DEMOCRAZY.ID – Nilai mata uang tidak hanya berfungsi sebagai alat tukar dalam transaksi sehari-hari, tetapi juga mencerminkan kekuatan ekonomi, stabilitas, dan posisi suatu negara di kancah global.
Tidak heran jika setiap negara berupaya keras menjaga nilai tukarnya agar tetap stabil dan tidak mengalami depresiasi.
Mata uang Amerika Serikat (AS), dolar AS, banyak dikira sebagai yang paling kuat mengingat sebagai salah satu yang mendominasi ekonomi internasional bahkan berlaku di beberapa negara.
Namun, kekuatan mata uang tidak hanya bergantung pada seberapa luas penggunaannya atau besarnya pengaruh negara penerbit saja.
Dikutip dari Times of India pada Rabu, 15 Oktober 2025, indikator kekuatan nilai mata uang ditentukan oleh seberapa besar daya belinya terhadap mata uang lain.
Kemampuan ini mencerminkan stabilitas ekonomi, tingkat inflasi, dan kepercayaan global terhadap negara tersebut.
Pada tahun 2025, sejumlah mata uang dengan nilai tertinggi justru berasal dari negara-negara kecil yang memiliki kekayaan sumber daya alam, terutama minyak.
Negara-negara ini dikenal memiliki kebijakan moneter yang disiplin, inflasi yang rendah, serta sistem nilai tukar yang dikendalikan dengan baik.
Oleh sebab itu, meskipun tidak menjadi mata uang utama dunia tetapi nilai tukar per satuannya bernilai jauh lebih tinggi dibandingkan dolar AS. Berikut daftar sepuluh mata uang terkuat di dunia pada tahun 2025.
Mata uang Kuwait, Dinar Kuwait (KWD), menduduki posisi pertama sebagai mata uang terkuat di dunia dengan nilai tukar sekitar US$3,25 hingga US$3,27 per 1 KWD.
Tingginya nilai tukar uang dinar Kuwait ditopang gagahnya negara mengekspor minyak dalam jumlah besar.
Kuwait juga memiliki cadangan devisa tinggi serta kebijakan fiskal yang hati-hati menjadi faktor yang mendukung perkasanya Dinar Kuwait.
Populasi yang kecil dan sistem nilai tukar terkelola juga menjaga stabilitas mata uang ini juga menunjang nilai mata uang tersebut
Sejak tahun 1980, 1 dinar Bahrain (BHD) dipatok senilai US$2,65 terhadap dolar AS. Lagi-lagi, kekayaan cadangan minyak serta kebijakan moneter yang stabil membuat mata uang Bahrain menjadi salah satu yang paling kuat dan stabil di dunia yang juga mendorong kepercayaan pasar.
Rial Oman (OMR) memiliki nilai tukar sekitar US$2,60. Nilai tinggi merupakan kombinasi dari kebijakan fiskal disiplin, pendapatan besar dari minyak, diversifikasi ekonomi serta iklim investasi yang menguntungkan bagi investor membuat ekonomi negara stabil. stabilitas ekonomi.
Posisi keempat ditempati mata uang Dinar Yordania (JOD) yang bernilai sekitar US$1,41 per 1 JOD. Meski bukan negara kilang minyak, Yordania mampu menjaga kekuatan mata uangnya melalui kebijakan fiskal dan moneter serta stabilitas politik yang relatif baik di kawasan Timur Tengah.
Kelima diisi mata uang Inggris, Pound Sterling (GBP), yang memiliki nilai tukar sekitar US$1,33 hingga US$1,36.
Gagahnya mata uang tertua di dunia disokong suku bunga dan inflasi yang cenderung rendah serta kondisi perekonomian yang solid, kebijakan suku bunga yang terkendali.
Bank sentra Inggris (bank of England) turut berperan aktif dalam perkembangan ekonomi global guna mengawal nilai tukar Poundsterling agar tidak tergerus.
Mata uang Gibraltar (GIP) memiliki nilai setara dengan poundsterling Inggris, yakni sekitar US$1,33. Mata uang ini dipatok 1:1 dengan pound Inggris, memberikan kestabilan dan kepercayaan tinggi bagi masyarakat serta investor.
Franc Swiss (CHF) yang digunakan sebagai alat transaksi di Swiss dan Liechtenstein dikenal sebagai simbol kestabilan dengan nilai sekitar US$1,24–US$1,25.
Kekuatan mata uang ini berasal dari ekonomi Swiss yang kuat di mana surplus neraca berjalan tinggi, serta reputasi negara ini sebagai pusat keuangan global yang aman.
Dolar Cayman (KYD) dipatok terhadap dolar AS dengan nilai US$1,20. Ekonomi Kepulauan Cayman bergantung pada pariwisata dan jasa keuangan menjadikan mata uangnya stabil serta dipercaya dalam transaksi internasional.
Euro (EUR) yang banyak digunakan negara negara Eropa termasuk salah satu mata uang yang paling kuat di dunia.
Nilai tukarnya sekitar US$1,16–US$1,18 sekaligus dinobatkan menjadi mata uang cadangan terbesar kedua di dunia setelah dolar AS.
Stabilitas dan skala ekonomi negara-negara Eropa membuat euro tetap menjadi mata uang kuat dan terpercaya dalam perdagangan global.
Dolar AS (USD) yang banyak dikira sebagai mata uang paling kuat justru menempati posisi paling buncit.
Walaupun tidak jadi yang terkuat, mata uang negara Paman Sam ini paling dominan di dunia bahkan digunakan sebagai acuan utama dalam perdagangan dan cadangan devisa global.
Nilai tukarnya mungkin lebih rendah dibanding beberapa mata uang dari negara lain, tetapi pengaruhnya terhadap ekonomi dunia tetap tak tertandingi.
Selain itu, dolar AS juga digunakan sebagai mata uang resmi mulai dari Timor Leste, Ekuador, Panama, hingga Kepulauan Marshall.
Sumber: VIVA