Said Didu: Prabowo Tak Kepikiran Maju Pilpres 2029, Tetapi Kelihatan Tak Happy dengan Gibran!

DEMOCRAZY.ID – Mantan Sekretaris Kementerian BUMN RI Muhammad Said Didu menilai, Presiden RI Prabowo Subianto terkesan kurang puas dengan pendampingnya, Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka.

Mulanya, Said Didu membahas soal kemungkinan Prabowo kembali maju ke Pemilihan Presiden atau Pilpres 2029.

Apalagi melihat sejumlah partai sudah menunjukkan manuver secara terbuka untuk mendukung Prabowo di pesta demokrasi selanjutnya, yakni Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Wakil Ketua Umum PAN Eddy Soeparno dan pernyataan dari Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan telah memastikan partai mendukung Prabowo di 2029.

Bahkan, ada sinyal kuat bahwa PAN mendorong Zulkifli Hasan (Zulhas) sebagai calon wakil presiden (cawapres) pendamping Prabowo, meski dukungan utamanya untuk Prabowo sebagai calon presiden (capres).

Hal tersebut disampaikan sekitar awal Februari 2026, dengan alasan konsistensi dukungan sejak awal dan kinerja pemerintahan saat ini.

Sementara, Ketua Umum PKB Abdul Muhaimin Iskandar (Cak Imin) dan Ketua DPP PKB seperti Daniel Johan serta Syaiful Huda juga menyatakan dukungan untuk Prabowo dua periode, termasuk hingga Pilpres 2029.

Dukungan ini disampaikan langsung di Istana dan karena menilai kinerja Prabowo memuaskan serta sesuai visi partai.

Namun, PKB belum membahas atau menentukan calon wakil presiden, tetapi muncul wacana Cak Imin sendiri sebagai cawapres.

Sementara, Partai Golkar (Golongan Karya) sudah mencetuskan adanya koalisi permanen, sebagaimana yang terbaru disampaikan oleh Ketua Fraksi Partai Golkar DPR RI, Muhammad Sarmuji, dalam acara tasyakuran peringatan HUT ke-58 Fraksi Partai Golkar DPR RI di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (13/2/2026).

“Seluruh kebijakan Fraksi Partai Golkar harus mendukung astacita Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Kita sudah membangun satu koalisi dan kita mendorong sebenarnya agar terjadi koalisi permanen,” kata Sarmuji.

Said Didu: Prabowo Tak Kepikiran Maju Pilpres 2029, tetapi Tak Happy dengan Gibran

Said Didu mengungkap, Prabowo terkesan saat ini belum terpikir untuk maju ke Pilpres 2029, meski sudah ada kode-kode partai politik untuk memberikan dukungan dua periode.

Pria kelahiran Pinrang, Sulawesi Selatan, 2 Mei 1962 itu menilai, hal tersebut terlihat dari pernyataan Prabowo yang mengaku tidak berpikir untuk Pilpres selanjutnya dan saat ini lebih berfokus bekerja demi masyarakat Indonesia.

“Saya nangkap dari sini, sepertinya dia [Prabowo] tidak suka membahas-bahas tentang 2029 dengan pernyataan, ‘Saya tidak, saya akan bekerja penuh untuk rakyat dan saya tidak berpikir untuk selanjutnya, dan kalau saya gagal dan rakyat merasa saya salah, maka saya bersedia mendapat hukuman dari rakyat,'” tutur Said Didu, menirukan ucapan Prabowo soal Pilpres 2029, dalam podcast atau siniar yang diunggah di kanal YouTube Akbar Faizal Uncensored, Sabtu (14/2/2026).

“Jadi, [Prabowo] tidak ada pikiran sama sekali untuk untuk maju.”

Meski begitu, Said Didu menilai, Prabowo justru lebih terlihat tidak terlalu puas dengan Gibran, putra sulung Mantan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) yang mendampinginya sebagai RI2.

Apalagi, Gibran dianggap tidak terlalu dilibatkan oleh Prabowo.

Said Didu mencontohkan momen ketika Gibran berjalan di belakang Prabowo dan Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri saat peringatan Hari Lahir Pancasila 2025.

Kala itu, Prabowo dan Megawati tampak berjalan berdampingan ketika memasuki lokasi upacara di Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Senin (2/6/2025), sedangkan Gibran mengekor di belakang mereka.

“Tapi begini terkait dengan saya melihat, saya melihat ininya bahwa memang kelihatannya Pak Prabowo tidak terlalu happy dengan pasangan sekarang ini, gitu kan?” kata Said.

“Dari fakta politik kan enggak pernah diajak, kalau ada acara di belakang.”

Said Didu: Prabowo Berada di antara Dua Kubu Politik

Kemudian, Said Didu juga menilai, Prabowo tengah berada di antara dua kubu politik; partai-partai yang mendukung dirinya tanpa menyertakan nama Gibran, sedangkan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) masih ingin Prabowo membawa Gibran ke arena Pilpres 2029.

Ia menilai Prabowo yang tidak merespon kode dari Jokowi yang sebelumnya telah meminta PSI untuk medukung Prabowo-Gibran dua periode juga bisa menjadi indikasi bahwa Mantan Menteri Pertahanan RI itu tidak terlalu puas dengan kinerja suami Selvi Ananda.

“Tapi harus kita lihat. Awalnya Ketua Harian PSI Ahmad Ali kan menyatakan kan saingan yang akan maju presiden adalah Gibran, tetapi sehari kemudian kan langsung dikoreksi, bahwa tidak demikian,” jelas Said Didu.

“Nah, keluar [pernyataan] Joko Widodo bahwa memerintahkan PSI mencalonkan Prabowo dan Gibran dua periode. Nah, artinya ini ada keinginan bahwa Prabowo harus [menggandeng Gibran], dan Prabowo tidak pernah merespon itu.”

“Jadi maksud saya begini, sekarang ini ada dua kubu politik, dan sepertinya Pak Prabowo, kalau saya membaca, dia tidak happy dengan pasangan sekarang gitu karena dia tidak terbantu sama sekali.

“Tapi Pak Jokowi, dengan partai dengan dinastinya, sangat berkepentingan agar Prabowo masih mengajak anaknya.”

Sumber: Tribun

Artikel terkait lainnya