AHY: Presiden RI ke-6 SBY Lebih Memilih Menjadi Seorang Seniman, Sindir Jokowi?

DEMOCRAZY.ID – Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono menyebut Presiden Ke-6 RI sekaligus Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono, kini memilih fokus menjadi seniman.

Ia menyebut SBY memilih hobi itu untuk menuangkan rasa cintanya bagi Indonesia dalam sebuah karya.

“Beliau sekarang lebih memilih menjadi seorang seniman, mengekspresikan cintanya untuk negeri ini,” kata AHY saat Perayaan Imlek yang digelar Partai Demokrat di Djakarta Theater, Jakarta, Rabu (18/2/2026).

AHY mengatakan, SBY lebih banyak beraktivitas dan menetap di rumah.

Meski demikian, ia tetap hadir mendampingi Partai Demokrat sebagai guru dan mentor, sekaligus terus aktif berkarya sebagai seniman.

“Beliau tidak pernah kemana-mana, selalu ada bersama kita, tetapi memang memilih untuk lebih banyak menjadi seorang guru, mentor, tapi juga seniman,” katanya.

Selain mengapresiasi kehadiran SBY di acara tersebut.

Anak bungsu SBY itu juga mendoakan presiden ke-6 itu agar senantiasa diberkahi kesehatan dan kebahagiaan lahir batin.

“Dan tentunya kita selalu mendoakan semoga bapak juga terus berkenan mengawal perjuangan generasi penerus bangsa, generasi penerus partai Demokrat untuk mewujudkan cita cita yang tentunya indah di masa depan,” katanya mengakhiri.

Lagu SBY

Pada perayaan imlek itu, Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyanyikan lagu ciptaannya berjudul Hening dalam perayaan Imlek 2026 yang digelar Partai Demokrat di Djakarta Theater, Jakarta, Rabu (18/2/2026).

Ia mengungkap lagu tersebut tercipta dari kenangan perjalanannya menyusuri Sungai Lijiang, China, hingga akhirnya ia tulis saat beristirahat di Istana Cipanas pada 2008.

SBY menceritakan awal mula dirinya membuat lagu tersebut.

Ia menceritakan lagu itu terinspirasi saat ia masih menjabat sebagai presiden dan berkunjung ke China, tepatnya di Sungai Lijiang.

Ia mengatakan dalam perjalannya selama 4 jam di sungai tersebut memantik batinya untuk menulis sebuah lagu.

Pasalnya, selama perjalanan itu ia turut diiringi musik bernuansa kultur budaya Mandarin.

Berbekal kenangan tersebut, pada 2008, SBY membuat sebuah lagu dengan gitar saat beristirahat di Istana Cipanas.

“2 tahun setelah kunjungan saya itu tahun 2008, di hari libur saya sedang berada di Istana Cipanas tiba-tiba hati saya digerakkan untuk membuat lagu. Saya ambil gitar, di bagian belakang istana Cipanas. Dan terciptalah sebuah lagu yang saya beri nama Hening,” kata SBY.

Di sisi lain, SBY juga menceritakan saat mendapatkan cinderamata dari Perdana Menteri China saat itu, Wen Jiabao.

Wen Jiabao, kata SBY memberikan lirik lagu dari Hening versi bahasa Mandarin di dalam sebuah pigura besar.

“Lagu itu sebenernya saya mengekspresikan keindahan alam di desa-desa Indonesia. Tetapi tanpa saya sadari because I remember, when visiting Lijiang tadi ternyata ada sentuhan nuansa kultur Mandarin,” ucap SBY.

Usai bernyanyi, SBY mengucapkan terima kasih dalam bahasa Mandarin, “Xie Xie,” katanya mengakhiri.

Sumber: Republika

Artikel terkait lainnya