DEMOCRAZY.ID – Nama AKBP Arif Fazlurrahman, Kapolres Lamongan, tengah menjadi perbincangan hangat di media sosial.
Perwira menengah Polri yang pangkatnya dua tingkat lagi jenderal ini viral setelah membagikan pengalaman pribadinya saat menyamar sebagai warga biasa dan justru dicueki oleh petugas kepolisian ketika melaporkan kehilangan sepeda.
Kisah tersebut dibagikan Arif melalui akun Instagram pribadinya, @arif_fazlurrahman, dan menyita perhatian publik karena menyinggung soal empati serta kualitas pelayanan aparat kepada masyarakat.
Dalam unggahannya, AKBP Arif menceritakan peristiwa yang dialaminya sekitar enam tahun lalu.
Saat itu, sepeda miliknya dicuri dan ia mendatangi sebuah kantor polisi untuk membuat laporan tanpa mengungkap identitas sebagai anggota Polri.
“Saya pernah jadi korban kejahatan. Sepeda saya dicolong maling,” ujarnya mengawali cerita.
Namun, alih-alih mendapat pelayanan maksimal, ia justru merasa diabaikan oleh oknum petugas yang berjaga di kantor polsek tersebut.
Arif mengaku tidak langsung dipersilakan duduk dan melihat petugas tersebut bersikap kurang serius.
“Saya enggak ngomong kalau saya polisi,” katanya.
Situasi makin membuatnya kecewa ketika petugas justru menanyakan harga sepeda yang hilang.
Pertanyaan tersebut memicu emosi Arif hingga akhirnya ia mengungkapkan jati dirinya dan meminta bertemu Kapolsek.
Setelah mengetahui identitas Arif, sikap petugas disebut langsung berubah.
Pengalaman itulah yang kemudian menjadi refleksi bagi Arif untuk mengingatkan seluruh anggota Polri agar lebih berempati kepada masyarakat.
“Jangan meremehkan masalah orang. Jangan melihat dari nilai rupiah. Sekecil apa pun kerugiannya, masyarakat berhak dilayani dengan baik,” tegasnya.
Ia berharap kejadian serupa tidak lagi terjadi dan pelayanan kepolisian semakin humanis.
Baca JugaLihat postingan ini di Instagram
Di balik kisah viral tersebut, AKBP Arif Fazlurrahman dikenal sebagai sosok perwira dengan latar belakang yang unik dan inspiratif.
Ia lahir di Jakarta pada 9 Juni 1984 dan merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 2005.
Selain pendidikan kepolisian, Arif juga memiliki latar belakang keagamaan yang kuat.
Ia pernah menimba ilmu di Pondok Pesantren Assalam, Solo, menyelesaikan pendidikan tingkat MTs dan MA. Pengalaman mondok itu disebut membentuk karakter disiplin, empati, dan religius dalam dirinya.
Kariernya di kepolisian terbilang panjang. Ia pernah menjabat sebagai Kapolsek Kelapa Gading pada 2018, kemudian dipercaya sebagai Kasatgas Electronic Traffic Law Enforcement (E-TLE) di Ditlantas Polda Metro Jaya pada 2020.
Selanjutnya, Arif mengemban tugas sebagai Kabag Binopsnal Ditlantas Polda Jawa Timur dan Kasatlantas Polrestabes Surabaya, di mana ia dikenal aktif melakukan inovasi edukasi lalu lintas untuk menekan angka kecelakaan.
Pada 14 Januari 2025, AKBP Arif resmi dilantik sebagai Kapolres Blitar.
Setelah sekitar satu tahun bertugas, ia dimutasi dan dipercaya menjabat sebagai Kapolres Lamongan, menggantikan AKBP Agus Dwi Suryanto.
Serah terima jabatan dilaksanakan di Mapolda Jawa Timur pada Senin (12/1/2026).
Melalui kisah dan pengalamannya, AKBP Arif Fazlurrahman berharap nilai empati dan pelayanan prima benar-benar menjadi budaya di tubuh Polri, bukan sekadar slogan.
Sumber: Tribun