Perdebatan Materai Rp100 vs Rp500 Pada Ijazah Lulusan UGM 1985, Jokowi Kembali Terseret!

DEMOCRAZY.ID – Isu mengenai keaslian ijazah Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, kembali memanas setelah munculnya perdebatan teknis mengenai penggunaan materai pada ijazah lulusan Universitas Gadjah Mada (UGM) tahun 1985.

Perbedaan materai Rp100 hijau pada ijazah Jokowi dan materai Rp500 merah milik alumni UGM 1985 lainnya kini memicu debat panas.

Isu ini menyeret nama sang mantan presiden ke tengah perseteruan argumen antara akademisi dan rekan seangkatannya.

Materai Rp100 vs Rp500 pada Ijazah Lulusan UGM 1985

Akademisi yang menyoroti perbedaan materai tersebut adalah Sosiolog Hukum Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Prof. Ciek Julyati Hisyam.

Ciek menyoroti penggunaan materai Rp100 berwarna hijau pada ijazah Jokowi, lalu membandingkannya dengan ijazah almarhum Bambang Rudy Harto, sesama alumni Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM).

Meski Jokowi dan Bambang sama-sama lulusan Fakultas Kehutanan UGM tahun 1985, keduanya lulus pada bulan yang berbeda.

Pada ijazah Bambang tercatat menggunakan materai Rp500 berwarna merah, sedangkan ijazah Jokowi menggunakan materai Rp100 berwarna hijau. Perbedaan inilah yang menjadi sorotan utama Ciek Julyati Hisyam.

Guru Besar UNJ tersebut menjelaskan, berdasarkan Undang-Undang Tahun 1985, sebuah ijazah sebenarnya tidak perlu lagi menggunakan materai.

Namun, karena aturan tersebut baru berlaku efektif pada 1986, maka pada tahun 1985 ijazah masih menggunakan materai.

Menurut Ciek, materai yang digunakan seharusnya adalah yang memiliki nilai tertinggi.

“Artinya kalau misalnya dulu ada (materai) Rp6000 dan Rp10.000, maka ijazah itu harusnya (menggunakan) Rp10.000”

“Nah, tapi kalau waktu sebelum Undang-Undang tahun 1985 keluar, itu ada yang Rp100 dan yang Rp500. Tentu yang Rp500 itu adalah yang tertinggi,” kata Ciek, dikutip dari tayangan YouTube Official iNews, Selasa (3/2/2026).

Rekan Seangkatan Jokowi Skakmat Argumen Prof. Ciek Julyati

Perihal perdebatan materai pada ijazah, rekan Jokowi yang juga ketua angkatan di Fakultas Kehutanan UGM tahun 1980 sekaligus, Mustoha Iskandar menegaskan materai pada ijazah milik Jokowi sudah benar berwarna hijau.

Mustoha menjelaskan, lulusan Fakultas Kehutanan UGM yang seangkatan dengan Jokowi dapat dipastikan ijazahnya bermaterai hijau.

Hal tersebut sama dengan ijazah milik Mustoha dan teman satu angkatan Jokowi.

“Materainya warnanya hijau, bukan merah,” kata Mustoha Iskandar, dikutip dari tayangan di kanal YouTube Official iNews, Sabtu (6/12/2025).

Mustoha menyebutkan, UGM menyelenggarakan prosesi wisuda sebanyak empat kali dalam setahun.

Menurut penjelasannya, dari seluruh angkatan Fakultas Kehutanan UGM tahun 1980, tidak ada satu pun mahasiswa yang mengikuti wisuda pada bulan Februari.

Hal ini menjadi poin penting karena ijazah bermaterai merah hanya diperuntukkan bagi mahasiswa yang diwisuda pada bulan tersebut.

“Jadi di Gadjah Mada itu ada empat kali wisuda. Ada Februari, Mei, Agustus, dan November. Angkatan 1980 nggak ada yang wisuda Februari, yang merah itu nggak ada,” tegasnya.

Mustoha memastikan, mahasiswa Fakultas Kehutanan yang lulus bersamaan dengan Jokowi memiliki ijazah dengan materai berwarna hijau.

Mengingat Jokowi sendiri diwisuda pada tanggal 5 November 1985, maka seluruh ijazah pada periode tersebut menggunakan materai hijau.

“Jadi yang bareng wisuda Pak Jokowi itu hijau materainya, semuanya hijau,” ucapnya.

Mustoha pun menambahkan, pihak yang menyebut materai ijazah seharusnya berwarna merah berarti bukan berasal dari angkatan 1980.

“Kalau bilang merah berarti bukan angkatan 1980, apalagi sama-sama wisuda Pak Jokowi, itu bohong” tegasnya.

Atas dasar keyakinan tersebut, Mustoha Iskandar menyatakan kesiapannya untuk memberikan kesaksian di pengadilan mendatang.

Mustoha juga mengungkapkan telah berkomunikasi langsung dengan Jokowi agar tidak menempuh jalur mediasi dengan tersangka Roy Suryo cs.

“Yang penting itu nanti di fakta persidangan kita beradu kekuatan alat bukti,” katanya.

“Saya pun sudah berbicara dengan Pak Jokowi, enggak ada mediasi-mediasi. Kita maju terus di persidangan” pungkasnya.

Sumber: Tribun

Artikel terkait lainnya