Hukum Percaya Ramalan Zodiak Dalam Islam, Apakah Haram?

DEMOCRAZY.ID – Sebagai umat muslim, penting untuk memahami hukum percaya ramalan zodiak dalam perspektif Islam.

Astrologi yang berasal dari kata Yunani yang berarti ilmu tentang bintang-bintang ini memiliki pandangan khusus dalam ajaran Islam.

Ramalan zodiak atau astrologi telah menjadi fenomena yang populer di kalangan masyarakat modern, termasuk di Indonesia.

Banyak orang tertarik membaca ramalan harian mereka untuk mengetahui nasib percintaan, keuangan, hingga karier berdasarkan posisi bintang-bintang.

Melansir dari berbagai sumber, Islam memiliki ketegasan tersendiri mengenai praktik ramalan dan kepercayaan terhadap hal-hal gaib di luar kehendak Allah SWT.

Hukum percaya ramalan zodiak dalam Islam termasuk dalam pembahasan aqidah yang fundamental bagi setiap muslim.

Berikut ulas lengkapnya melansir dari berbagai sumber, Rabu (12/11/2025).

Hukum Percaya Ramalan Zodiak dalam Islam

Pada dasarnya, hukum percaya ramalan zodiak dalam Islam adalah haram dan termasuk perbuatan syirik.

Islam sangat tegas melarang umatnya untuk mempercayai segala bentuk ramalan, termasuk ramalan zodiak atau astrologi.

Menurut penjelasan dalam kitab Fathul Majid Syarh Kitab Tauhid karya Syaikh Abdurrahman bin Hasan Alu Syaikh, memercayai ramalan termasuk dalam kategori mendatangi tukang ramal (kaahin) yang dilarang keras dalam Islam.

Orang yang memercayai ramalan dianggap telah mengingkari apa yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW.

Rasulullah SAW bersabda dalam hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah RA: “Barangsiapa mendatangi tukang ramal atau dukun, lalu ia membenarkan apa yang dikatakannya, maka ia telah kafir dengan apa yang diturunkan kepada Muhammad.” (HR. Ahmad, Abu Daud, At-Tirmidzi, dan Al-Hakim). Hadits ini menunjukkan betapa seriusnya larangan memercayai ramalan dalam Islam.

Kepercayaan terhadap ramalan zodiak dapat merusak tauhid seorang muslim karena menyandarkan takdir dan masa depan kepada selain Allah.

Padahal hanya Allah SWT yang mengetahui segala perkara gaib dan masa depan setiap makhluk-Nya.

Para ulama sepakat bahwa memercayai ramalan zodiak termasuk dalam perbuatan syirik kecil yang dapat menghantarkan kepada syirik besar.

Oleh karena itu, umat Islam wajib menjauhi segala bentuk ramalan dan hanya berserah diri kepada Allah SWT.

Pengertian Ramalan Zodiak dan Astrologi

Ramalan zodiak atau astrologi adalah sistem kepercayaan yang meyakini bahwa posisi dan pergerakan benda-benda langit seperti planet dan bintang dapat mempengaruhi kehidupan manusia.

Para astrolog memercayai bahwa nasib seseorang ditentukan oleh posisi bintang saat kelahirannya.

Dalam astrologi, terdapat 12 zodiak yang masing-masing memiliki karakteristik tertentu seperti Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, Virgo, Libra, Scorpio, Sagittarius, Capricorn, Aquarius, dan Pisces.

Setiap zodiak dikaitkan dengan ramalan tentang kepribadian, keberuntungan, percintaan, dan berbagai aspek kehidupan lainnya.

Sistem kepercayaan ini sudah ada sejak peradaban kuno Babilonia dan Yunani.

Melansir dari Encyclopedia Britannica, astrologi berkembang sebagai sistem prediksi yang mengaitkan fenomena astronomi dengan peristiwa di bumi dan kehidupan manusia.

Di era modern, ramalan zodiak tersebar luas melalui media massa, internet, dan aplikasi ponsel.

Banyak orang yang membaca ramalan zodiak sebagai hiburan, namun tidak sedikit pula yang benar-benar mempercayainya sebagai panduan hidup.

Inilah yang menjadi perhatian serius dalam perspektif Islam karena dapat menjerumuskan seseorang kepada kesyirikan.

Pandangan Islam Terhadap Ramalan dan Perkara Gaib

Islam memiliki pandangan yang sangat jelas bahwa perkara gaib hanya diketahui oleh Allah SWT semata. Tidak ada seorang pun, baik manusia maupun jin, yang dapat mengetahui hal-hal gaib tanpa izin Allah.

Allah SWT berfirman dalam QS. An-Naml ayat 65: “Katakanlah: Tidak ada seorangpun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang ghaib, kecuali Allah, dan mereka tidak mengetahui bila mereka akan dibangkitkan.”

Ayat ini dengan tegas menegaskan bahwa ilmu gaib adalah hak prerogatif Allah SWT.

Dalam QS. Al-An’am ayat 59, Allah berfirman: “Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji-pun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh).”

Menurut penjelasan dalam kitab Tafsir Ibnu Katsir, ayat-ayat ini menunjukkan keesaan Allah dalam ilmu-Nya tentang segala sesuatu.

Siapa pun yang mengaku dapat mengetahui perkara gaib atau memercayai orang yang mengaku demikian, maka ia telah menyekutukan Allah dalam sifat-Nya yang paling agung.

Dalil-Dalil Al-Qur’an tentang Larangan Memercayai Ramalan

Al-Qur’an telah memberikan petunjuk yang jelas tentang larangan memercayai ramalan dan segala bentuk kepercayaan kepada selain Allah dalam mengetahui perkara gaib.

Dalam QS. Al-Jinn ayat 26-27, Allah berfirman: “Dia adalah Tuhan yang mengetahui yang ghaib, maka Dia tidak memperlihatkan kepada seorangpun tentang yang ghaib itu. Kecuali kepada rasul yang diridhai-Nya, maka sesungguhnya Dia mengadakan penjaga-penjaga (malaikat) di muka dan di belakangnya.”

Ayat ini menunjukkan bahwa ilmu gaib hanya diberikan kepada para rasul untuk menyampaikan risalah-Nya.

Melansir dari Tafsir Al-Misbah karya Prof. Dr. M. Quraish Shihab, ayat-ayat tentang ilmu gaib dalam Al-Qur’an menegaskan bahwa manusia tidak memiliki kemampuan untuk mengetahui masa depan.

Kepercayaan terhadap ramalan adalah bentuk penyimpangan dari akidah yang benar.

QS. Luqman ayat 34 juga menegaskan: “Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang hari Kiamat; dan Dia-lah Yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.”

Ayat ini menyebutkan lima perkara gaib yang hanya Allah ketahui, tidak ada seorang pun yang dapat mengetahuinya termasuk melalui ramalan zodiak.

Sumber: Liputan6

Artikel terkait lainnya