HEBOH! Pristine Akui Bayar Rp1,2 Miliar Setahun Demi Air Gunung Pangrango

DEMOCRAZY.ID – Produsen air minum kemasan merek Pristine, yaitu PT Super Wahana Tekno.

Mengungkapkan bahwa mereka membayar retribusi sekitar Rp1,2 miliar per tahun.

Kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Bogor untuk penggunaan mata air pegunungan sebagai bahan baku produksi.

“Pemakaian sumber airnya dari Gunung Pangrango setiap bulan retribusi ke Pemda sekitar Rp100 juta atau setara Rp1,2 miliar per tahun,” kata Edwin, perwakilan perusahaan.

Sumber Air dan Izin

Perusahaan menjelaskan bahwa sumber air bakunya berasal dari mata air pegunungan di Gunung Pangrango, bukan dari air tanah biasa.

Pabrik utamanya berlokasi di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, dengan tambahan maklon di Jawa Barat dan Jawa Timur.

Penggunaan mata air pegunungan ini kemudian membutuhkan izin dan pembayaran retribusi kepada pemerintah setempat sebagai bentuk kontribusi atas pemanfaatan sumber daya alam.

Kenapa Angka Rp1,2 Miliar?

Angka tersebut muncul berdasarkan data perusahaan.

Pemakaian sekitar 15 juta liter (≈15.000 m³) per bulan, dan pembayaran retribusi ke Pemda sekitar Rp100 juta setiap bulan.

“Pemakaian kita untuk mata air itu satu bulan kurang lebih sekitar 15.000 m³”

“pembayarannya menggunakan retribusi ke Pemda satu bulan sekitar Rp100 juta jadi satu tahun sekitar Rp1,2 miliar,” Edwin menjelaskan.

Angka tersebut menjadi sorotan karena menyentuh dua isu penting hak masyarakat atas air, dan transparansi perusahaan air kemasan besar.

Data pembayaran dan penggunaan sumber air oleh Pristine menjadi bukti bahwa industri air kemasan besar tidak hanya soal merek dan botol plastik.

Ini menyentuh isu nasional pengelolaan air, hak atas air, dan tanggung jawab korporasi terhadap lingkungan dan publik.

Dengan angka nyata dan pernyataan perusahaan, pembaca mendapat data konkret — bukan hanya klaim pemasaran biasa.

Sumber: PojokSatu

Artikel terkait lainnya