DEMOCRAZY.ID – Belakangan ini, rumor tentang kematian Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, terus beredar luas.
Meski ia sempat mengunggah video di media sosial untuk menegaskan bahwa dirinya masih hidup, beberapa pihak justru menyebut video tersebut sebagai hasil rekayasa AI.
Akibatnya, kabar soal kematiannya masih ramai diperbincangkan publik.
Apalagi, Netanyahu juga tidak terlihat menghadiri pertemuan “Dewan Perang” yang digelar di tengah konflik dengan Iran pada Sabtu, 14 Maret lalu.
Di tengah rumor yang kian meluas, Netanyahu kembali muncul lewat video yang memperlihatkan dirinya bertemu dengan Duta Besar AS, Mike Huckabee.
Dalam perbincangan tersebut, ia sekali lagi menegaskan bahwa dirinya masih hidup hingga saat ini.
Dikutip dari akun Instagram resmi Netanyahu, awalnya Huckabee mengungkap bahwa dirinya datang atas instruksi Donald Trump.
Trump sendiri meminta Huckabee untuk mengecek kondisi PM Israel itu.
“Pak perdana menteri saya ingin Anda tau bahwa presiden meminta saya datang untuk memastikan Anda baik-baik saja,” kata dia.
Netanyahu yang mendengar pernyataan dari Huckabee itu sempat tersenyum. Dia menyebut bahwa dirinya baik-baik saja.
“Ya Mike, saya baik-baik saja, saya masih hidup,” kata Netanyahu.
Huckabee juga ikut menyinggung rumor yang ramai beredar di media sosial, termasuk soal klaim viral yang menyebut jari kanan Netanyahu berjumlah enam.
“Saya sudah mengeceknya dan senang melihatnya. Tapi beliau (Trump) ingin memastikan karena kalian berdua terlihat sangat akrab,” sambung Dubes AS itu.
Dengan nada bercanda Netanyahu pun merespon.
“Saya tahu, dan kami berjabat tangan dengan lima jari di tiap tangan seperti orang pada umumnya. Tapi saya harus bilang saya masih hidup dan saya punya kartu ini. Jangan dibaca, ini kartu punch. Hari ini saya mencoret dua nama di kartu ini dan Anda bisa lihat masih ada beberapa lagi yang tersisa dalam daftar ini,” kata Netanyahu.
Pernyataan tentang mencoret dua nama itu diduga merujuk pada dua pejabat tinggi Iran yakni Ali Larijani, Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, dan Jenderal Gholam Reza Soleimani, pimpinan pasukan sukarelawan Basij yang diklaim Israel telah tewas pada Senin.
Sumber: VIVA