Media Iran Sorot ‘Reaksi’ Masyarakat Indonesia Atas Perang Iran vs AS-Israel

DEMOCRAZY.ID – Media nasional Iran menyoroti reaksi masyarakat Indonesia atas perang Iran Vs Amerika Serikat (AS) Israel.

Media Iran menyoroti dukungan masyarakat Indonesia terhadap Iran dalam agresi AS dan Israel di salah satu negara Islam terbesar tersebut.

Tanggapan sejumlah masyarakat Indonesia terhadap perang Iran Vs AS-Israel itu dimuat oleh media nasional Iran IRNA News Agency.

Dalam tayangan yang dimuat Kamis (2/4/2026) itu, sejumlah masyarakat Indonesia menyampaikan dukungannya terhadap Iran.

Bukan hanya karena negara tersebut sama-sama negara Islam, masyarakat Indonesia mendukung Iran lantaran AS dianggap negara yang kurang ajar dan suka sewenang-wenang dengan masyarakat dunia.

“Iran ada di pihak yang benar, kita semua masyarakat Indonesia mendukung Iran,” kata seorang pria yang diwawancarai di Jakarta.

Diketahui pemerintahan Indonesia tidak terlalu menanggapi perang Iran Vs AS-Israel.

Bahkan Presiden Indonesia Prabowo Subianto tidak mengucapkan duka atas kematian Pemimpin Iran Ali Khamenei dalam serangan AS pada 28 Februari.

Hal ini berbeda dengan sejumlah negara muslim lain di Asia Tenggara seperti Malaysia yang mengucapkan duka dan dukungan terhadap Iran.

Meski begitu, mayoritas politisi di DPR hingga partai politik di Indonesia mendukung Iran atas agresi AS.

Hingga saat ini tidak ada yang bisa memprediksi kapan perang Iran Vs AS-Israel berakhir.

Sebab hingga kini Iran masih mampu meluncurkan serangan-serangan rudal balasan terhadap musuh.

Namun demikian pada Rabu (1/4/2026), Presiden AS Donald Trump memberikan sinyal akan menghentikan perang dua pekan ke depan.

Trump juga mengklaim bahwa saat ini Iran sudah hancur sehingga bukan lagi ancaman.

“Berkat kemajuan yang telah kita capai, saya dapat mengatakan malam ini bahwa kita berada di jalur yang benar dan negara ini telah hancur dan pada dasarnya benar-benar bukan lagi ancaman,” kata Trump.

“Ini adalah investasi sejati untuk masa depan anak-anak dan cucu-cucu Anda. Seluruh dunia sedang menyaksikan.”

Trump pun menyebut menuju de eskalasi itu, AS akan buat Iran hancur berkeping-keping terlebih dahulu.

“Dalam dua hingga tiga minggu ke depan, kita akan membawa mereka kembali ke Zaman Batu. Sementara itu, diskusi masih berlangsung.

Pihak Iran sendiri belum merespon pernyataan Donald Trump tersebut.

Namun demikian Iran masih tetap meluncurkan serangan ke musuh di tengah pidato Donald Trump.

Iran juga tidak berencana membuka Selat Hormuz seperti semula sekalipun AS telah menarik pasukannya dari Timur Tengah.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan penutupan Selat Hormuz untuk mencegah penyalahgunaan jalur perairan strategis tersebut oleh para agresor.

Dalam percakapan telepon dengan Menteri Luar Negeri Vietnam Le Hoai Trung pada hari Rabu, Araghchi menggambarkan agresi militer AS-Israel terhadap Iran sebagai akar penyebab ketidakamanan yang ditimbulkan di Teluk Persia dan Selat Hormuz.

“Berdasarkan prinsip-prinsip hukum internasional dan untuk mencegah penyalahgunaan oleh agresor dari Selat Hormuz untuk melakukan serangan ilegal terhadap Iran, jalur air ini ditutup untuk kapal-kapal milik pihak-pihak yang terlibat dalam agresi militer terhadap Iran,” tambahnya.

“Namun, kapal-kapal milik negara lain terus melintas dengan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait di Iran,” tegas diplomat senior Iran tersebut.

Sumber: Tribun

Artikel terkait lainnya