Dr Hamid Choi Ubah Wajah Islam Korea Selatan Lewat Terjemahan Al-Quran, Jadi Warisan Abadi!

DEMOCRAZY.ID – Di tengah derasnya gelombang modernisasi dan dominasi budaya populer di Korea Selatan, sebuah karya sunyi lahir dan mengubah lanskap spiritual negeri itu.

Seorang cendekiawan Muslim asal Korsel, Dr Hamid Choi Yong Kil, menorehkan sejarah dengan menerjemahkan Alquran ke dalam bahasa Korea, membuka akses langsung umat terhadap kitab suci yang sebelumnya terasa jauh secara bahasa dan budaya.

Proyek yang digarap hampir tujuh tahun itu bukan sekadar kerja akademik, melainkan misi dakwah intelektual yang perlahan menyalakan cahaya Islam di negeri minoritas Muslim.

Langkah besar ini tak hanya menjadi tonggak penting bagi komunitas Muslim Korea Selatan, tetapi juga simbol bagaimana ilmu, ketekunan, dan keimanan dapat menjembatani peradaban.

Dari ruang-ruang kuliah di Madinah hingga kampus Myongji di Seoul, jejak perjuangan Dr Hamid menjadi bukti, dakwah tak selalu lantang di mimbar, ia bisa lahir dari ketelitian menerjemahkan satu demi satu ayat suci dengan penuh tanggung jawab ilmiah.

Dari laporan Muslim Vox, Rabu (11/2/2026), Dr Hamid Choi Yong Kil, seorang doktor asal Korsel lulusan Madinah, Arab Saudi, dikenal karena berhasil menerjemahkan Alquran ke dalam bahasa Korea untuk pertama kalinya, sebuah karya monumental yang membuka akses umat Islam di negeri Gingseng untuk memahami Alquran secara langsung dalam bahasa mereka sendiri.

Alquran Terjemahan Bahasa Korea Pertama

Dr Hamid mengenyam pendidikan di Madinah, ketika Universitas Islam Madinah masih dipimpin oleh Syekh Abdul Aziz bin Baz, salah satu ulama besar di Arab Saudi saat itu.

Keberadaan orang Korea Selatan di kampusnya menjadi keistimewaan bagi Syekh Abdul Aziz bin Baz.

Sebagai mahasiswa kesayangan, Dr Hamid pun sering diundang ke rumah Syekh Bin Baz.

Hal tersebut menjadi bukti kecintaan dan harapan tinggi Syekh Bin Baz, agar Dr Hamid nantinya bisa menyebarkan Islam di Korea Selatan, negeri asalnya.

Dan benar, setelah menyelesaikan studinya, Dr Hamid kembali ke negeri asalnya, Korea Selatan.

Semasa hidupnya, dia aktif sebagai dosen di Universitas Mongji, Korea Selatan. Dr Hamid mengajar studi Islam dan bahasa Arab.

Salah satu prestasi terbesarnya adalah menerjemahkan Alquran secara penuh ke dalam bahasa Korea.

Proyek terjemahan itu tidak dilakukan dalam waktu singkat.

Setidaknya dibutuhkan waktu sekitar 7 tahun agar Dr Hamid dapat menerjemahkan Alquran ke dalam bahasa Korea secara utuh dan benar.

Warisan Abadi

Kedalaman ilmunya tentang Alquran membuat beliau sangat hati-hati dalam menerjemahkan, agar warga Korea Selatan yang membaca Alquran tidak salah dalam memahami isinya.

Selain terjemahan Alquran, Dr Hamid juga menerjemahkan Sahih al-Bukhari dan menulis puluhan karya ilmiah lainnya yang membantu perkembangan studi Islam di Korea Selatan, yang populasinya masih minoritas Muslim.

Sayangnya, Dr Hamid Choi Yong Kil telah meninggal dunia beberapa waktu lalu.

Kabar wafatnya beliau disampaikan melalui media sosial oleh tokoh muslim lain, yang menunjukkan bahwa kepergiannya menyisakan kesedihan mendalam bagi umat Islam, khususnya Muslim Korea yang mendapatkan manfaat besar dari karya-karyanya.

Warisan ilmiah Dr Hamid tetap hidup melalui Alquran terjemahan bahasa Korea dan karya-karyanya yang terus menjadi sumber rujukan utama dalam kajian Islam di Korea Selatan, serta inspirasi bagi mualaf dan pelajar Islam di seluruh dunia.

Sumber: Inilah

Artikel terkait lainnya