Oleh: Sholihin MS | Pemerhati Social dan Politik
Setelah berbagai manuver para anteknya di Pemerintahan dan di luar Pemerintahan tidak menunjukkan hasil yang memuaskan, bahkan serangan terhadap Jokowi malah semakin massif, akhirnya Jokowi mulai turun tangan sendiri.
Menemui Prabowo berkali-kali, menunjukkan Jokowi tengah menggunakan kartu truf dan jurus terakhir untuk menyelamatkan diri, keluarganya, dan kroni-kroninya.
Sebenarnya, sebelum lengser dari kursi kepresidenan, Jokowi telah membangun kekuatan dengan menempatkan kaki tangannya di hampir semua lini baik di pemerintahan maupun di luar pemerintahan.
Di dalam pemerintahan, Jokowi telah menempatkan kaki tangannya untuk menjalankan misi khusus.
Selain Jokowi telah menempatkan Gibran sebagai Wapres, Jokowi juga telah menempatkan antek-anteknya dalam kabinet Metah Putih.
Mereka adalah : LBP, TK, SM, ET, BL, BA, EH, ZH, PTK, dan Kapolri LSP, dll
Di luar Pemerintahan, Jokowi telah membayar berbagai manusia bejat untuk membela kejahatan Jokowi, baik pemujanya, para pejabat penjilat, para buzzer, dan aktor-aktor bayaran untuk berkata bohong dan memutarbalikkan fakta.
Jokowi saat ini berada dalam kecemasan tingkat tinggi, satu-satunya harapan Jokowi adalah membujuk dan mempengaruhi Prabowo agar bisa menyelamatkan dirinya dan keluarganya.
Hampir seluruh kasus kejahatan Jokowi satu per satu mulai terbongkar, mulai dari: ijazah palsu, penadah korupsi para menteri, penyalahgunaan wewenang, kecurangan Pemilu, konspirasi menobatkan Gibran jadi Wapres, skandal korupsi triliunan, otak berbagai pembunuhan, dan kongkalingkong dengan para taipan, dan menyalahgunakan dana pinjaman ribuan triliun untuk kepentingan ambisi pribadi dan keluarga
Diduga, kepentingan Jokowi menemui Prabowo ada lima tujuan (agenda) :
Pertama, Diduga Jokowi meminta “perlindungan” Prabowo, setelah Jokowi semakin terpojok tentang ijazah palsunya terbongkar, terutama setelah berbagai lembaga yang selama ini membelanya sudah mulai berbalik arah
Kedua, Diduga Jokowi minta dukungan Prabowo terhadap posisi Gobran sebagai Wapres, karena Jokowi semakin resah dengan posisi Gibran sebagai Wapres setelah banyaknya tuntutan rakyat yang menginginkan Gibran dimakzulkan
Ketiga, Setelah kudeta senyap pada tanggal 25 Agustus 2025 untuk mendongkel Prabowo gagal total, Jokowi membuat akal bulus dan trik licik dengan berbalik arah langsung mendukung kepemimpinan Prabowo-Gibran untuk memimpin 2 periode, yang sejatinya Jokowi ingin mempertahankan Gibran sebagai pemimpin utama negeri ini
Keempat, Merasa telah banyak berjasa kepada Prabowo, Jokowi ingin tetap menjadi matahari kembar dengan terus ikut cawe-cawe dalam urusan kenegaraan
Kelima, Jokowi melakukan pressure bahkan mungkin intimidasi kepada Prabowo untuk tidak memecat tangan kanannya, terutama Luhut, Tito K, Bahlil, Listyo Sigit, dll karena jika mereka disingkirkan, pengaruh Jokowi di Pemerintahan Prabowo akan lemah
Apapun usulan, saran atau permintaan Jokowi, Prabowo tidak boleh nurut dan tertipilu dengan siasat licik Jokowi karena Jokowi adalah coomon enemy rakyat Indonesia.
Sepuluh tahun sudah cukup bagi Jokowi meluluhlantakkan Indonesia, jangan sekali-kali Jokowi diberi ruang atau kelonggaran sedikit pun, karena jika diruruti, maka dalam sekejap pun Jokowi akan kembali ke habitatnya sebagai manusia jahat dan penuh tipu daya.
Jika Prabowo lengah, habislah peluang Prabowo untuk recovery Indonesia. ***