DEMOCRAZY.ID – Suasana di Mabes Polri, Trunojoyo, mendadak panas menjelang datangnya bulan suci Ramadan.
Aktivis hukum senior, Eggi Sudjana, melontarkan peringatan keras kepada komika Pandji Pragiwaksono terkait dugaan penistaan ajaran Islam.
Tak main-main, Eggi mengancam akan terus “menekan” sang komika jika tidak segera menyampaikan permohonan maaf secara terbuka.
Pernyataan ini disampaikan Eggi saat menyambangi gedung Bareskrim Polri untuk mengklarifikasi kisruh di tubuh Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA) serta memberikan perkembangan terkait laporannya terhadap beberapa tokoh, Rabu (18/2/2026).
Fokus utama kecaman Eggi tertuju pada materi komedi Pandji Pragiwaksono yang dinilai telah melecehkan tata cara ibadah umat Muslim dalam pertunjukkannya.
Eggi merasa tindakan Pandji sudah melampaui batas kewajaran seorang penghibur.
“Kita ini sama-sama umat Islam. Kenapa Anda begitu terkesan umat Islam kok dienyek-enyek (dihina) kayak begitu? Ngatur saf salat kan bukan untuk di pesawat, kok diputar-putar? Jangan!” tegas Eggi dengan nada tinggi di hadapan awak media, seperti ditayangkan di akun YouTube Kompas TV, Rabu (18/2/2026).
Eggi mengungkapkan bahwa laporan terhadap Pandji sebenarnya sudah dilayangkan oleh Korlabi (Komando Perelaporan Bela Islam) sejak satu bulan lalu.
Namun, karena belum ada iktikad baik, Eggi memberikan peringatan terakhir.
“Saya ingatkan, kau datanglah ke polisi, minta maaf buat umat. Kalau tidak, kami akan tekan terus karena ini hak hukum kami sebagai umat. Sebelum (hal buruk) terjadi, Panji tolong minta maaf di depan polisi,” tambahnya.
Menurut Eggi, Pandji bahkan disebut tidak merasa bersalah dan enggan meminta maaf.
“Sudah diberi waktu. Dia bilang, ‘Saya salah apa?’ Kalau begitu, tinggal polisi bertindak,” katanya.
Selain soal Pandji, Eggi juga meluruskan simpang siur mengenai kedudukannya di TPUA.
Ia menegaskan tidak ada pemecatan oleh Habib Rizieq Shihab (HRS).
Yang terjadi adalah pembekuan kepengurusan demi meredam kemelut internal.
Eggi resmi menyerahkan mandat TPUA kembali kepada HRS sebagai pendiri pada 15 Februari 2025 di Petamburan.
Atas saran HRS, Eggi kini resmi bergabung dan menjadi pembina di Korlabi yang dipimpin oleh Damai Hari Lubis (DHL).
“TPUA tamat, jangan singgung-singgung lagi. Saya bukan lagi ketua TPUA. Mandat sudah saya laksanakan,” tegas Eggi.
Dalam kesempatan yang sama, Eggi juga menyindir keras Roy Suryo dan Ahmad Khozinudin terkait perseteruan hukum mereka.
Ia menyebut Roy “menelan ludah sendiri” karena meniru langkah-langkah hukum yang dulu pernah dicemoohnya.
Eggi juga mempertanyakan sikap tokoh seperti Din Syamsuddin dan Ugroseno yang dianggapnya tebang pilih dalam memberikan dukungan hukum.
Tak berhenti di situ, Eggi memberikan “nasihat” berapi-api kepada Presiden Prabowo Subianto terkait isu internasional.
Eggi memprotes keras wacana kerja sama dengan Donald Trump yang ia labeli sebagai penjajah.
IA meminta Prabowo untuk tidak hanya sekadar diplomasi, melainkan mengirimkan tentara khusus atau milisi ke Palestina.
“Kalau perlu berat, kami bisa buka milisi. Saya buka pendaftaran jihad ke Palestina. Jangan banyak omdo di medsos,” serunya.
Meski melontarkan berbagai pernyataan tajam, Eggi menutup keterangannya dengan pesan maaf lahir batin.
Ia mengaku secara pribadi telah memaafkan lawan-lawan hukumnya demi kesucian bulan Ramadan, namun tetap bersikukuh bahwa proses hukum harus tetap berjalan.
“Secara umum perilaku mereka saya maafkan dengan moral Islam, tapi hukum jalan terus. Lawanlah laporan saya ini, jangan pengecut,” pungkasnya.
Sumber: Tribun