Iran Menang Besar! Netanyahu Diserang dari Dalam, Trump Mau Dilengserkan

DEMOCRAZY.ID – Ketua Partai Demokrat Israel, Yair Golan, melontarkan kritik tajam terhadap operasi militer yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei.

Menurut Yair Golan, aksi tersebut sebagai kesalahan yang tidak membawa dampak positif bagi keamanan Israel.

Dalam wawancara dengan radio militer Israel, Golan menegaskan bahwa pendekatan militer tidak selalu menjadi solusi utama.

“Pembunuhan Khamenei adalah kesalahan dan tidak berkontribusi pada keamanan Israel. Tidak semua hal bisa diselesaikan dengan kekuatan militer,” ujarnya dilansir dari Channel 14, Kamis (9/4).

Golan juga menyinggung gencatan senjata dengan Iran yang menurutnya mencerminkan kegagalan strategi perang pemerintah Benjamin Netanyahu.

Golan menyebut situasi ini sebagai tragedi Israel dan menekankan pentingnya strategi keluar dari konflik.

“Ketika Anda memulai perang, Anda harus tahu bagaimana cara mengakhirinya,” kata mantan wakil kepala staf militer tersebut.

Pernyataan terbaru Golan ini bertolak belakang dengan sikapnya sebelumnya.

Pada akhir Februari lalu, Golan justru memuji operasi pembunuhan Ali Khamenei sebagai langkah besar.

Kondisi tak jauh berbeda juga dialami oleh presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Bahkan Trump diguncang isu pemakzulan. Anggota DPR AS dari Partai Demokrat, Yassamin Ansari, mendorong pemakzulan terhadap Trump dan Menteri Perang Pete Hegseth.

Ansari, politisi keturunan Iran pertama yang terpilih di Kongres, menuduh Hegseth sebagai pendorong utama di balik aksi militer yang ia sebut berbahaya.

“Saya mengajukan pasal-pasal pemakzulan terhadap Pete Hegseth karena berulang kali melanggar sumpah jabatan dan kewajibannya terhadap Konstitusi,” ujarnya dilansir dari NY Post.

Ansari juga menegaskan bahwa hanya Kongres yang berwenang menyatakan perang.

“Bukan presiden yang bertindak sendiri atau para pendukungnya. Tindakan sembrono ini membahayakan prajurit AS dan dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang,”

Selain pemakzulan, Ansari mendesak kabinet untuk mempertimbangkan penggunaan Amandemen ke-25 guna mencopot Trump dari jabatannya.

Sumber: Suara

Artikel terkait lainnya