DEMOCRAZY.ID – Pertemuan antara budayawan Sujiwo Tejo dan Ustaz Dasad Latif memunculkan perbincangan menarik soal makna salat dan perilaku manusia yang kerap bertolak belakang dengan nilai ibadah itu sendiri.
Dalam dialog yang sarat makna tersebut, Sujiwo Tejo secara jujur mengungkapkan kegelisahannya.
“Kalau saya mau sholat, saya melihat banyak koruptor sholat. Saya melihat banyak orang sholat yang kalau saya ajak ngomong main HP. Gak punya adab,” ujar Sujiwo Tejo dalam video yang diunggah akun Instagram @kalam_hikmah11, dikutip Rabu 8 Oktober 2025. Scroll untuk tahu lebih lanjut, yuk!
Menanggapi hal itu, Ustaz Dasad Latif memberikan jawaban menyejukkan sekaligus logis.
Ia menyebut, salat memang menjadi bentuk ibadah paling ideal jika dilakukan dengan kejujuran dan integritas, bukan sekadar ritual.
“Yang paling enak memang sholat tidak korupsi. Yang paling nyaman memang, paling ideal sholat jujur. Tapi wala talbisul haqqabil batil, kata Allah. Allah tidak mencampurkan antara haq dan batil,” ujar Ustaz Dasad.
Ia menjelaskan bahwa setiap amal manusia akan dicatat oleh dua malaikat, Raqib dan Atid — yang mencatat perbuatan baik dan buruk.
Karena itu, meski seseorang salat namun masih berbuat dosa, semuanya akan tetap ditimbang oleh Allah SWT.
“Dia sholat tapi dia korup, tapi Allah Maha Adil. Maka ditimbanglah nanti, mana yang lebih banyak kebaikanmu atau keburukanmu. Tapi kalau dia baik amalnya tapi tidak ada sholatnya, sia-sia. Karena password-nya kebaikan itu, kuncinya itu adalah sholat,” jelasnya.
Perbincangan semakin menarik ketika Sujiwo Tejo menyinggung bahwa banyak hal yang membantu umat Islam beribadah justru diciptakan oleh orang yang tidak salat, sebagai contoh pesawat untuk naik haji.
“Ustaz, ketika naik haji, naik pesawat. Pesawat itu mungkin dibikin orang yang tidak sholat,” kata Sujiwo.
Ustaz Dasad pun menanggapinya dengan bijak.
“Iya, betul. Kursi itu mungkin dibikin orang yang tidak sholat. Tapi nanti Allah perlihatkan amalnya. Yang ciptakan listrik ini luar biasa amalnya. Tapi Allah bilang: mana password-nya? Mana kuncinya? Kuncinya itulah sholat. As-sholatu imaduddin, sholat itu tiangnya agama,” jawabnya.
Ia menegaskan bahwa Allah tidak menilai kadar kekhusyukan seseorang, tetapi kesediaannya untuk datang bersujud.
Salat, kata Ustaz Dasad, menjadi dasar dari segala amal kebaikan.
“Sebuah bangunan bisa berdiri tanpa dinding, tapi kalau tanpa tiang pasti roboh. Tiang dalam agama adalah sholat,” tegasnya.
Menurutnya, keberhasilan setan adalah ketika manusia beribadah tanpa makna—seolah hanya menggugurkan kewajiban.
Karena itu, umat harus terus berjuang menjaga niat dan konsistensi ibadah.
“Melawan setan itu perlu nafas panjang. Setan itu tidak menyerah. Prinsipnya setan, kalau dia tidak bisa menang, minimal dia jangan rugi,” tutup Ustaz Dasad.
Mendapati jawaban tersebut, Sujiwo Tejo pun terdiam.
Sumber: VIVA