nyata.'”
Keistimewaan lain yang dimiliki Nabi Sulaiman antara lain kemampuan menundukkan jin dan setan untuk bekerja untuknya, mengendalikan angin, memahami bahasa binatang, dan memiliki pasukan yang terdiri dari manusia, jin, dan burung.
Semua karunia istimewa ini menjadikan Nabi Sulaiman sebagai salah satu raja paling berkuasa dalam sejarah umat manusia.
Sumber: Liputan6