DEMOCRAZY.ID – Mantan relawan Joko Widodo (Jokowi) sekaligus eks Ketua Komisi Informasi Publik (KIP) DKI Jakarta, Yulianto Widirahardjo, menyebut isu terkait foto pada ijazah Jokowi disebut sudah dipertanyakan sejak pencalonan Pilkada DKI Jakarta 2012.
Menurut Yulianto, sosok yang mempertanyakan hal tersebut saat itu adalah Denny Iskandar, yang disebutnya sebagai anggota tim sukses Jokowi sekaligus kader PDIP.
Ia mengungkapkan, Denny kala itu merasa heran karena menurutnya terdapat perbedaan antara wajah pada foto ijazah dengan sosok Jokowi.
Pernyataan tersebut disampaikan Yulianto kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Selasa (10/2/2026), saat ditanya mengenai kesaksian yang akan ia sampaikan sebagai saksi meringankan dalam perkara dugaan pencemaran nama baik dan fitnah yang menjerat Roy Suryo, Rismon Sianipar, dan Tifauzia Tyassuma atau dr Tifa.
“Berkaitan sebagai saksi fakta, salah satu tim ofisial PDI Perjuangan dalam konteks pencalonan sebagai Gubernur DKI, Bung Denny Iskandar, pernah bercerita kepada saya bahwa beliau heran kenapa foto di ijazah Pak Jokowi yang dilegalisir berbeda dengan sosok Pak Jokowi,” ujar Yulianto.
Ia mengaku kemudian melihat foto ijazah Jokowi yang beredar di publik dan menilai terdapat perbedaan.
Namun, hal tersebut disampaikannya sebagai bagian dari keterangan yang akan ia sampaikan dalam proses hukum.
Yulianto pun lantas memastikan kecurigaan Denny tersebut dengan melihat foto ijazah Jokowi yang selama ini beredar di publik.
Setelah itu, dia mengakui ada perbedaan antara foto wajah di ijazah dengan sosok asli dari Jokowi.
“Dan memang setelah saya lihat secara kasat mata memang beda lah antara sosok Pak Jokowi dan foto yang ada di ijazah,” jelasnya.
Pada kesempatan yang sama, pengacara Roy Suryo cs, Refly Harun, mengungkapkan bahwa Yulianto bukan satu-satunya saksi meringankan yang akan diperiksa oleh penyidik Polda Metro Jaya hari ini.
Namun, ada satu lagi yakni aktivis sekaligus jurnalis senior Edy Mulyadi.
Refly menjelaskan Edy diminta untuk menjadi saksi meringankan karena sempat hadir ke Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada 15 April 2025 ketika Roy Suryo cs mendatangi Universitas Gadjah Mada (UGM) dalam rangka mengklarifikasi keaslian ijazah dan skripsi Jokowi.
“Mas Edy ini juga menjadi jurnalis paling awal mewawancarai RRT (Roy, Rismon, Tifa) dan pada waktu itu ada pernyataan dari Dokter Tifa misalnya kalau mereka datang itu untuk melakukan penelitian,” katanya.
Sumber: Tribun