Rektor Paramadina: Kalau Lihat Rekam Jejak Pembohong, Most Likely Ijazahnya Palsu!

DEMOCRAZY.ID – Rektor Universitas Paramadina, Prof. Didik J. Rachbini, menyinggung pentingnya rekam jejak kejujuran dalam menilai kredibilitas seseorang, terutama ketika muncul polemik mengenai keaslian ijazah yang ramai diperbincangkan publik.

Didik menyatakan bahwa integritas merupakan fondasi utama kepercayaan masyarakat terhadap tokoh publik.

“Kalau melihat rekam jejak sebagai pembohong, maka most likely ijazahnya palsu,” ujarnya, Rabu (18/2/2026).

Secara tidak langsung, ia juga menekankan bahwa masyarakat berhak mempertanyakan berbagai klaim yang disampaikan figur publik apabila terdapat catatan ketidakjujuran sebelumnya.

Menurutnya, transparansi dan akuntabilitas menjadi syarat penting untuk menjaga kualitas demokrasi.

Pernyataan tersebut menuai beragam respons.

Sebagian kalangan menilai ucapan itu sebagai pengingat moral agar pejabat publik menjunjung tinggi kejujuran.

Namun pihak lain berpandangan bahwa tudingan terkait keaslian dokumen pendidikan seharusnya dibuktikan melalui mekanisme hukum dan verifikasi resmi, bukan sekadar opini.

Pengamat politik Rokhmat Widodo menyebut isu ijazah kerap muncul dalam kontestasi politik dan berpotensi memicu polarisasi jika tidak diselesaikan secara institusional.

Karena itu, klarifikasi dari lembaga pendidikan maupun proses hukum dinilai menjadi jalur paling tepat untuk memastikan kebenaran.

Perdebatan mengenai integritas dan legitimasi dokumen pendidikan diperkirakan masih akan berlanjut, seiring meningkatnya tuntutan publik terhadap transparansi para pemimpin di ruang demokrasi.

Sumber: JakartaSatu

Artikel terkait lainnya