DEMOCRAZY.ID – Anggota DPR RI dari Fraksi Golkar, Firman Soebagyo, mengritik keras pernyataan pendiri Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), Saiful Mujani yang dinilai menyinggung isu menjatuhkan Presiden Prabowo Subianto.
Prof. Saiful Mujani Dituduh Makar
Saiful Mujani, seorang guru besar ilmu politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayarullah Jakarta dan pendiri Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) dituduh makar.
Pernyataannya dalam rekaman video dipotong-potong sedemikian… https://t.co/I0sSKHcRUG
Baca Juga— Mohamad Guntur Romli (@GunRomli) April 4, 2026
Ia menilai pernyataan tersebut berpotensi menimbulkan kontroversi dan kegaduhan di ruang publik.
Menurut Firman, pernyataan Syaiful dapat dianggap provokatif bahkan berisiko ditafsirkan sebagai ajakan makar.
Ia mengingatkan, sebagai tokoh publik sekaligus figur senior di lembaga survei, setiap pernyataan harus disampaikan secara hati-hati.
“Harus berhati-hati dalam berbicara di hadapan publik, apalagi sebagai tokoh lembaga survei yang sudah sangat senior,” ujar Firman kepada wartawan, Minggu (5/4/2026).
Selain itu, Firman juga menegaskan proses pemakzulan presiden di Indonesia tidak bisa dilakukan sembarangan.
Ia mengingatkan, mekanisme tersebut telah diatur secara ketat dalam Undang-Undang Dasar 1945.
“Presiden hanya dapat dimakzulkan jika terbukti melakukan pelanggaran hukum berat, dan itu harus melalui tahapan di DPR, Mahkamah Konstitusi, hingga MPR,” kata dia.
Di sisi lain, terkait wacana pergantian kepemimpinan nasional, Firman memandang jika Presiden Prabowo digantikan, belum tentu kondisi akan menjadi lebih baik.
“Tidak akan lebih baik,” tegas Firman.
Selain itu, Firman juga menyinggung adanya spekulasi publik terkait motif di balik pernyataan Syaiful Mujani.
Ia menyebut, sebagian pihak mempertanyakan apakah pernyataan tersebut berkaitan dengan kepentingan tertentu, termasuk upaya meningkatkan posisi tawar.
Sekadar informasi, video Saiful itu diunggah oleh akun Instagram @leveenia.
Dalam keterangan unggahan itu ia mengaku terkejut dengan bahasa yang keluar dari akademisi Saiful Mujani.
“Hari ini, dikirimin teman dan sungguh sangat kecewa bahasa-bahasa ini keluar dari mulut seorang PROFessor (atau udh jadi PROFokator) yang katanya akademisi ‘nggak main-main tentang angka’,” tulis akun tersebut.
“Kontradiktif banget, ini Professor Saiful Mujani punya lembaga survei, pasti bermain dengan angka, dan harusnya tertib dengan etika demokrasi. Tapi kok narasinya malah ngajak orang-orang untuk berkonsolidasi menjatuhkan Presiden dengan cara yang inkonstitusional dan non-demokratis,” sambung dia.
Dalam video itu Saiful mengatakan Prabowo tidak bisa dinasihati.
Namun, hanya bisa dijatuhkan untuk menyelamatkan bangsa ini.
“Saya alternatifnya bukan pada prosedur yang formal impachment seperti itu, itu tidak akan jalan. Yang jalan hanya ini, bisa nggak kita mengonsolidasikan diri untuk menjatuhkan Prabowo, hanya itu,” ucap Saiful.
“Kalau nasihati Prabowo nggak bisa juga, bisanya hanya dijatuhkan, itulah menyelamatkan tapi bukan menyelamatkan Prabowo menyelamatkan diri kita dan bangsa ini,” sambungnya.
Sumber: Inilah