Karma Bunuh Anak-Anak Gaza dan Iran, Keluarga Netanyahu Berantakan: Istri Stres, Putra-Putri Dibully!

DEMOCRAZY.ID – Gempuran brutal rezim militer Zionis yang banyak merenggut nyawa tak berdosa, termasuk Anak-anak Gaza, kini berimbas pada sorotan tajam terhadap keluarga Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.

Kondisi psikologis keluarga nomor satu di Israel tersebut dikabarkan sedang tertekan setelah sang Istri Sara Netanyahu mengeluhkan rentetan kekerasan verbal yang menimpa anak-anaknya.

Ironi ini menjadi perbincangan hangat di tengah gencarnya Serangan Israel yang baru-baru ini juga membantai ratusan siswa sekolah di Kota Minab Iran melalui operasi militer bersama Amerika Serikat.

Dalam sebuah pertemuan resmi baru-baru ini, istri dari perdana menteri tersebut secara mengejutkan menjabarkan penderitaan yang harus ditanggung oleh keluarganya.

Ia mengungkapkan bahwa putra dan putri secara terus-menerus menjadi sasaran perundungan serta diungkapkan oleh publik hanya karena status mereka sebagai anak dari pemimpin rezim Zionis.

“Anak-anak saya menjadi sasaran penghinaan dan kekerasan hanya karena mereka adalah anak-anak Netanyahu. Kita harus mengutuk serangan terhadap anak-anak di segala situasi, baik secara tatap muka maupun online,” keluh Sara Netanyahu dalam pertemuan tersebut dikutip dari Haberler, Jumat (27/3/2026).

Pernyataan emosional dari istri perdana menteri itu sontak membawa kembali isu kelam mengenai nasib ribuan anak-anak yang ditembakkan di Jalur Gaza kembali ke bawah lampu sorot internasional.

Data di lapangan menunjukkan bahwa ribuan warga sipil tak berdosa dan anak-anak telah kehilangan nyawa akibat blokade Israel selama bertahun-tahun dan gempuran yang terus berlanjut sejak Oktober 2023.

Anak-anak yang masih bertahan hidup di wilayah Jalur Gaza saat ini dilaporkan harus berjuang mati-matian di tengah ketiadaan akses terhadap kebutuhan dasar seperti tempat tinggal, pendidikan, maupun perawatan kesehatan.

Tragedi kemanusiaan yang menyumbangkan nyawa generasi muda rupanya tidak hanya terjadi di wilayah Palestina, melainkan telah meluas hingga ke wilayah teritorial Iran.

Laporan terbaru menyebutkan bahwa sedikitnya 165 orang yang sebagian besar adalah pelajar muda telah terbunuh secara tragis akibat serangan mematikan yang menyasar sebuah sekolah di kota Minab.

Serangan mematikan ke fasilitas pendidikan tersebut diketahui merupakan bagian dari serangkaian operasi militer gabungan yang dilakukan oleh pasukan Israel bersama Amerika Serikat terhadap Iran.

Sumber: Suara

Artikel terkait lainnya