Epstein File Memuat Sejumlah Nama Tokoh Indonesia!

DEMOCRAZY.ID – Kasus yang melibatkan predator seks Jeffrey Epstein terus menyita perhatian publik dunia.

Dalam dokumen terbaru yang dirilis Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ) pada 30 Januari 2026, nama Indonesia turut menjadi sorotan.

Bahkan, jika menelusuri Epstein Library di situs resmi tersebut dengan kata kunci “Indonesia”, terdapat sedikitnya 902 dokumen yang memuat kata tersebut.

Meski demikian, sebagian besar dokumen tersebut tidak berkaitan langsung dengan substansi kasus Epstein.

Beberapa dokumen tersebut memuat pembahasan mengenai pengiriman barang, invoice, hingga korespondensi email dari sejumlah pihak yang menyatakan ketertarikan untuk bekerja dengan Epstein.

Namun, perhatian publik tertuju pada tercantumnya sejumlah nama besar di Indonesia. Sebut saja pengusaha, Hary Tanoesoedibjo (Hary).

Dalam laporan CHS, yang merupakan dokumen resmi FBI yang digunakan untuk mencatat informasi yang berasal dari confidential human sources atau sumber informasi rahasia disebut bahwa Hary ialah relasi Trump.

Laporan yang dilabeli

Laporan tersebut dilebeli unclassified alias tidak rahasia. Laporan dengan kop surat ‘Federal Berau of Investigation CHS Reporting’ itu tertanggal 19 Oktober 2020 itu disebut bahwa Hary ialah relasi Trump, yang juga seorang miliarder.

“Hary Tanoesoedinbjo (Hary) has been involved has developed Trump’s hotels and is a billioner. Hary XXXXXX introduced him/her to the Indonesian CIA. Hary xxx speaks Indonesian. Hary bought his Beverly Hills home from Trump at an inflated price (NFI). On XXXX was at Hary house, when Hary xxxx that Trump told him that he was going to ‘fuck Amazon’ over their military contracts” demikian bunyi dalam file tersebut tertanggal 19 Oktober 2020.

CHS advised that this was a real collusion story- Trump has been compromised by Israel, and Kushner is the real brains behind his organization and his presidency.

“Hary Tanoesoedibjo (Hary) diketahui pernah terlibat dalam pengembangan hotel-hotel milik Trump dan merupakan seorang miliarder. Hary XXXXX memperkenalkan dia kepada CIA Indonesia. Hary xxx bisa berbahasa Indonesia. Hary membeli rumah Trump di Beverly Hills dengan harga yang sudah dinaikkan (NFI). Pada XXXX, seseorang berada di rumah Hary, ketika Hary xxxx menceritakan bahwa Trump pernah mengatakan kepadanya bahwa ia akan “menghancurkan Amazon” terkait kontrak militer mereka,” demikian terjemahan dari Laporan dengan kop surat ‘Federal Berau of Investigation CHS Reporting’ itu.

CHS menyampaikan bahwa ini merupakan kisah kolusi yang nyata, Trump disebut telah berada dalam posisi terkompromi oleh Israel, dan Jared Kushner dianggap sebagai otak utama di balik organisasinya sekaligus masa kepresidenannya

Selain itu, terdapat pula laporan JP Morgan pada 2014 yang membahas alokasi aset global serta gambaran umum kondisi ekonomi Indonesia, khususnya dalam kaitannya dengan Amerika Serikat.

Nama mantan presiden RI ke-7, Jokowi juga tercantum di sana.

Namun kemunculan nama Jokowi di sana tidak berkaitan dengan hubungan personal maupun aktivitas Jeffrey Epstein.

”Di pasar negara berkembang, peristiwa politik penting adalah pemilihan presiden di Indonesia. Pekan ini Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyatakan Widodo sebagai pemenang dengan selisih suara yang cukup besar,” demikian bunyi file itu.

Tak hanya itu, mantan menteri keuangan era Jokowi, Sri Mulyani juga ada dalam dokumen tersebut.

Namun kemunculan namanya tidak berkaitan dengan hubungan personal maupun aktivitas Jeffrey Epstein.

Nama Sri Mulyani ini berasal dari dokumen resmi World Bank Group, tempat ia pernah bekerja dan menjabat sebagai Managing Director sekaligus Chief Operating Officer (COO).

Dokumen itu berupa komunikasi internal dan artikel institusional World Bank Group tertanggal 18 Juni 2014.

Lebih dalam lagi, dokumen itu berisikan pembahasan peluncuran President’s Delivery Unit, unit strategis World Bank yang bertugas memantau pencapaian target pembangunan dan meningkatkan akuntabilitas kinerja lembaga.

Ada pula nama mantan presiden RI ke-2 Soeharto. Namanya muncul secara tidak langsung dalam kumpulan berkas itu.

Nama Soeharto tertera dalam sebuah usulan proyek penulisan buku yang diajukan oleh seseorang kepada Epstein.

Dokumen ini hanya bersifat diskusi gagasan penulisan dan kemunculan namanya tidak berkaitan dengan hubungan personal maupun aktivitas Jeffrey Epstein.

Foto Epstein di Bali

Bali juga sempat disebut dalam dokumen Epstein ini.

Dalam file EFTA00004477 terlihat sejumlah foto-foto Epstein dan partnernya Maxwell yang diambil sekitar tanggal 27-29 Mei 2002 di wilayah Batubulan, Gianyar Bali.

Sementara itu, pada file Epstein bernomor EFTA00129111 terdapat surat serta foto-foto sensitif termasuk satu gambar dengan keterangan ‘Before a group/gang training exercise in Bali’.

Dokumen Epstein Ditake Down

Sejak 4 Februari 2026, Departemen Kehakiman AS (DOJ) mentake down ribuan Epstein Files di website resmi mereka.

Ribuan dokumen ini ditarik kembali setelah proses penyensoran (redaksi) dinilai gagal, sehingga informasi yang berpotensi mengungkap identitas para penyintas ikut terpublikasi.

Sejumlah kelompok advokasi mengecam penanganan kasus ini dan mendesak adanya perlindungan yang lebih kuat bagi korban.

Penarikan dokumen tersebut terjadi di tengah sorotan baru terhadap praktik keterbukaan informasi serta kewajiban institusi untuk menjaga keselamatan dan privasi korban.

Rincian kejadian dan berbagai reaksi atas kasus ini dilaporkan oleh BBC dan Sky News.

Sumber: VIVA

Artikel terkait lainnya