Rakyat Sudah Muak, Mual, Jenuh Mendengar Pidato Presiden Kalau Hanya Omon-Omon!

Rakyat Sudah Muak, Mual, Jenuh Mendengar Pidato Presiden Kalau Hanya Omon-Omon!

Oleh: Sutoyo Abadi

Persoalannya nampak sederhana tetapi menjengkelkan, membuat muak dan mual: Memuji mantan Presiden Jokowi dalam sidang kabinet paripurna setahun pemerintahannya di Istana Negara, dalam pidatonya Presiden Prabowo, mengatakan bahwa dirinya belajar mengendalikan inflasi dari Jokowi karena pengalamannya sebagai Wakil Kota Solo, Jakarta, ( 20/10/2025 ).

Ini intermeso, sekedar homor, dagelan seorang Kepala Negara atau masih kesurupan gendam Jokowi. Isinya tidak normal, tidak logis, norak, seperti dagelan wayang orang di Sriwedari.

Tidak terhitung dalam berbagai kesempatan Presiden dalam pidatonya berulang – ulang : “Menegaskan telah bersumpah dengan tekad yang teguh akan mengabdikan dirinya sampai titik darah penghabisan demi kepentingan dan kesejahteraan bangsa dan rakyat Indonesia”.

“Tugas kami menjaga kekayaan dan mengelola, mengatur, mengurus untuk bisa dimanfaatkan, untuk bisa diolah di bumi Indonesia supaya nilai tambahnya bisa dinikmati oleh seluruh rakyat Indonesia,”

Tekad akan berantas koruptor, Presiden Prabowo Subianto mengulang berkali-kali dalam pidato bahwa, “dirinya tidak akan ragu menghadapi para mafia serta koruptor, sekuat apapun mereka. Sebab, ia meyakini rakyat Indonesia mendukungnya”, Jakarta Timur, Senin (1/9/2025).

Dalam kesempatan berbeda dengan tema yang berbeda juga terus mengulang-ulang dan merasa yakin bahwa langkah perjuangannya – “Saya yakin rakyat bersama saya”.

Ketika semangat di atas muncul juga muncul tampilannya seperti masih sebagai anak buah Jokowi: “Kami bertekad melanjutkan semua landasan yang sudah dibangun oleh Presiden Joko Widodo. Kami akan melanjutkan semua yang sudah dirintis, itu sangat-sangat bermanfaat bagi masa depan kita semua,”.

“Kalau itu maunya ya silahkan berjuang bersama Jokowi, tetapi jangan pernah berharap, mimpi atau mengajak rakyat akan membersamai”

Sebagai referensi, Kapten Ibrahim Traore seorang pemuda naik sebagai Presiden dengan kudeta untuk mengambil alih kekuasaan di tengah krisis kemanusiaan, kelaparan, kekeringan dan kemiskinan yang cukup serius yang menimpa negaranya. Tantangannya sangat berat dan besar tampil jujur, visioner, tegas, berani dan gesit semata demi rakyatnya.

Tidak banyak berpidato, mengumbar janji apalagi perilaku pencitraan. Tetapi dia dengan berani mengusir beberapa perusahaan multinasional dan mengambil alih sumber daya alam sebesar besarnya untuk rakyat dan negaranya.

Dengan kebijakannya yang tegak lurus untuk rakyat, Presiden Traore menghadapi 19 kali upaya pembunuhan dan selamat bahkan upaya kudeta oleh Jenderal Michael Langley, kepala militer AS di Afrika, dilibas dengan cepat karena dukungan rakyat juga tegak lurus memayungi perjuangan dan kebijakan Presidennya.

“Presiden Prabowo Subianto apa masih kena gendam Jokowi, seperti belum sadar dan tahu diri bahwa syarat rakyat ihkas akan menjadi tameng Presiden Prabowo harus mau mendengarkan suara dan aspirasi rakyat, tokoh masyarakat sipil atau militer yang dengan ikhlas tanpa pamrih akan melindunginya.

Presiden Prabowo harus mengubah sikap, prilaku dan kebijakannya full pro rakyat dengan tindakan nyata, jauhi pidato yang selama ini terkesan hanya ompong, kosong atau omon omon”.

“Jauhi Jokowi dan oligarki yang sudah menjadi musuh rakyat, bersihkan kabinetnya dari oknum koruptor dan jangan lagi ada kebijakan negara yang justru menekan, menyakiti dan mempersulit hidup rakyatnya”

Rakyat sudah muak, mual, jenuh mendengar pidato kepala negara kalau hanya omon – omon menjadi langgam pidatonya setiap hari. ***

Artikel terkait lainnya