Kasus Ijazah Jokowi, Bonatua Ungkap Alasan Enggan Gabung Dalam Penelitian Kubu Roy Suryo

DEMOCRAZY.ID – Pengamat kebijakan publik Bonatua Silalahi enggan bergabung dengan kubu Roy Suryo, Rismon Hasiholan Sianipar, dan Tifauzia Tyassuma (RRT) dalam penelitian keaslian ijazah mantan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi).

“Saya tidak mau masuk ke ranah penelitian RRT,” kata Bonatua dalam siniar di Nusantara TV, Minggu, (16/2/2026).

“Kalau saya kelewatan masuk ke area orang, juga enggak enak.”

Sebelumnya, Bonatua berhasil memperoleh salinan ijazah Jokowi melalui sengketa informasi di Komisi Informasi Publik (KIP).

Dia memamerkan salinan ijazah Jokowi kepada awak media setelah diperiksa sebagai ahli di Polda Metro Jaya beberapa hari lalu.

Menurut Bonatua, langkahnya memperoleh dan menelaah dokumen itu merupakan bagian dari praktik keterbukaan informasi publik, bukan untuk membenarkan atau menyalahkan pihak tertentu.

Bonatua mengklaim penelitiannya bukan tentang apakah ijazah Jokowi asli atau palsu, melainkan ada atau tidaknya ijazah itu.

Oleh karena itu, penelitiannya berbeda dengan penelitian yang dilakukan RRT.

“Saya lebih ke level ontologisnya, filosofisnya, ada atau tidaknya dulu. Gimana kita mau jawab asli atau tidak enggak ada,” ujarnya menjelaskan.

Dia menyebut selama ini belum ada yang melihat ijazah Jokowi.

Adapun yang ada saat ini adalah pengakuan-pengakuan dari kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Dian Sandi Utama di media sosial mengenai ijazah Jokowi.

Sementara itu, Roy, Rismon, dan Tifa sudah meyakini ijazah Jokowi palsu. Ketiganya telah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan pencemaran nama baik sehubungan dengan tudingan ijazah palsu.

Sumber: Tribun

Artikel terkait lainnya