DEMOCRAZY.ID – Salah satu cara yang bisa digunakan untuk dapat memperoleh dana pinjaman secara cepat diantaranya adalah dengan menggadaikan bukti Kepemilikan Kendaraan Bermotor (BPKB).
Belakangan ini, menggadaikan BKPB kendaraan menjadi sering dilakukan, mengingat jumlah kendaraan yang semakin banyak, yang juga diikuti oleh kebutuhan dana dadakan yang meningkat.
Namun, dalam melakukan gadai BPKB ini tidak boleh dilakukan sembarangan.
Karena bukan hal yang tanpa risiko saat kita melakukan gadai BPKB, seperti BPKB hilang atau rusak hingga ada pihak yang memaksa menarik kendaraan ketika terjadi keterlambatan pembayaran cicilan.
Agar kamu terhindar dari risiko yang merugikan saat ingin gadai BPKB kendaraan di pegadaian, yuk simak tips aman gadai BPKB kendaraan di bawah ini.

Tidak dapat dipungkiri saat ini banyak orang yang menggadaikan BPKB kendaraan hanya untuk memenuhi kebutuhan gaya hidup atau sekedar gengsi semata.
Hal ini jelas sangat tidak bermanfaat, karena jika dibiarkan, kita sebagai nasabah dana pinjaman akan langsung terjerat utang yang mungkin akan sangat sulit untuk dilunasi.
Maka dari itu, hal pertama yang harus dilakukan sebelum gadai BPKB kendaraan adalah dengan mengingat kembali apa tujuan kita melakukan gadai BPKB kendaraan. Jangan sampai dana pinjaman yang kita dapat dari hasil gadai BPKB kendaraan malah terpakai untuk kegiatan yang konsumtif sehingga kita akan sulit untuk melakukan cicilan pembayarannya.
Sebelum melakukan gadai BPKB kendaraan, ada baiknya kamu mencari tahu terlebih dahulu lembaga gadai yang legal dan sudah berizin juga terdaftar di OJK. Jangan sekali-sekali menggadaikan BPKB kendaraan pada lembaga gadai atau pembiayaan ilegal.
Karena bisa jadi lembaga gadai ilegal tersebut malah menjadi sarana pencucian uang (money laundering) atau sebagai tempat penadahan barang hasil kejahatan.

Jika sudah mendapatkan tempat gadai yang tepat dan sudah berizin di OJK, kini saatnya kamu memenuhi persyaratan administrasi agar bisa menggadaikan BPKB kendaraan yang kamu miliki.
Syarat-syarat tersebut antara lain tentunya surat BPKB kendaraan itu sendiri dan beberapa data pelengkap lain sebagai tambahan seperti, foto diri, KTP, Kartu Keluarga, Surat Keterangan Tempat Tinggal dll.
Data tersebut sangat dibutuhkan, mengingat data tersebut digunakan sebagai bukti sah tentang kepemilikan BPKB kendaraan.
Hindarilah memalsukan identitas atau memberikan informasi palsu yang tidak sesuai, karena hal ini tidak hanya dapat merugikan pihak lembaga pembiayaan, namun juga dapat merugikan diri kita sendiri.
Pahami berapa banyak uang yang bisa dipinjam dan ketahui berapa besar angsuran yang harus kita bayarkan setiap bulannya.
Cara ini perlu dilakukan karena pada dasarnya, besar angsuran dan jumlah uang yang kita pinjam akan sangat berpengaruh pada proses pelunasan cicilan nantinya.
Usahakan cari lembaga gadai yang menawarkan tingkat bunga di bawah 30%, karena jika bunga terlalu besar sudah pasti kita akan mengalami kesulitan saat ingin melunasi cicilannya.

Kita juga perlu mengetahui kebijakan yang berlaku di lembaga gadai yang ingin kita kunjungi. Kebijakan disini bisa meliputi denda atau sanksi yang diberikan jika kita telat untuk melunasi angsuran.
Hal ini juga perlu diperhatikan karena pada umumnya kebijakan yang berlaku di setiap lembaga gadai berbeda-beda.
Tips terakhir dan yang tak kalah penting adalah membayar cicilan tepat waktu. Pastikan untuk membayar cicilan dana yang kita pinjam tepat waktu setiap bulannya.
Hindari pinalti, sanksi maupun denda sebisa mungkin, intinya jangan sampai telat membayar cicilan saat jatuh tempo apalagi hingga tidak bisa mengembalikan dana pinjaman yang mengakibatkan BPKB kendaraan yang kita gadai terpaksa disita atau lebih parahnya lagi kita sampai terjerat kasus hukum dan berujung di pengadilan.
Itulah beberapa tips aman gadai BPKB kendaraan yang bisa kamu lakukan agar terhindar dari keterlambatan pembayaran cicilan. Gadaikanlah BPKB kendaraan ke lembaga pembiayaan yang terpercaya serta berizin dan terdaftar di OJK.

Gadai BPKB jadi salah satu solusi yang diambil oleh masyarakat ketika membutuhkan dana tunai cepat💰. Beberapa alasan yang melatarbelakangi penjaminan BPKB adalah karena prosesnya yang cepat dan sederhana.
Sayangnya, gadai BPKB ini juga memiliki beberapa risiko yang perlu kamu pahami dan perhatikan.
Apa saja risiko jaminan bpkb? cari tahu jawabannya di dalam artikel ini😉.
Risiko yang pertama adalah rawan mengalami penipuan. Masih banyak di luar sana lembaga keuangan yang tidak memiliki izin resmi alias ilegal🙅♀️.
Lembaga ini biasanya menawarkan proses instan, tapi dibalik itu, bisa saja mereka memalsukan dokumen dan membawa kabur surat BPKB-mu tanpa memberikan pinjaman apa pun .
Tentu saja hal ini sangat merugikan pemilik kendaraan😟, oleh karena itu sebisa mungkin pilih lembaga keuangan yang sudah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK), cari yang tepercaya dan memiliki reputasi bagus.
Lembaga keuangan tidak resmi ini biasanya memberikan persentase bunga dan denda💰 + % yang relatif tinggi. Jika kamu tidak hati-hati, nominal dana yang harus kamu bayar bisa sangat besar🤯.
Pastikan kamu menghitung dengan seksama skema bunga yang ditawarkan oleh lembaga keuangan tersebut, sehingga tidak menyesal dan merasa terbebani di kemudian hari.
Jika kamu mengalami kesulitan dalam membayar cicilan💸, atau terburuknya, tidak mampu melunasi cicilan sesuai dengan kesepakatan yang sudah dibuat, kendaraan 🏍️bisa saja diambil dan dijual oleh lembaga keuangan. Hal ini dilakukan untuk melunasi hutang cicilan yang belum terbayarkan oleh peminjam.
Oleh karena itu, ketika meminjam pastikan terlebih dahulu bahwa kamu bisa melunasinya sesuai dengan perjanjian dan terhindar dari risiko kehilangan kendaraan.
Sayangnya, ketika kamu mengajukan permohonan pinjaman jaminan BPKB📄, nominal yang kamu dapatkan umumnya tidak bisa mencapai harga penuh💵 dari kendaraan yang digadaikan tersebut. Persentase dana yang akan kamu dapat dari menggadaikan kendaraan adalah antara 60% sampai 85% dari nilai motor atau mobil.
Ada beberapa lembaga keuangan yang mewajibkan pemohonnya untuk membayar biaya tersembunyi 💶misalnya saja biaya administrasi, asuransi, dan denda yang tidak tahu dari masa asalnya. Jadi, saat pertama kali mengajukan permohonan, tanyakan kepada petugas biaya apa saja yang dibutuhkan dan minta rinciannya.
Jangan terburu-buru untuk menandatangani perjanjian, terutama jika kamu masih belum yakin dan paham soal isi perjanjian dan biaya yang dibebankan.
Risiko jaminan BPKB yang terakhir adalah potensi data pribadi📂 yang bocor dan tersebar. Biasanya lembaga keuangan akan meminta pemohon untuk mengumpulkan salinan data-data pribadi seperti KTP, KK, STNK, dan informasi penting lainnya.
Apabila lembaga keuangan tidak menjaganya dengan benar dan ketat, bisa saja data kamu disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab dan melakukan hal-hal yang tidak seharusnya dilakukan.
Nah, buat kamu yang ingin menjaminkan BPKB tapi takut mengalami risiko diatas , bisa banget manfaatkan layanan dari PT Bussan Auto Finance. Tenang saja, BAF sudah mendapatkan izin resmi dari OJK, dan memiliki banyak kantor yang tersebar di seluruh Indonesia.
Untuk tahu informasi lebih lanjut, kamu bisa kunjungi website baf.id atau bisa juga unduh BAF mobile .
Ada beberapa risiko yang terjadi jika BPKB motor digadaikan antara lain penipuan lembaga keuangan ilegal, persentase bunga dan denda yang tinggi, hilangnya kendaraan jika gagal bayar, nominal pinjaman yang tidak besar, adanya biaya tersembunyi, dan kebocoran data pribadi.
Ya, menggadaikan BPKB aman jika dilakukan di lembaga resmi dan terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Hindari menggadaikan BPKB di lembaga ilegal.
Gadai BPKB motor maksimal dapat berapa?
Gadai BPKB bisa mendapatkan antara 60% hingga 85% dari nilai kendaraan.