Eks Anggota BIN Bongkar Isi Pertemuan Jokowi dan Abu Bakar Ba’asyir: Sengaja Direkayasa untuk Pencitraan Politik!

DEMOCRAZY.ID – Mantan anggota Badan Intelijen Negara (BIN), Kolonel Inf (Purn) Sri Radjasa Chandra mengendus aroma rekayasa di balik pertemuan antara Presiden ke-7, Joko Widodo alias Jokowi dan Ustadz Abu Bakar Ba’asyir.

Menurutnya, pertemuan tersebut bukanlah peristiwa spontan, namun hasil rekayasa komunikasi politik dari pihak Jokowi.

Strategi itu menurut Sri, bertujuan membangun citra sekaligus memperoleh legitimasi kultural di tengah merosotnya dukungan politik formal kepadanya.

“Memang benar kedatangan Ustadz Abu Bakar Ba’asyir itu atas inisiatif Abu Bakar Ba’asyir,” ungkap Sri Radjasa, dalam podcast YouTube Abraham Samad SPEAK UP bertema; ‘Eks Anggota BIN Bocorkan Hasil Pertemuan Prabowo dengan Jokowi & Abu Bakar Ba’asyir’, yang tayang pada Kamis, 9 Oktober 2025.

Sri menyebut, maksud kedatangan Abu Bakar Ba’asyir bukan untuk memberi restu politik, melainkan melontarkan teguran langsung kepada mantan Wali Kota Solo itu.

“Dia (Ba’asyir) melihat bahwa ada yang melampaui batas, yang dilakukan oleh Jokowi, sebagai ulama dia berkewajiban untuk menegur,” timpalnya.

Namun di balik pertemuan itu, Sri Radjasa mengungkap adanya manuver naratif dari kubu Jokowi untuk mengubah makna kehadiran Ba’asyir.

Berdasarkan informasi yang diperolehnya, staf Jokowi sempat menunda pertemuan secara sengaja, dengan alasan sang mantan presiden sedang tidak berada di rumah.

“Informasi yang saya dapat, dia (Jokowi) ada di rumah, cuma dia minta waktu sampai jam 1 agar mendesain pertemuan ini untuk kepentingan Jokowi, untuk kepentingan media,” bebernya.

Alhasil, pertemuan itu kata Sri, memungkinkan tim komunikasi Jokowi menyusun skenario pencitraan, sehingga publik menangkap pertemuan tersebut sebagai dukungan simbolik dari seorang tokoh ulama terhadap mantan presiden.

“Sehingga terkesan ada sandaran kultural yang diberikan kepada Jokowi, di tengah dia sedang kehilangan dukungan dari kelompok politik yang formal,” ungkapnya.

Sebagaimana diwartakan, Presiden RI ke-7, Joko Widodo (Jokowi) mendapat nasihat langsung dari Abu Bakar Ba’asyir di kediamannya pada Senin 29 September 2025.

Pengasuh Pondok Pesantren Al Mukmin Ngruki itu bersilaturahmi ke rumah Jokowi di Jalan Kutai Utara No 1, Sumber, Banjarsari, Solo sekitar pukul 12.35 WIB.

Kedatangan Abu Bakar disambut langsung oleh Jokowi. Mereka lantas menggelar pertemuan tertutup selama sekitar 30 menit.

Menurut Abu Bakar Ba’asyir, dalam pertemuan itu dia memberikan nasihat kepada ayah Wapres Gibran Rakabuming Raka tersebut.

Adapun, nasihat yang disampaikan kepada Jokowi terkait sikap untuk membela Islam.

“Saya hanya menasihati, orang Islam itu wajib menasihati rakyat, pemimpin dan orang kafir harus dinasihati. Pak Jokowi ini orang yang kuat jadi mudah-mudahan jadi pembela Islam yang kuat. Itu saja,” ujar Ba’asyir.

“Hanya nasihat itu kewajiban seorang ulama menasihati, menasihati rakyat, menasihati orang kafir dan menasihati pemimpin. Mau tidak mau itu Allah yang menentukan, bukan saya,” tambahnya.

Sumber: Konteks

Artikel terkait lainnya