Alamak! Lebih Parah Dari DPR RI, Parlemen Turki Asyik ‘Baku Hantam’ Saat Pelantikan

DEMOCRAZY.ID – Tingkah laku Parlemen Turki ternyata lebih parah dibanding DPR RI lantaran keputusan negara dibuat lewat jalan baku hantam.

Video baku hantam di Parlemen Turki viral pada Rabu (11/2/2026) dan menjadi sorotan dunia internasional.

Dalam video yang dibagikan Fox dan Reuters terlihat sejumlah anggota Parlemen yang memakai setelan jas hitam putih saling tinju satu sama lain.

Anggota Parlemen atau dikenal di Indonesia DPR itu saling tinju serampangan satu sama lain.

Dimuat AP News para anggota parlemen dari partai yang berkuasa dan oposisi bentrok karena penunjukan figur kontroversial untuk Kementerian Kehakiman dalam reshuffle Kabinet.

Pihak oposisi mencoba memblokir Jaksa Kepala Istanbul Akin Gurlek, yang ditunjuk Presiden Recep Tayyip Erdogan sebagai Menteri Hakim.

Namun belum sempat disumpah di Gedung Parlemen, amarah anggota parlemen berkobar.

Para anggota terlihat saling mendorong satu sama lain bahkan diwarnai aksi saling tinju.

Sebagai jaksa kepala Istanbul, Gurlek telah memimpin sidang tinggi terhadap beberapa anggota partai oposisi utama, Partai Rakyat Republikan atau CHP.

Bagi posisi tindakan Gurlek sangat politis.

Sebelumnya ratusan pejabat kota yang dikelola CHP ditangkap karena penyelidikan korupsi.

Di antara mereka adalah Walikota Istanbul Ekrem Imamoglu, yang secara luas dipandang sebagai rival utama Erdogan, yang ditangkap tahun lalu.

Selain menunjuk Gurlek sebagai Menteri Hakim, Erdogan juga menunjuk Gubernur Provinsi Timur Erzurum, Mustafa Ciftci sebagai Menteri Dalam Negeri.

Selain di Turki, aksi baku hantam di Parlemen juga pernah terjadi di Republik Indonesia.

Aksi baku hantam antara anggota Komisi VII dari Fraksi PPP Mustofa Assegaf dengan Wakil Ketua Komisi VII dari Fraksi Demokrat Mulyadi pada Rabu (8/4/2015) malam.

Pemukulan yang dilakukan rekan sekomisinya itu terjadi di sela rapat yang berlangsung antara Komisi VII dengan Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM).

Saat rapat berlangsung, Mulyadi izin meninggalkan rapat menuju toilet.

Namun bertemu dengan Mustofa dan berujung adu mulut. Dalam rapat, Mustofa mengajukan pertanyaan selama 10 menit.

Padahal sesuai Tatib, anggota dewan hanya diberikan waktu bertanya selama 3 menit.

Tak terima acapkali diingatkan telah melewati batas waktu oleh Mulyadi, Mustofa nampaknya geram.

Nah, melihat Mulyadi meninggalkan ruangan rapat itulah Mustofa mengejarnya ke luar dan Mustofa melakukan pemukulan.

Aksi kekerasan ini pun berujung ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD).

Sumber: Tribun

Artikel terkait lainnya