Sebut Jokowi ‘Kejam’ Biarkan Isu Ijazah Palsu Berlarut-Larut, Rocky Gerung: Kalau Memang Asli Ya Ditunjukkan Saja!

DEMOCRAZY.ID – Sejumlah tokoh mengeluarkan kritik keras terhadap polemik dugaan ijazah palsu Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi).

Anggota Tim Bongkar Ijazah Jokowi (Bon Jowi), Lukas Warso, hingga pengamat politik, Rocky Gerung kompak menyoroti sikap Jokowi.

Lukas Warso menyebut Jokowi memiliki masalah psikologis jika seandainya benar memiliki ijazah asli, tetapi tidak menunjukkannya ke publik.

“Kalau bener Jokowi punya ijazah, pengamatan saya secara psikologis, Jokowi punya ijazah itu dan asli tapi tidak mau menunjukkan, itu berarti dia mengalami suatu problem psikopat. Jadi dia ingin mengerjain bangsa ini, negara ini. Dia punya ijazah tapi dibiarkan aja,” katanya seperti dikutip dari YouTube Forum Keadilan TV pada Selasa (18/11/2025).

Menariknya, teori itu justru dipercaya banyak kalangan, termasuk beberapa guru besar.

“Tapi, itu ya terus terang banyak yang percaya loh. Bahkan, beberapa guru besar percaya teori itu bahwa kita sedang dipermainkan Jokowi,” jelasnya.

Kemungkinan punya ada, tapi…

Lukas mengatakan kemungkinan Jokowi memang memiliki ijazah itu tetap terbuka.

Namun, dari seluruh proses yang diikutinya, Lukas melihat peluang itu sangat kecil.

“Saya ingin melibatkan diri dalam proses wacana ini, tapi sebagai jurnalis saya ingin tahu juga. Nah, apakah tidak mungkin bahwa Jokowi punya ijazah? Saya selalu jawab kemungkinan itu selalu ada. Tapi, melihat proses yang ada sekarang kecil kemungkinannya,” katanya.

Kritik Rocky Gerung

Pengamat politik, Rocky Gerung, menanggapi terkait perkembangan terbaru kasus dugaan ijazah palsu Joko Widodo (Jokowi) yang kini memasuki babak baru setelah Roy Suryo Cs ditetapkan sebagai tersangka.

Rocky menilai langkah hukum ini membuka jalan menuju pengadilan.

Padahal, langkah tersebut justru dinilai sengaja dihindari oleh Jokowi lantaran dia tak ingin menunjukkan ijazahnya kepada publik.

Menurut Rocky Gerung, terseretnya kasus ini ke meja hijau akan memaksa Jokowi memberikan respons terbuka terkait ijazahnya di hadapan publik.

“Ya, pada akhirnya kita masuk pada episode atau tahap yang paling bikin frustrasi pada Pak jokowi. Karena dia harus akhirnya menghadap pengadilan untuk menuntut secara verbal. Jadi, Pak Jokowi harus mengucapkan secara verbal pada bangsa ini tentang status ijazahnya tuh,” kata Rocky Gerung seperti dikutip dari YouTubenya yang tayang pada Senin (17/11/2025).

Persoalan ijazah, kata Rocky, bukan sekadar proses hukum, tetapi juga untuk membuka secara terang benderang kekisruhan yang selama ini dituduhkan Roy Suryo Cs.

“Ini adalah pertanyaan warga negara yang bertahun-tahun tidak dijawab oleh kepala negara dan akhirnya masuk pengadilan itu duduk perkaranya tuh. Jadi saya melihat bahwa, apapun Pak Jokowi akan terseret panjang karena dia adalah kepala negara, dia bukan sekadar mantan presiden tetapi dia mewakili satu tradisi bahwa kepala negara tidak boleh mempersoalkan pertanyaan warga negara,” jelasnya.

Rocky melihat, sikap Jokowi yang selama ini terkesan membiarkan polemik ijazahnya menggantung bertahun-tahun justru dianggap sebagai tindakan yang kejam.

Jokowi dinilai mempermainkan sisi psikologi publik.

“Dipermainkannya emosi dan psikologi publik oleh Pak Jokowi itu menunjukkan bahwa dia kejam hendak menghukum orang. Kalau memang dia dari awal tahu asli ya ditunjukkan aja kan supaya enggak ada penghukuman,” tandasnya.

Menurut Rocky, Jokowi kini merasa waswas ketika Gibran mulai diserang Roy Suryo Cs.

“Nah, sekarang setelah kasus ini beredar dan berkelindan dengan kasusnya Gibran yang juga dituduh sebagai pemilik ijazah palsu atau memalsukan ijazah bahkan Jokowi mulai panik. Jadi kepanikan ini yang sebetulnya menunjukkan bahwa isu ijazah ini akan mengguncang republik, sistem bernegara kita, sistem moral bangsa, juga sistem psikologi politik dari Presiden Prabowo,” ujarnya.

Sumber: Tribun

Artikel terkait lainnya