Bicara Kebencian: Empat Serangan Mematikan Donald Trump kepada Wali Kota Terpilih New York Zohran Mamdani!

DEMOCRAZY.ID – Sebuah fenomena politik langka dan kontroversial kini terukir dalam sejarah Amerika Serikat (AS).

Presiden Donald Trump secara terbuka dan terus-menerus mengumbar ujaran kebencian serta ancaman langsung terhadap Zohran Mamdani, politikus muda Partai Demokrat yang kini memenangkan pemilihan dan berpotensi menjadi Wali Kota New York berikutnya.

Serangan personal yang masif ini menjadi penanda betapa polarisasi politik telah mencapai level yang ekstrem, di mana presiden aktif menyerang calon pemimpin kota secara terang-terangan.

Zohran Mamdani, seorang imigran Muslim keturunan India, muncul sebagai sosok outsider yang membawa agenda reformasi radikal, seperti pemangkasan biaya kebutuhan dasar dan transportasi publik di New York.

Kehadirannya ini langsung menarik perhatian negatif dari Trump, yang selama ini dikenal anti-imigran dan keras terhadap politikus sayap kiri.

Berikut adalah ringkasan dari empat serangan dan ujaran kebencian paling mencolok yang dilontarkan Trump terhadap Mamdani:

1. Tuduhan ‘Komunis Gila’ yang Keterlaluan

Trump memulai serangan kerasnya melalui platform media sosial buatannya, Truth Social, pada 26 Juni 2025. Ia secara tegas melabeli Mamdani sebagai sosok yang berbahaya bagi Amerika.

“Zohran Mamdani, seorang 100 persen komunis gila, yang baru saja menang pemilihan primary Demokrat dan dalam perjalanan jadi wali kota,” tulis Trump.

Tak berhenti di ideologi, Trump bahkan menyerang penampilan fisik dan kecerdasan Mamdani.

“Kita sudah pernah punya politikus sayap kiri radikal sebelumnya, tapi yang satu ini sudah kelewatan. Penampilannya sangat buruk, suaranya menyakitkan didengar, dan tak terlalu pintar,” ujarnya, menunjukkan tingkat kebencian yang sangat personal.

2. Ancaman Pencabutan Kewarganegaraan

Trump tidak hanya menuduh Mamdani ideologis yang salah, ia juga mengancam status hukumnya. Ancaman ini muncul setelah Mamdani secara vokal menolak bekerja sama dengan operasi deportasi yang dijalankan oleh agen Imigrasi dan Bea Cukai AS (ICE).

Mamdani, yang merupakan calon wali kota resmi dari Partai Demokrat, adalah kritikus keras kebijakan imigrasi Trump.

Sikap Mamdani yang berayahkan Mahmood Mamdani (dosen kelahiran Uganda) dan beribukan Mira Nair (sutradara film India) ini membuat Trump kesal hingga mengancam mencabut kewarganegaraan Mamdani. Mamdani sendiri adalah warga negara AS yang dinaturalisasi pada tahun 2018.

3. Ultimatum Pemotongan Dana Federal New York

Salah satu serangan paling berbahaya dilancarkan Trump adalah ancaman ekonomi. Trump mengancam akan memotong dana federal bagi Kota New York jika Mamdani terpilih.

Trump bahkan secara eksplisit menyerukan pendukung Partai Republik di New York untuk beralih dan memilih mantan Gubernur Demokrat, Andrew Cuomo, demi menggagalkan Mamdani.

“Jika kandidat komunis Zohran Mamdani memenangkan pemilihan wali kota New York City, sangat kecil kemungkinan saya akan menyalurkan dana federal selain dalam jumlah paling minimal sebagaimana diwajibkan untuk kota pertama yang saya cintai,” ancam Trump di Truth Social, dikutip The Guardian.

Ia menambahkan keyakinannya bahwa New York akan menjadi ‘bencana ekonomi dan sosial total’ di bawah kepemimpinan Mamdani.

4. Ancaman Penangkapan Langsung oleh Pemerintah Federal

Puncak dari serangkaian serangan ini adalah ancaman penangkapan. Trump mengancam akan menangkap Mamdani jika ia menggunakan kekuasaannya untuk mencegah penegak hukum federal, khususnya ICE, melakukan penangkapan terkait imigrasi di kota itu.

Ancaman ini merupakan respons terhadap pidato penerimaan Mamdani, di mana ia berjanji akan menggunakan kekuasaannya sebagai wali kota untuk ‘menghentikan petugas [Imigrasi dan Penegakan Bea Cukai] yang bertopeng untuk mendeportasi tetangga kita’.

Ketika ditanya wartawan tentang pernyataan Mamdani tersebut, Trump menjawab singkat, “Baiklah, kita harus menangkapnya.”

Trump bahkan mengklaim tanpa dasar bahwa “Banyak orang mengatakan dia berada di sini secara ilegal,” merujuk pada Mamdani yang lahir di Uganda.

Menanggapi rentetan ancaman tersebut, Zohran Mamdani merilis pernyataan bahwa serangan Trump adalah serangan terhadap demokrasi dan “upaya untuk mengirim pesan kepada setiap warga New York yang menolak bersembunyi dalam bayang-bayang: Jika Anda bersuara, mereka akan mengejar Anda.”

Insiden ini jelas meningkatkan ketegangan politik ke level yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Sumber: Inilah

Artikel terkait lainnya