DEMOCRAZY.ID – Presiden Prabowo Subianto mengaku seorang ‘micromanager’ dalam memimpin pemerintahannya.
Gaya kepemimpinan yang mengurusi hingga hal-hal mendetail ini membuat Prabowo terkadang merasa bersalah.
Pemimpin micromanager itu orang perfeksionis. Punya standar yg sangat tinggi dan jika orang lain yang mengerjakan program2nya, tak percaya hasilnya akan mencapai standar yg diinginkan.
Paradoks gak sih..mengaku micromanage tapi memilih org BODOH utk jadi wakil dan menteri2 nya https://t.co/RmoanKMCeu
— NiNG garis tengah (@FayaAtika) March 31, 2026
“Dan juga seperti yang Anda ketahui, saya adalah manajer yang terjun langsung (hands-on). Menteri-menteri saya menuduh saya sebagai micromanager. Ya, saya akui saya seorang micromanager,” kata Prabowo saat menghadiri Business Forum Japan-Indonesia, Tokyo, Senin (30/3/2026).
Prabowo mengaku terus memonitor kinerja menteri-menterinya dan menelepon mereka pada dini hari.
Dia pun mengaku kasihan kepada menterinya hingga pingsan di depan umum.
“Saya akan menelepon menteri-menteri saya jam 2 pagi atau jam 5 pagi, dan saya akan bertanya kepada mereka harga telur hari ini. Dan sekarang saya merasa agak kasihan karena beberapa menteri saya pingsan di depan umum,” ujarnya.
Prabowo menilai gaya kepemimpinan micromanagement itu berdampak pada kesehatan anak buahnya.
“Dan terkadang saya mendapat laporan beberapa pejabat senior saya masuk rumah sakit. Kenapa? Masalah jantung. Jadi saya merasa bersalah, mungkin karena bos mereka agak terlalu micromanager, terutama jika saya sudah minum kopi di pagi hari,” lanjutnya.
Sumber: Detik