Todong Senjata hingga Cekik Jurnalis! Tentara Israel Berusaha ‘Tutupi’ Kekerasan di Tayasir

DEMOCRAZY.ID – Tindak kekerasan terhadap awak media kembali dilakukan pasukan Israel Defense Forces (IDF).

Kali ini, sekelompok jurnalis CNN yang tengah meliput di wilayah Tayasir, Tepi Barat, menjadi sasaran intimidasi hingga penahanan oleh tentara bersenjata.

Aksi represif ini terekam dalam video yang diunggah akun X @marionawfal.

Rekaman tersebut menunjukkan sejumlah tentara mendekati kru media dengan agresif dan memerintahkan mereka berhenti beraktivitas.

“Berhenti! Duduk! Duduk!” teriak salah satu tentara dalam video tersebut.

Jurnalis CNN, Jeremy Diamond menjelaskan, timnya berada di lokasi murni untuk meliput kekerasan pemukim Israel terhadap warga Palestina.

Meski tidak melakukan tindakan membahayakan, mereka tetap ditodong senjata dan dipaksa mematikan kamera.

Kru CNN sempat ditahan bersama sejumlah warga Palestina selama sekitar dua jam sebelum akhirnya dilepaskan.

Selama penahanan, Diamond menyebut para tentara melontarkan klaim sepihak bahwa Tepi Barat adalah bagian dari Israel sambil memberikan label negatif terhadap warga Palestina.

Insiden ini pecah tak lama setelah terjadi serangan pemukim Israel di desa Tayasir yang menyasar warga sipil Palestina.

Abdullah Daraghmeh (75), seorang warga lanjut usia, dilaporkan menjadi korban saat sedang terlelap, mengalami luka parah, termasuk retak tengkorak dan patah tulang wajah.

“Dia sedang tidur saat itu. Ini tidak normal,” kata Sami Daraghmeh, putra Abdullah, yang menemukan ayahnya bersimbah darah di tempat tidur.

Saat ini, Abdullah masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit akibat luka serius di bagian wajah dan kerusakan gigi.

Sumber: Inilah

Artikel terkait lainnya